7 Cara Lindungi Data Perusahaan dari Serangan Hacker
- Virtuenet

- 16 Mar
- 7 menit membaca

Di era digital seperti sekarang, data perusahaan menjadi salah satu aset paling berharga. Mulai dari data pelanggan, laporan keuangan, hingga strategi bisnis tersimpan dalam sistem digital yang setiap hari diakses oleh tim internal.
Selain itu, data pribadi juga merupakan aset krusial yang harus dilindungi. Data pribadi mencakup informasi seperti nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, alamat email, nomor identitas, dan informasi keuangan. Perlindungan data pribadi sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan pelanggaran privasi. Dalam ekosistem keamanan data, sangat penting ada kelompok orang yang bertugas melindungi data seperti profesional keamanan, dan ada juga kelompok lain seperti hacker yang berusaha menyerang atau mencuri data. Setiap kelompok ini memiliki motivasi, tanggung jawab, dan peran yang berbeda dalam dunia keamanan data.
Namun di sisi lain, kondisi ini juga membuat perusahaan semakin rentan terhadap serangan hacker. Laporan keamanan siber di Asia Tenggara bahkan menunjukkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah serangan ransomware tertinggi. Untuk mengatasi hal ini, Indonesia telah memberlakukan Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mewajibkan perlindungan data pribadi oleh individu maupun organisasi. Dengan adanya UU PDP, organisasi dan entitas diwajibkan untuk menerapkan standar perlindungan data yang ketat agar mereka dapat menjaga keamanan dan privasi data yang dikelola. Artinya, ancaman ini bukan lagi sekadar kemungkinan, tetapi sudah menjadi risiko nyata yang harus dihadapi oleh banyak organisasi.
Yang sering terjadi, serangan siber tidak selalu langsung terlihat. Terkadang mereka para hacker masuk secara diam-diam menyerang data pribadi, memantau sistem selama beberapa waktu, lalu mencuri data atau bahkan menyandera sistem perusahaan. Komunikasi dari bank juga sering menjadi target utama phishing dan pencurian data pribadi dan perusahaan melalui kata sandi atau data lainnya, sehingga pengguna harus selalu memverifikasi keaslian pesan yang mengatasnamakan bank untuk menghindari penipuan. Phishing adalah upaya untuk mendapatkan informasi pribadi dengan menyamar sebagai entitas tepercaya melalui email atau pesan, oleh karena itu penting bagi setiap orang untuk selalu waspada terhadap pesan yang mencurigakan.
Lalu, bagaimana cara melindungi data bisnis agar tidak menjadi korban berikutnya? Berikut beberapa hal penting yang perlu dipahami.
Serangan siber kini bisa dilakukan secara otomatis
Teknologi juga dimanfaatkan oleh mereka para pelaku kejahatan siber. Banyak serangan yang kini dilakukan secara otomatis menggunakan bot yang terus mencoba mencari celah di berbagai sistem salah satunya website.
Karena itulah, perusahann tidak memiliki perlindungan memadai bisa menjadi target yang mudah.
Dampak Serangan Hacker bagi Operasional Bisnis
Operasional perusahaan bisa berhenti total
Serangan ransomware dapat membuat seluruh sistem perusahaan terkunci. Dalam beberapa kasus, perusahaan tidak dapat mengakses data penting selama berhari-hari.
Akibatnya, aktivitas operasional bisa berhenti total.
Data perusahaan atau pelanggan bisa bocor
Selain menyandera sistem, hacker juga sering mencuri data pribadi sebelum mengenkripsi sistem perusahaan.
Jika data pribadi tersebut bocor ke publik, dampaknya bisa sangat serius, terutama bagi perusahaan yang menangani data pelanggan. Data pribadi seperti kata sandi sangat sensitif dan wajib dilindungi untuk menghindari konsekuensi hukum maupun kerugian reputasi.
Kerugian finansial akibat ransomware dan pemulihan sistem
Ketika sistem terkena ransomware, perusahaan sering dihadapkan pada dua pilihan sulit: membayar tebusan atau kehilangan data.
Belum lagi biaya tambahan untuk pemulihan sistem, investigasi keamanan, dan perbaikan infrastruktur IT.
Reputasi perusahaan bisa rusak di mata publik
Kepercayaan pelanggan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan menjaga keamanan data.
Jika terjadi kebocoran data, jangankan reputasi, bisnis pun bisa menurun dan kepercayaan pelanggan menjadi sulit dipulihkan.
Cara Hacker Menyusup ke Sistem Perusahaan
Phishing email yang menipu karyawan
Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah email phishing. Hacker mengirim email yang terlihat seperti pesan resmi untuk memancing karyawan membuka link atau mengisi data login.
Baca Selengkapnya: Kenapa Ancaman Siber Lewat Aplikasi Kantor Semakin Marak? Ini Solusinya
Jaringan WiFi publik yang tidak aman
Mengakses sistem perusahaan melalui WiFi publik juga dapat menjadi risiko keamanan jika jaringan tersebut tidak dilindungi dengan baik.
Setelah itu, jangan gunakan Wi-Fi publik untuk transaksi yang melibatkan informasi pribadi atau keuangan. Jaringan Wi-Fi publik rawan disadap oleh peretas, jadi hindari menggunakan Wi-Fi publik untuk aktivitas penting. Jika Anda harus mengakses sistem perusahaan melalui jaringan publik, gunakan virtual private network (VPN) untuk mengenkripsi lalu lintas internet Anda dan melindungi data dari potensi ancaman. Penggunaan virtual private network (VPN) juga dapat membantu menyamarkan aktivitas online Anda dan meningkatkan keamanan terhadap hacker di Wi-Fi publik.
Dalam beberapa kasus, hacker dapat mencuri data dari jaringan yang sama.
Perangkat kerja tanpa perlindungan keamanan
Laptop atau smartphone karyawan yang tidak memiliki perlindungan keamanan yang baik juga bisa menjadi pintu masuk bagi hacker.
Apalagi jika perangkat tersebut digunakan untuk mengakses sistem perusahaan dari berbagai lokasi.
Sistem akses yang tidak memiliki verifikasi tambahan
Jika sistem hanya menggunakan username dan password, risiko kebocoran akses akan jauh lebih besar.
Karena itulah, banyak perusahaan mulai menerapkan sistem verifikasi tambahan.
Disarankan untuk aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun online Anda, karena aktivasi autentikasi dua faktor menambah lapisan keamanan ekstra pada akun online yang dapat membantu melindungi data.
Ini dia 7 Tips Melindungi Data dari Serangan Hacker:
Gunakan sistem autentikasi berlapis
Sistem Multi-Factor Authentication (MFA) memungkinkan perusahaan menambahkan lapisan verifikasi tambahan sebagai security selain password yang dinilai lebih aman. MFA juga sering digunakan dalam pengggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook dan platform lainnya
Dengan cara ini, meskipun password bocor, hacker tetap tidak dapat langsung mengakses sistem karena memiliki security yang memadai.
Batasi akses data dan password berdasarkan peran
Tidak semua karyawan perlu mengakses seluruh data perusahaan.
Dengan sistem Role-Based Access Control, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap karyawan hanya memiliki akses sesuai dengan perannya.
Pantau aktivitas login dan penggunaan sistem
Monitoring aktivitas sistem secara rutin dapat membantu perusahaan mendeteksi aktivitas tidak biasa.
Hasil pemantauan, seperti upaya login yang tidak biasa atau pola akses yang mencurigakan, dapat displayed secara real-time melalui dashboard atau notifikasi untuk administrator TI.
Misalnya login dari lokasi yang tidak dikenal atau akses data dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
Gunakan pendekatan keamanan Zero Trust agar lebih aman
Konsep Zero Trust berarti tidak ada pengguna atau perangkat yang otomatis dipercaya.
Setiap akses harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu sebelum diperbolehkan masuk ke sistem.
Pentingnya Mengamankan Perangkat Kerja Karyawan
Laptop dan smartphone sering menjadi titik masuk hacker
Di era kerja hybrid, karyawan sering mengakses sistem perusahaan dari berbagai perangkat.
Jika perangkat tersebut tidak terlindungi dengan baik, risiko serangan siber menjadi lebih tinggi.
Kontrol perangkat untuk mencegah pencurian data pribadi
Perusahaan dapat menerapkan kontrol keamanan pada perangkat kerja seperti:
pembatasan akses aplikasi dan kata sandi
pengaturan keamanan sistem
pemantauan aktivitas perangkat
Perlindungan terhadap penggunaan USB dan file eksternal
Perangkat eksternal seperti USB juga bisa menjadi sumber ancaman jika tidak dikontrol dengan baik.
Karena itu, banyak organisasi mulai membatasi penggunaan perangkat eksternal di sistem perusahaan.
Monitoring keamanan perangkat secara terpusat
Dengan sistem manajemen perangkat, tim IT dapat memantau kondisi keamanan seluruh perangkat kerja dalam satu dashboard.
Hal ini memudahkan perusahaan untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.
Tips Mengamankan Jaringan dan Aplikasi Perusahaan

