top of page

Claude Bikin Software dari 2 Prompt, Robot Kini Lebih Cepat dari Usain Bolt!

28 Agu
6 menit membaca
Dari Claude Bikin Software Cuma 2 Prompt sampai Robot Lebih Cepat dari Usain Bolt, Ini 10 AI News Minggu Ini!

Perkembangan AI minggu ini kembali menunjukkan bahwa teknologi ini berkembang jauh melampaui chatbot yang hanya bisa menjawab pertanyaan. AI agent mulai mampu membuat software sendiri, bekerja dalam tim dengan agent lain, mempelajari tugas fisik hanya dengan melihat demonstrasi, hingga membantu mendesain protein yang benar-benar bekerja di laboratorium.

Di sisi lain, perkembangan robotics juga semakin menarik. Robot humanoid kini diklaim mampu berlari lebih cepat dari kecepatan puncak Usain Bolt.

Berikut 10 perkembangan AI terbaru yang menarik perhatian minggu ini.

1. Claude Code Punya Mode ā€œConciseā€

Claude Code Punya Mode ā€œConciseā€

Claude Code kini memiliki built-in Concise modeĀ yang dirancang untuk mengurangi narasi, pembukaan, dan rangkuman berulang.

Untuk pertanyaan sederhana, jawabannya bahkan bisa hanya 1–3 kalimat. Yang berubah bukan kemampuan Claude dalam mengerjakan tugas, tetapi bagaimana hasilnya disampaikan kepada pengguna.

Bagi developer yang menggunakan coding agent sepanjang hari, fitur sederhana seperti ini dapat membuat workflow terasa lebih cepat karena pengguna bisa langsung melihat hasil atau keputusan penting tanpa membaca penjelasan panjang yang sebenarnya tidak diperlukan.

2. AI Mulai Menghilangkan Ketergantungan pada Software Khusus

Paolo Rosson mendapat hasil scan rahang 3D dalam sekitar 800 file DICOM, format yang biasanya membutuhkan software khusus untuk dibuka.

Alih-alih mencari software tersebut, file diberikan kepada Claude Code. Hanya dengan dua prompt, Claude disebut berhasil membuat viewer khusus untuk membuka dan memvisualisasikan data tersebut.

Kasus ini memperlihatkan perubahan menarik dari penggunaan AI. Jika sebelumnya seseorang harus mencari aplikasi yang tepat untuk suatu kebutuhan, coding agent mulai memungkinkan software dibuat secara on-demandĀ berdasarkan masalah pengguna saat itu.

3. Sistem Agent NVIDIA Membuat Claude Mencapai 100% di ARC-AGI-3

Sistem Agent NVIDIA Membuat Claude Mencapai 100% di ARC-AGI-3

NVIDIA menunjukkan seberapa besar pengaruh agent architectureĀ melalui sistem bernama Agentic Variation Operators atau AVO.

Menggunakan Claude Opus 5, AVO berhasil menyelesaikan seluruh 183 levelĀ pada public set ARC-AGI-3 dengan skor 100.00 RHAE.

Menariknya, Claude Opus 5 sebagai model baseline disebut hanya berada di kisaran 30%. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan agent bukan hanya bergantung pada modelnya, tetapi juga sistem di sekitarnya seperti persistent memory, supervision, tool use, context management, dan execution loop.

4. Nous Membuat ā€œGroup Chatā€ Khusus untuk AI Agent

Nous Research menghadirkan Hermes Bot Mode, sebuah sistem yang membuat AI agent terasa seperti tim digital.

Setiap bot bisa memiliki role, model, memory, skills, personality, dan chat historyĀ masing-masing. Bot tersebut kemudian dapat saling mengirim pesan, melakukan handoff melalui mention, berdiskusi dalam group chat, hingga menjalankan rutinitas berulang di desktop.

Konsep ini memperlihatkan arah penggunaan AI agent yang semakin menarik: bukan lagi satu AI yang mengerjakan semuanya, tetapi beberapa agent spesialis yang berkolaborasi berdasarkan tugas masing-masing.

5. AirTag di Buku Langka Disebut Mengarah ke Fasilitas AI Amazon

Investigasi 404 MediaĀ menyembunyikan perangkat pelacak dalam salah satu kiriman sekitar 1.000 buku, lalu mengikuti perjalanannya hingga berakhir di fasilitas Amazon di Las Vegas.

Menurut laporan tersebut, pekerja di fasilitas itu memotong bagian binding buku sehingga halaman dapat dipindai lebih cepat untuk kebutuhan AI training. Salinan fisiknya pun rusak dalam proses tersebut.

Kasus ini memunculkan kembali diskusi mengenai besarnya kebutuhan data berkualitas tinggi untuk melatih AI, sekaligus pertanyaan mengenai copyright dan preservasi buku fisik.

