5 Cara Mengatasi Project Management Berantakan
- Virtuenet

- 27 Jan
- 3 menit membaca

Project management yang berantakan bisa menjadi salah satu penyebab operasional bisnis berjalan lambat. Ketika pembagian tugas tidak jelas, proses approval sulit dipantau, dan progress project tidak terlihat secara real-time, tim akan lebih mudah mengalami miskomunikasi dan pekerjaan pun berisiko tertunda.
Masalah ini sering terjadi ketika bisnis belum memiliki sistem kerja yang terstruktur. Tim mungkin sudah bekerja keras, tetapi tanpa workflow yang jelas, hasilnya belum tentu efisien. Karena itu, bisnis perlu mulai membenahi cara mengelola project agar setiap pekerjaan bisa berjalan lebih rapi, transparan, dan mudah dipantau.
Berikut 5 cara mengatasi project management berantakan agar operasional bisnis menjadi lebih efisien.
1. Tentukan PIC yang Jelas untuk Setiap Project

Salah satu penyebab project management berantakan adalah tidak adanya kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas sebuah project. Ketika banyak orang terlibat, tetapi tidak ada PIC utama, pekerjaan bisa berjalan tanpa arah yang jelas.
Dengan menggunakan fitur seperti Lark Base, tim dapat membuat workflow project yang lebih terstruktur. Setiap task bisa dilengkapi dengan informasi PIC, status pekerjaan, deadline, hingga prioritas. Hal ini membantu tim mengetahui siapa yang harus men-take project, siapa yang sedang mengerjakan, dan apa langkah berikutnya.
2. Buat Tracking Project Management yang Lebih Precise

Tracking manual sering membuat progress project sulit dipantau. Tim harus bertanya satu per satu untuk mengetahui update pekerjaan, sementara manajemen tidak punya visibility yang jelas terhadap status project secara keseluruhan.
Melalui Lark Base, bisnis dapat membuat sistem tracking project yang lebih precise. Progress pekerjaan bisa dipantau dalam satu tempat, mulai dari task yang belum dikerjakan, sedang berjalan, menunggu approval, hingga selesai.
Dengan visibility ini, tim tidak lagi bekerja berdasarkan asumsi. Semua orang bisa melihat status terbaru dan memahami bagian mana yang perlu segera ditindaklanjuti.
3. Rapikan Proses Approval agar Tidak Menghambat Pekerjaan
Approval yang tidak jelas sering menjadi penyebab project tertahan. Tim mungkin sudah menyelesaikan pekerjaan, tetapi tidak tahu siapa yang harus menyetujui atau di tahap mana approval sedang berhenti.
Untuk mengatasi hal ini, fitur Lark ApprovalĀ dapat membantu bisnis membuat alur persetujuan yang lebih terarah. Setiap proses approval bisa dibuat lebih sistematis, sehingga tim tahu siapa yang perlu memberikan persetujuan dan keputusan apa yang masih menunggu tindak lanjut.
Dengan proses approval yang lebih jelas, pekerjaan bisa bergerak lebih cepat dan risiko miskomunikasi dapat dikurangi.
4. Satukan Komunikasi Tim dalam Satu Ekosistem Kerja
Project management sering menjadi berantakan karena komunikasi tersebar di banyak platform. Update project ada di chat, dokumen ada di tempat lain, sementara keputusan penting sulit ditemukan kembali.
Dengan Lark Messenger, komunikasi tim dapat dilakukan dalam satu ekosistem kerja yang terhubung dengan kebutuhan project. Tim bisa berdiskusi, memberi update, dan berkoordinasi tanpa harus berpindah-pindah platform.
Hal ini membuat komunikasi lebih rapi, terutama saat tim perlu membahas progress, kendala, atau keputusan penting terkait project.
5. Kelola Dokumen Project agar Mudah Diakses Tim
Selain komunikasi, dokumen juga menjadi bagian penting dalam project management. Jika dokumen tersebar, tim bisa kehilangan versi terbaru, salah membaca informasi, atau mengulang pekerjaan yang sebenarnya sudah selesai.
Melalui Lark Docs, tim dapat membuat, mengedit, dan membagikan dokumen project secara kolaboratif. Semua informasi penting, mulai dari brief, timeline, catatan meeting, hingga update pekerjaan, bisa disimpan dan diakses dengan lebih mudah.
Dengan dokumen yang terorganisir, tim dapat bekerja berdasarkan informasi yang sama dan mengurangi risiko kesalahan dalam eksekusi.

Project management yang berantakan dapat berdampak besar pada produktivitas bisnis. Tanpa sistem yang jelas, tim akan kesulitan mengetahui siapa yang bertanggung jawab, siapa yang perlu memberikan approval, dan sejauh mana progress project berjalan.
Dengan memanfaatkan fitur seperti Lark BaseĀ untuk tracking dan workflow, Lark ApprovalĀ untuk proses persetujuan, Lark MessengerĀ untuk komunikasi, serta Lark DocsĀ untuk kolaborasi dokumen, bisnis dapat membangun sistem kerja yang lebih rapi dan transparan.
Impact-nya bisa sangat besar. Tim menjadi lebih mudah melakukan tracking project management, approval lebih terarah, dan operasional bisnis berjalan lebih efisien. Pada akhirnya, project management yang rapi bukan hanya membantu pekerjaan selesai lebih cepat, tetapi juga membuat bisnis lebih siap menghadapi kebutuhan operasional di 2026.
Jika Anda ingin mulai menerapkan project management sesuai kebutuhan bisnis dan konteks operasional perusahaan dengan LarkĀ , Hubungi tim VirtuenetĀ untuk konsultasi dan demo, dan temukan bagaimana project management bisnis dapat menjadi langkah cerdas menuju operasional yang lebih efisien di 2026.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:
%20sponsor.png)




