AI Makin Canggih, Sekarang Bisa Bantu Developer Sampai Dunia Medis!
- Virtuenet

- 2 hari yang lalu
- 7 menit membaca

Perkembangan artificial intelligence semakin menunjukkan bahwa teknologi ini bukan lagi sekadar alat bantu untuk menjawab pertanyaan atau membuat teks. Kini, AI mulai masuk ke berbagai workflow kerja yang lebih kompleks, mulai dari membantu developer, mempercepat produksi video, mendukung pembuatan game, menjalankan model AI secara lokal, hingga membuka peluang baru di bidang medis.
Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai inovasi AI kembali mencuri perhatian. Menariknya, inovasi ini tidak hanya datang dari satu industri saja. Ada yang menyasar dunia software development, creative production, gaming, hardware, robotics, sampai healthcare. Artinya, AI semakin bergerak dari sekadar teknologi eksperimental menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.
Berikut 10 perkembangan AI terbaru yang menunjukkan bagaimana teknologi ini semakin canggih dan semakin dekat dengan kebutuhan manusia.
āBaca Selengkapnya: Gokil, AI Sekarang Bisa Bikin Video Cinematic dan Website Siap Pakai!
1. Codex Bisa Belajar Tugas Hanya dengan Melihat Workflow Sekali

Salah satu perkembangan menarik datang dari Codex. Kini, Codex disebut bisa belajar tugas hanya dengan melihat pengguna melakukannya sekali.
Caranya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu merekam workflow yang sedang dikerjakan, lalu Codex bisa mengubah proses tersebut menjadi skill yang dapat digunakan ulang. Dengan begitu, pekerjaan repetitif yang biasanya dilakukan berkali-kali bisa diulang secara otomatis tanpa perlu membuat script atau melakukan setup manual yang rumit.
Ini menjadi langkah besar untuk produktivitas, terutama bagi developer, operator, analyst, hingga tim yang sering mengerjakan proses berulang. Misalnya, mengatur file, menjalankan urutan perintah, mengisi format tertentu, atau melakukan proses yang sama setiap hari. Jika sebelumnya automasi membutuhkan kemampuan teknis tambahan, kini AI mulai membuat proses tersebut lebih mudah diakses.
2. Unreal Engine 5.8 Punya Integrasi AI Resmi

Perkembangan lain datang dari dunia game development. Unreal Engine 5.8 kini sudah punya integrasi AI resmi melalui Claude Code dan Codex.
Dengan integrasi ini, AI bisa membantu mengontrol Unreal Editor. Bukan hanya memberikan saran, tetapi juga membantu menjalankan tindakan di dalam editor, seperti menaruh objek, membuat kota secara otomatis, sampai mengatur pencahayaan game.
Bagi developer game, ini bisa menjadi perubahan besar. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak klik manual dan eksperimen berulang kini bisa dipercepat dengan prompt. Misalnya, developer bisa meminta AI untuk membuat environment awal, menyusun elemen kota, atau mengatur lighting agar suasana game lebih dramatis.
AI dalam game development bukan hanya soal NPC yang lebih pintar, tetapi juga bagaimana proses produksi game bisa menjadi lebih cepat, fleksibel, dan kreatif.
3. Claude Bisa Bantu Edit Video Hanya dengan Satu Prompt

AI juga semakin masuk ke dunia produksi video. Claude kini disebut bisa membantu edit video hanya dengan satu prompt lewat Palmier.
Dengan bantuan Palmier, Claude bisa memotong klip, mengatur ulang scene, membuat B-roll, sampai mengedit langsung di timeline. Konsepnya bisa dibilang mirip seperti Cursor, tetapi untuk produksi video.
Ini sangat relevan untuk kreator konten, editor, tim marketing, dan brand yang memproduksi banyak video pendek setiap minggu. Editing video biasanya membutuhkan proses panjang, mulai dari memilih footage, memotong bagian yang tidak perlu, menyusun alur, menambahkan B-roll, hingga menyesuaikan timeline.
Jika AI bisa memahami instruksi kreatif dan langsung membantu proses editing, maka pekerjaan produksi konten bisa menjadi jauh lebih cepat. Editor tetap berperan penting untuk menentukan rasa, kualitas, dan storytelling, tetapi AI dapat membantu mempercepat pekerjaan teknis yang repetitif.
4. AMD Disebut Bisa Mengurangi Kebutuhan Langganan AI Berbayar