6. Model Coding Bisa Dilatih untuk ā€œMelukisā€ Lewat JavaScript

Designer Surya NarreddiĀ bersama timnya bereksperimen melatih language model menggunakan reinforcement learning agar mampu membuat lukisan bergaya watercolor melalui kode JavaScript.

Model menulis sketch menggunakan p5.brush JavaScript, hasilnya kemudian dirender menjadi gambar dan dinilai untuk menghasilkan reward signal selama proses training.

Hal menariknya, output akhir tetap berupa kode. Artinya pengguna masih dapat mengedit elemen, komposisi, hingga brush stroke secara lebih granular dibanding hanya menerima gambar final dari image generator.

7. Robot Humanoid Unitree Disebut Melampaui Kecepatan Puncak Usain Bolt

Robot Humanoid Unitree Disebut Melampaui Kecepatan Puncak Usain Bolt

Robot humanoid ā€œSupermanā€ milik UnitreeĀ diklaim mampu mencapai kecepatan 12,66 meter per detik atau sekitar 45,6 km/jam.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding peak speed Usain Bolt yang sering disebut sekitar 12,42 meter per detikĀ saat mencetak rekor dunia 100 meter.

Namun kecepatan tinggi belum berarti kontrolnya sempurna. Setelah itu, robot tersebut dilaporkan kehilangan kendali dan menabrak dua kotak listrik.

Perkembangan ini menunjukkan dua sisi robotics saat ini: kemampuan fisiknya meningkat sangat cepat, sementara stabilitas dan safety tetap menjadi tantangan penting.

8. Robot Generalist Bisa Belajar Tugas Baru Hanya dari Sekali Demonstrasi

Generalist AI memperkenalkan GEN-1.5, robot foundation model yang diklaim dapat mempelajari physical skill baru hanya dengan melihat satu demonstrasi selama 3–12 detik.

Generalist menyebut metode ini sebagai physical prompting.

Demonstrasi dimasukkan ke context window model, kemudian robot langsung mencoba tugas tersebut tanpa gradient update, fine-tuning, atau retraining.

Jika pendekatan seperti ini terus berkembang, cara manusia mengajari robot bisa menjadi jauh lebih natural. Kita tidak selalu perlu memprogram tugas baru secara detail—cukup menunjukkan bagaimana cara melakukannya.

9. Claude Berhasil Mendesain Protein yang Bekerja di Laboratorium

Perkembangan menarik lainnya datang dari eksperimen Anthropic.

Claude digunakan untuk mendesain protein terhadap 15 target terkait penyakit, dan independent labs mengonfirmasi adanya binder yang bekerja untuk 14 dari 15 targetĀ tersebut.

Dalam setup terbaiknya, success rate mencapai 35,1%, sementara Anthropic menyebut kisaran umum protein-design campaign berada sekitar 10–15%.

Yang membuat eksperimen ini penting adalah hasil AI tidak hanya berhenti di komputer. Kandidat protein tersebut benar-benar diproduksi dan diuji oleh laboratorium eksternal, termasuk Adaptyv Bio dan Twist Bioscience.

10. Anthropic Disebut Bisa Mencapai Valuasi US$2 Triliun

Perkembangan teknologi Claude juga berjalan bersamaan dengan pertumbuhan bisnis Anthropic.

Menurut laporan Financial Times, sejumlah investor memperkirakan Anthropic dapat mencapai valuasi US$2 triliun atau lebih, dengan kemungkinan IPO dipersiapkan paling cepat Oktober.

Jika benar terealisasi, pembuat Claude yang baru berusia sekitar lima tahun tersebut akan masuk ke jajaran perusahaan paling bernilai di dunia.

Lonjakan valuasi ini sekaligus menggambarkan bagaimana nilai ekonomi industri teknologi semakin bergeser menuju perusahaan yang membangun foundational AI dan AI agent.

AI Bergerak dari ā€œModel Pintarā€ Menjadi Sistem yang Bisa Bertindak

Sepuluh perkembangan minggu ini menunjukkan bahwa perlombaan AI mulai berubah.

Model yang semakin pintar memang masih penting. Namun kemampuan AI dalam menggunakan tools, mempertahankan memory, bekerja bersama agent lain, membuat software, mempelajari tugas baru hingga menjalankan workflow ilmiah mulai menjadi faktor pembeda yang semakin besar.

AVO menunjukkan bahwa architecture di sekitar sebuah model dapat meningkatkan kemampuan agent secara drastis. Hermes Bot Mode membawa konsep multi-agent semakin dekat dengan workflow sehari-hari. GEN-1.5 membawa konsep prompting ke dunia fisik. Sementara eksperimen protein Claude menunjukkan bahwa hasil kerja AI mulai dapat diuji langsung di dunia nyata.

