Risiko Kirim Data Lewat WhatsApp: Ini Cara Mencegah Kebocoran!
- Virtuenet

- 11 menit yang lalu
- 5 menit membaca

Di era digital, WhatsApp sudah menjadi alat komunikasi yang nyaris tidak terpisahkan dari aktivitas kerja. Banyak perusahaan menggunakannya untuk koordinasi cepat, berbagi informasi, hingga mengirim file yang berkaitan langsung dengan operasional bisnis.
Namun di balik kemudahan tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: apakah pengiriman data bisnis lewat WhatsApp benar-benar aman?
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika data perusahaan dan data pribadi kini bernilai tinggi, bukan hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi pihak-pihak yang tidak berwenang. Untuk itu, penting bagi setiap individu dan perusahaan untuk memahami serta menerapkan keamanan data agar terhindar dari risiko kebocoran atau penyalahgunaan data.
Risiko Kirim Data Lewat WhatsApp di Lingkungan Kerja
Penggunaan WhatsApp untuk urusan kerja sering kali terjadi karena alasan praktis. Namun, risiko kirim data lewat WhatsAppĀ tidak selalu terlihat di permukaan. WhatsApp bukanlah platform yang dirancang khusus untuk keamanan data perusahaan. Ketika data bisnis dikirim lewat aplikasi chat personal, perusahaan kehilangan banyak kontrol penting atas data tersebut. Risiko ini tidak hanya berdampak pada operasional internal, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.
Ada beberapa hal yang bisa terjadi jika data dikirim lewat WhatsApp, seperti peretasan akun yang bisa terjadi melalui phishing atau malware. Penyadapan lokasi dan media juga bisa terjadi melalui tautan phishing yang mengakses izin browser. Malware dapat mencuri data atau mengambil alih perangkat melalui tautan atau file berbahaya yang dikirim oleh pihak yang tidak sah. Untuk mencegah risiko malware, pengguna harus menghindari aplikasi WhatsApp modifikasi dan tidak menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi seperti WhatsApp GB karena tidak menjamin keamanan. Selain itu, pengguna harus tidak mengklik tautan atau mengunduh file dari pengirim yang tidak dikenal agar data tidak diakses oleh pihak yang tidak sah.
Data Perusahaan dan Data Pribadi: Aset yang Perlu Dilindungi
Setiap perusahaan menyimpan berbagai jenis data, mulai dari:
Data pelanggan
Data transaksi
Dokumen kontrak
Informasi internal strategis
Di saat yang sama, perusahaan juga memproses data pribadiĀ yang dilindungi oleh regulasi, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia. Jika data tersebut bocor atau diakses oleh pihak yang tidak berwenang, dampaknya bisa sangat serius:
Kerugian finansial
Rusaknya reputasi
Hilangnya kepercayaan pelanggan
Potensi sanksi hukum
Jika sudah kehilangan kepercayaan pelanggan akibat kebocoran data, akan sangat sulit untuk memulihkannya. Pencurian data pribadi bisa terjadi jika pengguna memberikan informasi sensitif kepada penipu. Maka dari itu, menjaga keamanan data perusahaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Apa Itu Keamanan Data dan Mengapa Penting untuk Bisnis

Apa itu keamanan data? Keamanan data adalah upaya untuk melindungi data dari akses tidak sah, kebocoran, kehilangan, atau penyalahgunaan. Ada berbagai langkah keamanan yang bisa diterapkan untuk melindungi data, seperti enkripsi, autentikasi, dan kontrol akses.
Keamanan data yang baik tidak hanya melindungi file atau sistem, tetapi juga:
Memastikan data hanya diakses oleh pihak yang berwenang
Menjaga integritas data
Melindungi data bisnis secara berkelanjutan
Di era digital, keamanan data yang kuatĀ menjadi fondasi utama untuk menjaga kelangsungan bisnis.
Kata Sandi yang Aman Saja Tidak Cukup
Banyak perusahaan masih berfokus pada penggunaan kata sandi yang amanĀ dan penggantian kata sandi secara berkala. Langkah ini memang penting, tetapi tidak lagi cukup. Mengapa?
Kata sandi bisa dibagikan
Akun bisa tetap aktif meski karyawan sudah resign
Perangkat yang tidak aman tetap bisa mengakses data
Keamanan data modern menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya mengandalkan satu lapisan perlindungan. Ada beberapa langkah tambahan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan keamanan data. Misalnya, pembajakan akun dapat dilakukan melalui social engineering atau SIM swapping, sehingga penting untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) yang bisa menambah lapisan keamanan dengan PIN saat masuk akun. Selain itu, mode perlindungan ketat juga bisa digunakan untuk membisukan panggilan dari nomor tidak dikenal, yang bisa membantu mencegah upaya peretasan melalui panggilan tidak sah.
Masalah Utamanya: Akses dan Data Tidak Terkontrol
Jika dirangkum, masalah utama kebocoran data bukan semata-mata karena teknologi, tetapi karena:
Akses ke data tidak dibatasi dengan baik
Data bebas berpindah ke aplikasi personal
Tidak ada sistem keamanan terpusat
Tidak ada audit dan visibilitas
Untuk itu, perlu diterapkan kontrol yang lebih ketat untuk mencegah akses yang tidak sah dan mengurangi risiko kebocoran data. Cadangan data di cloud yang tidak terenkripsi berpotensi bocor jika akun email diretas. Pengguna juga harus membatasi interaksi dengan orang yang tidak dikenal untuk meningkatkan keamanan. Selain itu, file yang tidak dikenal, seperti file .apk, dapat mengandung malware yang membahayakan data perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus mulai memikirkan data securityĀ secara menyeluruh, bukan hanya di satu titik.
SealSuite: Solusi Data Security untuk Melindungi Data Bisnis Anda

