Dari OpenAI Punya Controller AI Sampai Satu Prompt Bisa Bikin Scene di Blender, AI Minggu Ini Makin Gokil!
- Virtuenet

- 6 menit yang lalu
- 6 menit membaca

Perkembangan artificial intelligence minggu ini kembali menunjukkan bahwa AI tidak lagi hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan atau membuat tulisan. Teknologi ini mulai hadir dalam bentuk perangkat fisik, membantu proses produksi film, membangun dunia tiga dimensi, mengatur pakaian, hingga membuat peta 3D secara real-time.
Persaingan antara perusahaan AI Amerika Serikat dan China juga semakin panas. Model-model AI terbuka kini memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan kemampuan yang diklaim mampu menantang sistem AI tertutup dari perusahaan teknologi terkemuka.
āBaca Selengkapnya: ChatGPT vs Gemini vs Claude: AI Mana yang Terbaik untuk Bisnis Anda? (2026)
Berikut sepuluh perkembangan AI paling menarik minggu ini yang menunjukkan seberapa cepat teknologi tersebut berkembang.
1. Mira Murati Merilis Model AI Terbuka Terkuat dari Amerika

Thinking Machines, perusahaan AI yang didirikan oleh mantan Chief Technology Officer OpenAI, Mira Murati, meluncurkan model AI bernama Inkling. Model tersebut memiliki 975 miliar parameter dan dapat diunduh serta dikembangkan sendiri oleh siapa saja. Kehadiran Inkling menjadi salah satu perkembangan penting dalam persaingan model AI terbuka karena selama ini banyak model terkuat hanya dapat digunakan melalui layanan tertutup.
Thinking Machines juga memiliki platform bernama Tinker yang memungkinkan perusahaan melatih dan menyesuaikan model AI berdasarkan kebutuhan mereka. Platform tersebut bahkan telah membantu perusahaan investasi Bridgewater mengembangkan model AI khusus untuk bidang keuangan. Model itu dikabarkan mampu mengungguli sejumlah sistem AI tertutup dengan biaya operasional sekitar 14 kali lebih murah.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak selalu harus menggunakan model AI tertutup dengan biaya tinggi. Mereka mulai memiliki pilihan untuk membangun sistem AI yang lebih khusus, fleksibel, dan ekonomis.
2. OpenAI Memiliki Controller AI Agent Seharga US$230

Perkembangan AI tidak hanya terjadi pada software. OpenAI kini memiliki produk hardware berupa controller AI agent bernama Codex Micro.
Perangkat seharga US$230 ini berbentuk keyboard mini yang dilengkapi 13 tombol. Setiap tombol dirancang untuk membantu developer mengontrol berbagai AI agent ketika menjalankan pekerjaan. Lampu pada Codex Micro dapat menunjukkan status AI agent, seperti sedang berpikir, menunggu instruksi, atau telah menyelesaikan tugas. Joystick pada perangkat tersebut dapat digunakan untuk menjalankan alur kerja, sedangkan tombol putar fisiknya memungkinkan developer mengatur seberapa besar kemampuan berpikir yang digunakan AI.
Codex Micro memperlihatkan gambaran baru tentang cara manusia berinteraksi dengan AI agent. Jika sebelumnya AI dikontrol melalui layar dan perintah teks, kini pengguna mulai dapat mengaturnya melalui perangkat fisik khusus.
3. China Berhasil Mengejar Keunggulan AI Amerika

Moonshot AI dari China meluncurkan Kimi K3, model AI yang diklaim mampu menantang Claude Fable 5 dan GPT-5.6 Sol.
Kimi K3 memiliki 2,8 triliun parameter dan disebut sebagai model AI open-weight terbesar yang pernah dirilis hingga saat ini. Ukuran model tersebut memperlihatkan besarnya investasi dan perkembangan industri AI China. Negara tersebut tidak hanya mengejar kemampuan model AI Amerika, tetapi juga semakin agresif menawarkan model yang dapat diakses dan dikembangkan secara lebih terbuka.
Persaingan AI global pun kini tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model paling pintar. Keterbukaan model, biaya penggunaan, kemampuan coding, dan kemudahan pengembangan menjadi faktor yang semakin penting.
4. Satu Prompt Bisa Membuat Seluruh Scene di Blender

Seorang developer yang sebelumnya belum pernah menggunakan Blender berhasil membuat sebuah adegan tiga dimensi melalui instruksi kepada AI. Ia menghubungkan GPT-5.6 Sol dengan Blender menggunakan Cursor, kemudian meminta AI membuat sebuah MacBook yang melayang. Permintaannya mencakup material, pencahayaan, animasi, hingga hasil render akhir.
AI tersebut kemudian mengatur berbagai tools yang dibutuhkan dan membangun adegan secara otomatis. Sementara itu, developer cukup memberikan instruksi melalui prompt tanpa perlu mengoperasikan Blender secara langsung.
Eksperimen ini menunjukkan bahwa keahlian menggunakan software kompleks kemungkinan akan semakin mudah diakses. Pengguna tidak selalu harus memahami setiap menu atau tombol, selama mampu menjelaskan hasil akhir yang diinginkan secara jelas.
5. Netflix Menggunakan AI dalam Sekitar 300 Produksi