Pertanyaan berikutnya mungkin bukan lagi sekadar ā€œmodel AI mana yang paling pintar?ā€, melainkan ā€œseberapa efektif AI tersebut bisa bekerja, belajar, menggunakan tools, dan menyelesaikan masalah nyata?ā€. Hubungi Virtuenet by PrasetiaĀ untuk mendiskusikan solusi teknologi yang dapat membantu tim bekerja lebih efektif dan terintegrasi.




Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Apa perkembangan AI paling menarik minggu ini?

    Beberapa perkembangan yang paling menonjol adalah NVIDIA AVO yang mencapai skor 100 pada public set ARC-AGI-3 menggunakan Claude Opus 5, GEN-1.5 yang dapat mempelajari tugas robotik dari satu demonstrasi, serta eksperimen Claude yang menghasilkan protein binder yang berhasil diuji di laboratorium.

  2. Apakah AI agent berbeda dengan chatbot AI biasa?

    Ya. Chatbot umumnya berfokus pada interaksi berbasis percakapan, sedangkan AI agent dapat menggunakan tools, mempertahankan memory, menjalankan beberapa langkah secara mandiri, berinteraksi dengan aplikasi, hingga berkolaborasi dengan agent lain untuk menyelesaikan suatu tujuan.

  3. Apakah robot sekarang sudah bisa belajar seperti manusia?

    Belum sepenuhnya. Namun GEN-1.5 menunjukkan perkembangan menarik karena dapat mencoba physical skill baru setelah melihat demonstrasi selama 3–12 detik tanpa retraining. Kemampuan ini masih memiliki keterbatasan, tetapi menunjukkan bahwa cara robot mempelajari tugas baru mulai menjadi lebih fleksibel.

Sumber Artikel

Semua informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan media teknologi, publikasi perusahaan, dan sumber resmi yang dapat diverifikasi. Berikut sumber utama yang digunakan:

Claude Code Output Styles: Concise Mode Explained — Claude Code Blog, 20 Agustus 2026. Membahas built-in Concise output style yang membuat jawaban Claude Code lebih pendek dan langsung. Baca sumber Claude Code Concise Mode

Cara Buka File DICOM Tanpa Software Mahal Pakai AI — LidahTekno, 20 Agustus 2026. Membahas pengalaman Paolo Rosson membuka sekitar 800 file DICOM dan membuat viewer menggunakan Claude Code. Baca sumber DICOM Claude Code

NVIDIA AVO Reaches 100% on ARC-AGI-3 — NVIDIA Technical Blog, 21 Agustus 2026. Publikasi NVIDIA mengenai AVO yang menyelesaikan seluruh 183 level pada public set ARC-AGI-3 menggunakan Claude Opus 5. Baca sumber NVIDIA AVO

Hermes Bot Mode — Nous Research. Dokumentasi repository resmi mengenai agent profiles, memory, skills, routines, bot-to-bot messaging, dan group collaboration. Baca sumber Hermes Bot Mode

We Tracked a Shipment of Rare Books. It Ended at an Amazon AI Training Facility — 404 Media, 17 Agustus 2026. Investigasi mengenai pengiriman buku yang dilacak menuju fasilitas Amazon di Las Vegas dan proses destructive scanning untuk AI training. Baca investigasi 404 Media

Training AI to Paint with Code — Surya Narreddi, Maret 2026. Penjelasan eksperimen reinforcement learning yang mengajarkan language model membuat watercolor melalui p5.brush JavaScript. Baca eksperimen Surya Narreddi

Unitree Unveils a Robot It Says Can Run Faster Than Usain Bolt — Business Insider, Agustus 2026. Membahas robot Superman milik Unitree dengan klaim kecepatan 12,66 m/s.

GEN-1.5: Embodied Foundation Models are One-Shot Learners — Generalist AI, 19 Agustus 2026. Publikasi resmi mengenai robot foundation model yang dapat belajar dari demonstrasi selama 3–12 detik tanpa fine-tuning. Baca sumber GEN-1.5

How Claude is Accelerating Protein Design and Analytical Chemistry — Anthropic, 18 Agustus 2026. Penelitian mengenai Claude yang mendesain protein binder untuk 15 target, dengan hasil yang kemudian diuji oleh laboratorium eksternal.

Anthropic Investors Bet on $2tn Valuation in Record IPO — Financial Times, Agustus 2026. Laporan mengenai potensi IPO Anthropic dan ekspektasi investor terhadap valuasi US$2 triliun atau lebih.

Virtuenet IG Background 01.jpg
lark lets get started.jpg

Hubungi kami sekarang!

Thanks for submitting!

bottom of page