top of page

Risiko Kirim Data Lewat WhatsApp: Ini Cara Mencegah Kebocoran!

Kirim Data Lewat WhatsApp

Di era digital, WhatsApp sudah menjadi alat komunikasi yang nyaris tidak terpisahkan dari aktivitas kerja. Banyak perusahaan menggunakannya untuk koordinasi cepat, berbagi informasi, hingga mengirim file yang berkaitan langsung dengan operasional bisnis.

Namun di balik kemudahan tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: apakah pengiriman data bisnis lewat WhatsApp benar-benar aman?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika data perusahaan dan data pribadi kini bernilai tinggi, bukan hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi pihak-pihak yang tidak berwenang. Untuk itu, penting bagi setiap individu dan perusahaan untuk memahami serta menerapkan keamanan data agar terhindar dari risiko kebocoran atau penyalahgunaan data.


Risiko Kirim Data Lewat WhatsApp di Lingkungan Kerja

Penggunaan WhatsApp untuk urusan kerja sering kali terjadi karena alasan praktis. Namun, risiko kirim data lewat WhatsAppĀ tidak selalu terlihat di permukaan. WhatsApp bukanlah platform yang dirancang khusus untuk keamanan data perusahaan. Ketika data bisnis dikirim lewat aplikasi chat personal, perusahaan kehilangan banyak kontrol penting atas data tersebut. Risiko ini tidak hanya berdampak pada operasional internal, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.

Ada beberapa hal yang bisa terjadi jika data dikirim lewat WhatsApp, seperti peretasan akun yang bisa terjadi melalui phishing atau malware. Penyadapan lokasi dan media juga bisa terjadi melalui tautan phishing yang mengakses izin browser. Malware dapat mencuri data atau mengambil alih perangkat melalui tautan atau file berbahaya yang dikirim oleh pihak yang tidak sah. Untuk mencegah risiko malware, pengguna harus menghindari aplikasi WhatsApp modifikasi dan tidak menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi seperti WhatsApp GB karena tidak menjamin keamanan. Selain itu, pengguna harus tidak mengklik tautan atau mengunduh file dari pengirim yang tidak dikenal agar data tidak diakses oleh pihak yang tidak sah.


Data Perusahaan dan Data Pribadi: Aset yang Perlu Dilindungi

Setiap perusahaan menyimpan berbagai jenis data, mulai dari:

  • Data pelanggan

  • Data transaksi

  • Dokumen kontrak

  • Informasi internal strategis

Di saat yang sama, perusahaan juga memproses data pribadiĀ yang dilindungi oleh regulasi, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia. Jika data tersebut bocor atau diakses oleh pihak yang tidak berwenang, dampaknya bisa sangat serius:

  • Kerugian finansial

  • Rusaknya reputasi

  • Hilangnya kepercayaan pelanggan

  • Potensi sanksi hukum

Jika sudah kehilangan kepercayaan pelanggan akibat kebocoran data, akan sangat sulit untuk memulihkannya. Pencurian data pribadi bisa terjadi jika pengguna memberikan informasi sensitif kepada penipu. Maka dari itu, menjaga keamanan data perusahaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.


Apa Itu Keamanan Data dan Mengapa Penting untuk Bisnis


Keamanan Data

Apa itu keamanan data? Keamanan data adalah upaya untuk melindungi data dari akses tidak sah, kebocoran, kehilangan, atau penyalahgunaan. Ada berbagai langkah keamanan yang bisa diterapkan untuk melindungi data, seperti enkripsi, autentikasi, dan kontrol akses.

Keamanan data yang baik tidak hanya melindungi file atau sistem, tetapi juga:

  • Memastikan data hanya diakses oleh pihak yang berwenang

  • Menjaga integritas data

  • Melindungi data bisnis secara berkelanjutan

Di era digital, keamanan data yang kuatĀ menjadi fondasi utama untuk menjaga kelangsungan bisnis.


Kata Sandi yang Aman Saja Tidak Cukup

Banyak perusahaan masih berfokus pada penggunaan kata sandi yang amanĀ dan penggantian kata sandi secara berkala. Langkah ini memang penting, tetapi tidak lagi cukup. Mengapa?

  • Kata sandi bisa dibagikan

  • Akun bisa tetap aktif meski karyawan sudah resign

  • Perangkat yang tidak aman tetap bisa mengakses data

Keamanan data modern menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya mengandalkan satu lapisan perlindungan. Ada beberapa langkah tambahan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan keamanan data. Misalnya, pembajakan akun dapat dilakukan melalui social engineering atau SIM swapping, sehingga penting untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) yang bisa menambah lapisan keamanan dengan PIN saat masuk akun. Selain itu, mode perlindungan ketat juga bisa digunakan untuk membisukan panggilan dari nomor tidak dikenal, yang bisa membantu mencegah upaya peretasan melalui panggilan tidak sah.