Dari sisi hardware, AMD juga menjadi sorotan. Dengan Ryzen AI Max+ 395, pengguna disebut bisa menjalankan model AI besar langsung di perangkat lokal berkat shared memory hingga 128GB.
Artinya, beberapa tugas AI yang biasanya membutuhkan layanan cloud seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini berpotensi dijalankan langsung dari perangkat sendiri. Ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap layanan AI berbasis langganan, terutama untuk kebutuhan tertentu yang bisa diproses secara lokal.
Local AI menjadi tren penting karena menawarkan beberapa keuntungan. Pengguna bisa mendapatkan kontrol lebih besar terhadap data, mengurangi kebutuhan koneksi internet, dan menjalankan tugas AI tanpa selalu bergantung pada server cloud.
Meski begitu, tidak semua tugas AI bisa langsung menggantikan layanan cloud sepenuhnya. Model besar tetap membutuhkan kemampuan komputasi tinggi. Namun, arah ini menunjukkan bahwa AI ke depan tidak hanya hidup di cloud, tetapi juga semakin kuat di perangkat pengguna.
5. Midjourney Mengembangkan Body Scanner Berbasis AI

Midjourney kini sedang mengembangkan body scanner berbasis AI. Scanner ini menggunakan ultrasound untuk memetakan bagian dalam tubuh saat pengguna duduk di air dangkal.
Prosesnya diklaim hanya sekitar 60 detik, lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah diakses dibanding metode imaging tradisional. Jika teknologi ini terus berkembang, potensinya sangat besar untuk dunia medis, terutama dalam membuat proses pemeriksaan tubuh menjadi lebih praktis dan terjangkau.
Selama ini, teknologi imaging medis sering kali membutuhkan alat besar, biaya tinggi, dan akses fasilitas kesehatan tertentu. Jika AI dan ultrasound dapat digabungkan untuk menciptakan body scanner yang lebih mudah digunakan, maka pemeriksaan awal bisa menjadi lebih luas jangkauannya.
Namun, teknologi seperti ini tetap perlu melalui pengujian, validasi, dan proses regulasi yang ketat. Dunia medis membutuhkan akurasi tinggi karena menyangkut kesehatan manusia. Meski begitu, inovasi ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya berkembang di dunia digital, tetapi juga mulai menyentuh kesehatan secara lebih nyata.
āBaca Selengkapnya: AI Semakin Canggih, Developer Bisa Coding dari Smart Glasses!
6. Hyundai Akan Sepenuhnya Memiliki Boston Dynamics

Dari dunia robotik, Hyundai kini akan sepenuhnya memiliki Boston Dynamics. Hyundai membeli sisa saham Boston Dynamics milik SoftBank senilai sekitar $325 juta.
Dengan langkah ini, Hyundai memiliki kendali penuh atas perusahaan robot tersebut. Boston Dynamics dikenal melalui robot-robot canggih seperti Spot dan Atlas, yang sering menjadi perhatian karena kemampuannya bergerak secara dinamis.
Kendali penuh ini membuka peluang bagi Hyundai untuk mengintegrasikan teknologi robotik ke dalam operasional industri mereka, termasuk menguji robot Atlas di pabrik. Hal ini menunjukkan bahwa robot humanoid dan robot industri semakin dekat dengan implementasi nyata, bukan hanya demonstrasi teknologi.
Jika dikombinasikan dengan AI, robot seperti Atlas bisa menjadi bagian dari masa depan industri manufaktur, logistik, dan otomasi pabrik.
7. NVIDIA Memiliki AI Baru Bernama MotionBricks

NVIDIA juga memperkenalkan perkembangan menarik di dunia animasi game melalui AI bernama MotionBricks.
AI ini bisa membuat animasi karakter game secara real-time hanya dari perintah sederhana. Contohnya, pengguna bisa memberikan instruksi seperti āambil pedang dengan gaya zombie,ā lalu AI membantu menghasilkan gerakan karakter sesuai instruksi tersebut.
Untuk industri game, animasi karakter adalah proses yang kompleks. Animator perlu membuat gerakan terlihat natural, sesuai konteks, dan tetap terasa hidup. Dengan bantuan AI, proses ini bisa dipercepat, terutama untuk membuat variasi gerakan atau prototyping animasi.
MotionBricks menunjukkan bahwa AI tidak hanya bisa membuat gambar atau teks, tetapi juga mulai memahami gerakan, gaya, dan interaksi karakter di dalam dunia virtual.
8. John Jumper Dikabarkan Pindah dari Google DeepMind ke Anthropic

Kabar penting lain datang dari dunia riset AI. Ilmuwan di balik AlphaFold, John Jumper, dikabarkan pindah dari Google DeepMind ke Anthropic.
AlphaFold sendiri dikenal sebagai salah satu pencapaian besar dalam dunia AI dan sains. Teknologi ini berhasil memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein dan membuktikan bahwa AI bisa membawa dampak besar bagi dunia ilmiah.
Perpindahan sosok penting seperti John Jumper ke Anthropic menjadi menarik karena menunjukkan kompetisi talenta AI semakin ketat. Perusahaan-perusahaan AI besar tidak hanya berlomba membuat chatbot atau model bahasa, tetapi juga mencari ilmuwan yang mampu membawa AI ke level riset yang lebih dalam.
Ini juga menjadi sinyal bahwa AI untuk sains akan semakin penting ke depannya, mulai dari biologi, farmasi, kesehatan, hingga penelitian material.
9. SpaceX Dikabarkan Membeli Anysphere, Pembuat Cursor