Gunakan jaringan dengan kontrol akses yang ketat
Jaringan perusahaan perlu dilengkapi dengan sistem kontrol akses yang memastikan hanya pengguna yang memiliki izin yang dapat terhubung.
Lindungi aplikasi cloud dari kebocoran data
Saat ini banyak perusahaan menggunakan berbagai aplikasi cloud seperti ERP, CRM, atau tools kolaborasi.
Karena itu, penting untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut memiliki perlindungan keamanan yang memadai.
Pantau penggunaan aplikasi dan aktivitas pengguna
Monitoring aktivitas pengguna dapat membantu mendeteksi perilaku yang mencurigakan sebelum terjadi insiden keamanan.
Terapkan kebijakan keamanan yang konsisten
Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebijakan internal perusahaan.
Edukasi karyawan mengenai keamanan data juga menjadi bagian penting dari strategi perlindungan data.
Bagaimana Sistem Keamanan Modern Membantu Perusahaan
Pendekatan Zero Trust untuk memverifikasi setiap akses
Keamanan modern tidak lagi hanya mengandalkan firewall atau antivirus.
Pendekatan Zero Trust Security memastikan bahwa setiap akses harus diverifikasi, baik dari dalam maupun luar jaringan perusahaan.
Integrasi keamanan identitas, perangkat, dan jaringan
Sistem keamanan yang efektif perlu mengintegrasikan beberapa aspek sekaligus, seperti:
identitas pengguna
perangkat kerja
jaringan perusahaan
aplikasi cloud
Monitoring aktivitas pengguna secara real-time
Dengan monitoring real-time, tim IT dapat dengan cepat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dan mengambil tindakan sebelum masalah menjadi lebih besar. Monitoring ini juga membantu tim keamanan untuk find kerentanan atau aktivitas mencurigakan segera setelah terjadi, sehingga potensi ancaman dapat diatasi lebih awal.
Platform keamanan terintegrasi seperti SealSuite

