Transformasi Digital Manufaktur: Kolaborasi, Keamanan, dan Sistem Bisnis Harus Terintegrasi
2 September 2026 | Ballroom Grande Valore Hotel, Cikarang

Transformasi digital di industri manufaktur bukan lagi sekadar soal mengganti proses manual dengan aplikasi digital. Ketika operasional perusahaan semakin kompleks, tantangannya justru bergeser: bagaimana tim IT dapat menghubungkan produksi, quality control, warehouse, HR, finance, sales, hingga manajemen tanpa membuat sistem kerja semakin rumit?
Di saat yang sama, semakin banyak aplikasi, perangkat, data, dan akses digital yang digunakan perusahaan juga membawa tantangan baru dari sisi keamanan. Inilah yang menjadi salah satu pembahasan utama dalam Business Solution Day DataPrint & PT Prasetia Dwidharma X KOMITKABE 2026, yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Ballroom Grande Valore Hotel, Cikarang.
Mengangkat tema “Digital Collaboration & Secure Transformation: Transform Your Workplace, Empower Your People,” event ini mempertemukan para profesional IT dan praktisi teknologi bisnis dari kawasan industri Bekasi, Cikarang, dan Karawang untuk berdiskusi mengenai kolaborasi digital, keamanan, integrasi, dan transformasi operasional perusahaan.


IT Bukan Lagi Sekadar Support, tetapi Jantung Digital Perusahaan
Salah satu topik yang dibawakan dalam event ini adalah bagaimana peran IT di industri manufaktur terus berkembang. Iwan Mulyawan, General Manager – Digital Solutions at PT Prasetia Dwidharma, membawakan sesi mengenai bagaimana IT dapat menjadi penghubung antara berbagai fungsi perusahaan, mulai dari Produksi/PPIC, Quality Control, Warehouse & Logistik, HR & GA, Finance, hingga Sales & Marketing. Pesan utamanya sederhana: IT tidak seharusnya hanya berperan sebagai departemen yang dipanggil ketika terjadi masalah teknis.
Dalam operasional manufaktur, IT memiliki peran strategis sebagai jembatan data antara aktivitas di shop floor dan kebutuhan informasi di sisi manajemen. Konektivitas, keamanan, dan integrasi data menjadi bagian penting agar informasi dapat bergerak lebih cepat dan keputusan dapat dibuat berdasarkan kondisi operasional yang aktual. Hal ini menjadi semakin penting ketika setiap departemen menggunakan sistem, data, dan workflow yang berbeda. Tanpa integrasi yang tepat, transformasi digital justru berisiko menciptakan silo baru di dalam organisasi.

Menyatukan Kolaborasi Lintas Departemen dengan Lark
Melalui Lark, Virtuenet by Prasetia memperkenalkan pendekatan all-in-one digital workspace untuk membantu perusahaan menyederhanakan kolaborasi dan workflow lintas departemen.
Lark menggabungkan berbagai kebutuhan kerja seperti komunikasi, dokumen, meeting, task, approval, knowledge management, database melalui Base, attendance, hingga integrasi dengan sistem pihak ketiga dalam satu platform.
Dalam konteks manufaktur, implementasinya dapat diterapkan pada berbagai proses.
Di Produksi dan PPIC, misalnya, Base dapat digunakan untuk membuat dashboard WIP, downtime mesin, dan output harian, sementara task dan approval dapat membantu proses maintenance maupun permintaan spare part. Pada Quality Control, proses inspeksi, database defect, checklist, SOP, dan Non-Conformance Report dapat dikelola lebih terstruktur. Sementara untuk Warehouse dan Logistik, data stok dapat dipantau melalui sistem yang lebih terpusat dan bahkan disinkronkan dengan ERP ketika dibutuhkan.
Approval pengeluaran barang dan purchase order juga dapat dibuat dalam workflow digital.
Pendekatan yang sama dapat diterapkan pada HR, Finance, hingga Sales. Tujuannya bukan sekadar memindahkan proses kerja ke platform digital, tetapi membuat setiap departemen bekerja dengan informasi yang lebih terhubung dan workflow yang lebih mudah dipantau.
Materi Iwan merangkum konsep tersebut sebagai satu platform yang menghubungkan Produksi/PPIC, Quality Control, Warehouse, HR & GA, Finance, serta Sales & Marketing, dengan governance dan security yang menaungi seluruh proses tersebut.
Semakin Digital Operasional, Semakin Penting Keamanannya
Namun, transformasi digital tidak berhenti pada produktivitas dan kolaborasi.
Semakin banyak sistem digital digunakan, semakin besar pula kebutuhan perusahaan untuk memastikan siapa yang dapat mengakses data, perangkat apa yang digunakan, bagaimana endpoint dikelola, dan bagaimana aktivitas digital dapat tetap berada dalam kontrol perusahaan.
Topik tersebut dibahas oleh Arifia Mulia, Head of IT & Cybersecurity PT Prasetia Dwidharma, melalui sesi mengenai SealSuite.
Materi SealSuite menyoroti salah satu tantangan yang sering dihadapi tim IT: keamanan perusahaan sudah ditopang oleh berbagai tools berbeda, tetapi masing-masing memiliki dashboard, agent, serta proses pengelolaan sendiri. Dalam kondisi seperti ini, tantangannya bukan selalu kekurangan security tools, tetapi bagaimana keamanan dapat dikelola dengan lebih terintegrasi.
SealSuite memperkenalkan pendekatan terpusat yang menggabungkan berbagai kebutuhan seperti Identity & Access Management, MFA, SSO, Endpoint Security & MDM, serta Network & ZTNA dalam environment yang lebih terpadu. Bagi perusahaan manufaktur yang memiliki banyak perangkat, user, lokasi, dan sistem operasional, pendekatan seperti ini dapat membantu tim IT meningkatkan visibility sekaligus menyederhanakan pengelolaan keamanan.
Transformasi Digital Bukan Tentang Menambah Lebih Banyak Tools
Salah satu insight penting dari Business Solution Day 2026 adalah bahwa perusahaan tidak selalu membutuhkan lebih banyak aplikasi. Yang lebih penting adalah memastikan teknologi yang sudah atau akan digunakan mampu mendukung proses kerja secara menyeluruh. Kolaborasi yang cepat tetapi tidak aman tetap membawa risiko. Security yang kuat tetapi terlalu kompleks dapat menambah beban operasional IT.
ERP yang menyimpan banyak data bisnis juga tidak memberikan manfaat maksimal apabila informasi tersebut sulit diakses dan ditindaklanjuti oleh tim. Karena itu, transformasi digital perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang terintegrasi, bukan kumpulan tools yang berdiri sendiri.
Melalui solusi seperti Lark, SealSuite, dan Oracle NetSuite, Virtuenet by Prasetia membantu perusahaan melihat transformasi digital dari perspektif yang lebih luas: bagaimana kolaborasi, keamanan, data, workflow, dan sistem operasional dapat saling mendukung agar perusahaan bekerja lebih efisien, aman, dan scalable.



Saatnya Integrasikan Kolaborasi, Keamanan, dan Proses Bisnis Anda
Diskusikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim Virtuenet by Prasetia dan temukan solusi yang tepat melalui Lark untuk kolaborasi, SealSuite untuk keamanan digital, serta Oracle NetSuite untuk pengelolaan bisnis yang lebih terintegrasi.
%20sponsor.png)