Untuk menjawab tantangan tersebut, banyak perusahaan mulai mengadopsi pendekatan keamanan terintegrasi seperti SealSuite. Anda bisa mengimplementasikan SealSuite untuk meningkatkan keamanan data dan meminimalkan risiko kirim data lewat WhatsApp.
SealSuite adalah platform data security dan keamanan siberĀ yang dirancang untuk membantu perusahaan:
Melindungi data perusahaan dan data pribadi
Mengontrol akses ke data dan sistem
Mengurangi risiko kebocoran data
Menjaga keamanan kerja di era digital
Pendekatannya bukan melarang penggunaan aplikasi chat, tetapi mencegah data sensitif keluar ke jalur yang tidak aman.
Identity & Access Management: Akses yang Tepat untuk Pihak yang Berwenang
Melalui Identity & Access Management, SealSuite memungkinkan perusahaan untuk:
Membatasi akses ke data berdasarkan peran
Memastikan hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses data
Mencabut akses secara otomatis ketika karyawan keluar
Dengan membatasi akses, perusahaan dapat mengurangi risiko kebocoran data dari dalam.
Endpoint Management: Data Aman di Perangkat yang Aman
SealSuite juga memastikan data bisnis hanya bisa diakses dari perangkat yang memenuhi standar keamanan. Dengan Endpoint Management, perusahaan dapat:
Memblokir akses dari perangkat tidak aman
Mengamankan perangkat kerja secara terpusat
Mencegah akses tidak sah dari perangkat pribadi yang berisiko
Langkah ini sangat penting untuk melindungi data bisnis Anda di lingkungan kerja hybrid.
Data Loss Prevention (DLP): Mencegah Kebocoran Sebelum Terjadi
Fitur Data Loss PreventionĀ membantu perusahaan:
Mencegah pengiriman data sensitif ke aplikasi personal
Membatasi copy dan penyimpanan data
Menjaga agar data tetap berada di sistem yang aman
Dengan DLP, perusahaan dapat mengurangi risiko kebocoran data secara signifikan.
Sistem Keamanan Berbasis Zero Trust
SealSuite menerapkan pendekatan Zero Trust, di mana:
Setiap akses selalu diverifikasi
Tidak ada kepercayaan otomatis
Risiko dinilai secara berkelanjutan
Pendekatan ini sangat relevan untuk menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Audit, Visibilitas, dan Kepatuhan
Berbeda dengan aplikasi chat personal, SealSuite menyediakan:
audit log aktivitas
visibilitas akses ke data dan sistem
dukungan untuk kepatuhan regulasi, termasuk perlindungan data pribadi
Hal ini membantu perusahaan menjaga keamanan data sekaligus memenuhi tuntutan regulasi dan kepercayaan pelanggan. Kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data sangat penting untuk menghindari sanksi hukum dan menjaga kepercayaan pelanggan. Selain itu, kerangka keamanan data yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap bisnis.
Dari Risiko WhatsApp ke Sistem Keamanan Data yang Lebih Terkendali

Mengirim data penting lewat WhatsApp bukanlah kesalahan, tetapi menjadi risiko jika tidak diimbangi dengan sistem keamanan yang tepat.
Dengan pendekatan data security yang terintegrasi, perusahaan dapat:
Menjaga keamanan data perusahaan
Melindungi data pribadi pelanggan
Mencegah kebocoran data sejak awal
Mempertahankan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis
Melindungi Data Bukan Tentang Melarang, Tapi Mengendalikan
Di era digital, perusahaan harus mampu bergerak cepat tanpa mengorbankan keamanan. Itu berarti:
Membatasi akses ke data
Memastikan sistem keamanan yang kuat
Mengelola data dan akses secara terpusat
Dengan solusi seperti SealSuite, perusahaan dapat membangun sistem keamanan data yang tetap aman, terukur, dan berkelanjutan. Ingin mengetahui bagaimana SealSuite dapat membantu melindungi data bisnis Anda? Silakan hubungi tim VirtuenetĀ untuk diskusi dan demo, dan temukan solusi keamanan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:
Capek Pindah-Pindah Aplikasi buat Kerja? Ini Cara Biar Lebih Efisien
AI vs Manual Forecasting: Mana yang Lebih Efektif untuk Perencanaan Keuangan?
Cara Lindungi Bisnis Digital dari Downtime dengan Teknologi Database Terdistribusi
Turnover Karyawan Tinggi? Ini 5 Kesalahan Manajemen SDM yang Sering Tidak Disadari