Untuk membantu perusahaan menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, banyak organisasi mulai menggunakan platform keamanan yang terintegrasi. Platform keamanan terintegrasi ini help organisasi dengan menyederhanakan pengelolaan berbagai aspek keamanan dalam satu tempat.
Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah SealSuite, sebuah platform keamanan digital yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola keamanan identitas, perangkat, jaringan, dan aplikasi cloud dalam satu sistem terpadu.

Dengan pendekatan keamanan modern seperti ini, perusahaan dapat mengurangi risiko serangan siber sekaligus menjaga keamanan data bisnis dalam jangka panjang.
Serangan hacker dan ransomware kini menjadi ancaman nyata bagi banyak organisasi, termasuk perusahaan di Indonesia. Tanpa sistem keamanan yang memadai, data bisnis yang sangat penting dapat dengan mudah menjadi target serangan.
Karena itu, perusahaan perlu mulai menerapkan berbagai langkah perlindungan seperti autentikasi berlapis, pembatasan akses data, monitoring aktivitas sistem, serta pendekatan keamanan modern seperti Zero Trust.
Dengan strategi keamanan yang tepat dan dukungan teknologi yang terintegrasi, perusahaan dapat melindungi aset digitalnya sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan di tengah meningkatnya ancaman siber.
Jangan biarkan celah kecil jadi masalah besar bagi operasional Anda. Hubungi tim Virtuenet untuk diskusi lebih lanjut dan temukan bagaimana SealSuite mengamankan aset digital Anda mulai dari manajemen akses karyawan yang ketat, perlindungan data sensitif, hingga kontrol perangkat kantor yang semuanya terintegrasi dalam satu platform.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:
FAQ (Frequently Ask Questions)
Apa yang dimaksud dengan hacker?
Hacker adalah orang yang mencoba masuk ke sistem komputer atau jaringan tanpa izin. Tujuannya bisa untuk mencuri data, merusak sistem, atau menyandera data perusahaan.
Istilah 'hack' sendiri berasal dari bahasa Inggris yang awalnya berarti memotong atau mengakali sesuatu. Dalam budaya pemrograman, 'hack' juga merujuk pada cara kreatif dalam memecahkan masalah atau menemukan solusi di luar metode konvensional.
Mengapa perusahaan sering menjadi target serangan hacker?
Perusahaan biasanya menyimpan banyak data penting seperti data pelanggan, transaksi, dan keuangan. Data tersebut memiliki nilai tinggi sehingga sering menjadi target para pelaku kejahatan siber.
Bagaimana cara sederhana melindungi data perusahaan?
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain menggunakan password yang kuat dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol untuk meningkatkan keamanan, mengaktifkan verifikasi dua langkah (MFA), membatasi akses data, dan menggunakan sistem keamanan digital yang terintegrasi. Selain itu, menggunakan password manager lebih aman dibandingkan menyimpan password di browser.