Masalah Utamanya: Akses dan Data Tidak Terkontrol

Jika dirangkum, masalah utama kebocoran data bukan semata-mata karena teknologi, tetapi karena:

  • Akses ke data tidak dibatasi dengan baik

  • Data bebas berpindah ke aplikasi personal

  • Tidak ada sistem keamanan terpusat

  • Tidak ada audit dan visibilitas

Untuk itu, perlu diterapkan kontrol yang lebih ketat untuk mencegah akses yang tidak sah dan mengurangi risiko kebocoran data. Cadangan data di cloud yang tidak terenkripsi berpotensi bocor jika akun email diretas. Pengguna juga harus membatasi interaksi dengan orang yang tidak dikenal untuk meningkatkan keamanan. Selain itu, file yang tidak dikenal, seperti file .apk, dapat mengandung malware yang membahayakan data perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus mulai memikirkan data securityĀ secara menyeluruh, bukan hanya di satu titik.


SealSuite: Solusi Data Security untuk Melindungi Data Bisnis Anda


SealSuite

Untuk menjawab tantangan tersebut, banyak perusahaan mulai mengadopsi pendekatan keamanan terintegrasi seperti SealSuite. Anda bisa mengimplementasikan SealSuite untuk meningkatkan keamanan data dan meminimalkan risiko kirim data lewat WhatsApp.

SealSuite adalah platform data security dan keamanan siberĀ yang dirancang untuk membantu perusahaan:

  • Melindungi data perusahaan dan data pribadi

  • Mengontrol akses ke data dan sistem

  • Mengurangi risiko kebocoran data

  • Menjaga keamanan kerja di era digital

Pendekatannya bukan melarang penggunaan aplikasi chat, tetapi mencegah data sensitif keluar ke jalur yang tidak aman.

Identity & Access Management: Akses yang Tepat untuk Pihak yang Berwenang

Melalui Identity & Access Management, SealSuite memungkinkan perusahaan untuk:

  • Membatasi akses ke data berdasarkan peran

  • Memastikan hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses data

  • Mencabut akses secara otomatis ketika karyawan keluar

Dengan membatasi akses, perusahaan dapat mengurangi risiko kebocoran data dari dalam.

Endpoint Management: Data Aman di Perangkat yang Aman

SealSuite juga memastikan data bisnis hanya bisa diakses dari perangkat yang memenuhi standar keamanan. Dengan Endpoint Management, perusahaan dapat:

  • Memblokir akses dari perangkat tidak aman

  • Mengamankan perangkat kerja secara terpusat

  • Mencegah akses tidak sah dari perangkat pribadi yang berisiko

Langkah ini sangat penting untuk melindungi data bisnis Anda di lingkungan kerja hybrid.

Data Loss Prevention (DLP): Mencegah Kebocoran Sebelum Terjadi

Fitur Data Loss PreventionĀ membantu perusahaan:

  • Mencegah pengiriman data sensitif ke aplikasi personal

  • Membatasi copy dan penyimpanan data

  • Menjaga agar data tetap berada di sistem yang aman

Dengan DLP, perusahaan dapat mengurangi risiko kebocoran data secara signifikan.

Sistem Keamanan Berbasis Zero Trust

SealSuite menerapkan pendekatan Zero Trust, di mana:

  • Setiap akses selalu diverifikasi

  • Tidak ada kepercayaan otomatis

  • Risiko dinilai secara berkelanjutan

Pendekatan ini sangat relevan untuk menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Audit, Visibilitas, dan Kepatuhan

Berbeda dengan aplikasi chat personal, SealSuite menyediakan:

  • audit log aktivitas

  • visibilitas akses ke data dan sistem

  • dukungan untuk kepatuhan regulasi, termasuk perlindungan data pribadi

Hal ini membantu perusahaan menjaga keamanan data sekaligus memenuhi tuntutan regulasi dan kepercayaan pelanggan. Kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data sangat penting untuk menghindari sanksi hukum dan menjaga kepercayaan pelanggan. Selain itu, kerangka keamanan data yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap bisnis.


Dari Risiko WhatsApp ke Sistem Keamanan Data yang Lebih Terkendali


SealSuite

Mengirim data penting lewat WhatsApp bukanlah kesalahan, tetapi menjadi risiko jika tidak diimbangi dengan sistem keamanan yang tepat.

Dengan pendekatan data security yang terintegrasi, perusahaan dapat:

  • Menjaga keamanan data perusahaan

  • Melindungi data pribadi pelanggan

  • Mencegah kebocoran data sejak awal

  • Mempertahankan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis


Melindungi Data Bukan Tentang Melarang, Tapi Mengendalikan

Di era digital, perusahaan harus mampu bergerak cepat tanpa mengorbankan keamanan. Itu berarti:

  • Membatasi akses ke data

  • Memastikan sistem keamanan yang kuat

  • Mengelola data dan akses secara terpusat

Dengan solusi seperti SealSuite, perusahaan dapat membangun sistem keamanan data yang tetap aman, terukur, dan berkelanjutan. Ingin mengetahui bagaimana SealSuite dapat membantu melindungi data bisnis Anda? Silakan hubungi tim VirtuenetĀ untuk diskusi dan demo, dan temukan solusi keamanan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.





Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:



Virtuenet IG Background 01.jpg
lark lets get started.jpg

Hubungi kami sekarang!

Thanks for submitting!

Virtuenet IG Background Blog.jpg
Virtuenet by Prasetia logo

Graha Aruna, Jalan Antara No. 47
Kel. Pasar Baru, Sawah Besar
Jakarta Pusat 10710

whatsapp number
virtuenet instagram
virtuenet linkedin
virtuenet youtube

@2024 Virtuenet by Prasetia

bottom of page