Kabar besar lainnya datang dari ekosistem AI coding. SpaceX dikabarkan membeli Anysphere, perusahaan pembuat Cursor, dalam deal senilai $60 miliar.
Cursor dikenal sebagai salah satu tools AI coding yang banyak digunakan developer untuk mempercepat proses menulis, memahami, dan memperbaiki kode. Jika teknologi Cursor masuk ke ekosistem xAI dan SpaceX, hal ini bisa mendukung pengembangan AI coding dan model AI yang lebih kuat.
AI coding kini menjadi salah satu area paling kompetitif. Banyak perusahaan ingin membuat developer bisa bekerja lebih cepat, mengurangi error, dan membangun software dengan bantuan AI. Jika akuisisi ini benar terjadi, dampaknya bisa cukup besar bagi masa depan software development dan integrasi AI di perusahaan teknologi besar.
10. Amazon Dikabarkan Membatalkan Perilisan Film Biopik Sam Altman

Terakhir, dari dunia hiburan, Amazon dikabarkan membatalkan perilisan film biopik Sam Altman berjudul āArtificial.ā
Film yang dibintangi Andrew Garfield ini sebenarnya sudah selesai diproduksi dan mendapat respons positif dalam test screening. Namun, Amazon MGM Studios melepas hak distribusinya di tengah kerja sama besar antara OpenAI dan Amazon.
Kabar ini menarik karena menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya berdampak pada teknologi, tetapi juga dunia hiburan, bisnis, dan relasi antar perusahaan besar. Sam Altman sebagai salah satu figur penting di industri AI tentu menjadi tokoh yang menarik untuk diangkat ke layar lebar. Namun, dinamika bisnis di balik distribusi film tersebut membuat perilisannya berubah arah.
Dari 10 perkembangan ini, terlihat jelas bahwa AI semakin masuk ke berbagai bidang. Developer bisa dibantu dengan Codex dan Cursor, kreator video bisa terbantu dengan Claude dan Palmier, game developer bisa memanfaatkan Unreal Engine dan MotionBricks, sementara dunia medis mulai melihat potensi baru lewat body scanner berbasis AI.
Yang paling penting, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa AI akan semakin dekat dengan pekerjaan manusia. Bukan hanya menggantikan tugas, tetapi membantu mempercepat proses, membuka cara kerja baru, dan menciptakan peluang yang sebelumnya sulit dibayangkan. Virtuenet by PrasetiaĀ akan terus membagikan insight terbaru seputar teknologi, AI, dan transformasi digital agar bisnis Anda bisa lebih siap menghadapi perubahan yang semakin cepat.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:
Jadwal Meeting Tim Marketing Sering Bentrok? Ini 5 Cara Bikin Lebih Rapi
Approval Pembayaran Vendor Masih Manual? Ini 5 Cara Bikin Prosesnya Lebih Rapi
Storage Cepat Penuh Karena File Foto dan Video? Ini 5 Cara Lark Bantu Tim Kerja Lebih Rapi
5 Checklist Bikin Multi-Project Lebih Terstruktur dan Mudah Dipantau
Banyak Bisnis Mulai Pakai CRM WhatsApp karena 7 Masalah Operasional Ini
FAQ (Frequently Ask Question)
Apakah AI benar-benar bisa menggantikan pekerjaan developer?
AI belum sepenuhnya menggantikan developer, tetapi sudah bisa membantu banyak pekerjaan teknis seperti menulis kode, memperbaiki error, memahami dokumentasi, dan mengotomatisasi workflow berulang. Developer tetap dibutuhkan untuk menentukan logic, arsitektur, validasi, dan kualitas akhir dari produk.
Apakah AI untuk dunia medis sudah aman digunakan?
AI di dunia medis memiliki potensi besar, tetapi tetap membutuhkan validasi klinis, pengujian akurasi, dan persetujuan regulasi sebelum digunakan secara luas. Teknologi seperti body scanner berbasis AI masih perlu dipastikan keamanannya agar hasilnya dapat dipercaya.
Apa dampak perkembangan AI ini untuk bisnis?
Dampaknya cukup besar. AI bisa membantu bisnis mempercepat pekerjaan, mengurangi proses manual, meningkatkan produktivitas tim, dan membuka peluang inovasi baru. Namun, bisnis tetap perlu memahami cara penggunaan AI yang tepat agar teknologi ini benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar mengikuti tren.
%20sponsor.png)