Netflix mengungkapkan bahwa generative AI telah digunakan dalam kurang lebih 300 film dan serial sepanjang tahun ini.
Teknologi tersebut dimanfaatkan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pembuatan konsep awal, visualisasi sebelum syuting, hingga proses pascaproduksi. AI juga digunakan untuk membuat adegan kerumunan, pertempuran, dan berbagai visual berbiaya tinggi. Sebelumnya, beberapa adegan semacam itu mungkin sulit dibuat karena membutuhkan anggaran produksi yang sangat besar.
Pemanfaatan AI tidak selalu berarti seluruh film dibuat secara otomatis. Teknologi ini lebih banyak digunakan sebagai alat untuk membantu tim kreatif mempercepat proses visualisasi dan merealisasikan ide yang sebelumnya terlalu mahal atau rumit.
āBaca Selengkapnya: Dari Edit Video Otomatis Sampai Detect Speed Kendaraan, AI Minggu Ini Makin Gokil!
6. AI Bisa Mengatur Lemari dan Membuat Kombinasi Outfit

Kemampuan yang belum lama ini mungkin dianggap cukup besar untuk dijadikan sebuah startup kini dapat dilakukan oleh satu sistem AI.
Seorang mahasiswa Stanford memberikan GPT-5.6 Sol akses ke koleksi fotonya. AI tersebut kemudian menemukan setiap pakaian yang ia miliki, mengatur isi lemari, serta merancang berbagai kombinasi outfit baru.
Tidak berhenti di sana, AI juga menampilkan hasil kombinasi pakaian tersebut secara virtual pada tubuh pengguna. Eksperimen ini memperlihatkan bagaimana AI dapat menggabungkan kemampuan pengenalan gambar, pengelompokan data, rekomendasi personal, dan generasi visual dalam satu alur kerja.
Di masa depan, kemampuan serupa dapat digunakan oleh industri fashion, e-commerce, personal stylist, atau platform belanja online untuk memberikan pengalaman yang lebih personal kepada pelanggan.
7. Video Biasa Bisa Diubah Menjadi Peta 3D secara Real-Time

Model open-source bernama LingBot-Map mampu mengubah rekaman video biasa menjadi peta tiga dimensi yang terus berkembang.
Model tersebut dapat memproses video dengan kecepatan sekitar 20 frame per detik. Teknologi ini juga tidak membutuhkan sensor LiDAR dan tetap stabil meskipun harus memproses lebih dari 10.000 frame. Karena dirilis secara terbuka, LingBot-Map dapat dikembangkan lebih lanjut untuk berbagai kebutuhan, seperti robotika, drone, navigasi, dan spatial computing.
Kemampuan membangun peta hanya dari rekaman kamera dapat mengurangi ketergantungan terhadap sensor tambahan yang mahal. Robot atau drone berpotensi memahami lingkungan sekitarnya hanya dengan menggunakan kamera biasa dan sistem AI.
8. Guru Mendapatkan Akses Claude Premium Gratis Setahun

Anthropic memberikan akses Claude premium gratis selama satu tahun kepada guru tingkat Kā12 yang telah terverifikasi.
Claude dilengkapi kemampuan mengajar yang terhubung dengan kurikulum berbasis bukti dan standar pendidikan di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat. Anthropic juga membuka kode perangkat pembelajarannya sehingga setiap sekolah dapat menyesuaikan serta mengembangkannya secara mandiri.
Program ini menunjukkan bahwa perusahaan AI mulai melihat pendidikan sebagai area penggunaan yang penting. AI bukan hanya digunakan untuk membantu siswa menjawab soal, tetapi juga dapat membantu guru menyiapkan materi, merancang aktivitas pembelajaran, dan menyesuaikan metode pengajaran.
9. Xi Jinping Mendorong Pengembangan AI Open-Source

Dalam konferensi AI terbesar di China, Presiden Xi Jinping menyerukan pengembangan AI open-source dan kolaborasi global yang lebih luas. Ia mendorong agar teknologi AI semakin terbuka, dapat diakses oleh lebih banyak pihak, dan dikembangkan melalui kerja sama internasional.
Ketika banyak laboratorium di Amerika Serikat masih membatasi akses terhadap model terkuatnya, China berusaha memosisikan diri sebagai pemimpin dalam pengembangan AI terbuka.
Strategi tersebut dapat membantu perusahaan dan developer dari berbagai negara memperoleh akses ke teknologi AI canggih tanpa sepenuhnya bergantung pada layanan tertutup.
10. Claude Fable 5 Menjadi Bagian Permanen Paket Berlangganan

Anthropic resmi menjadikan Claude Fable 5 sebagai bagian permanen dari paket berlangganannya.
Setelah sebelumnya hanya tersedia melalui perpanjangan sementara, Fable 5 menjadi fitur standar dalam paket Max dan Team Premium mulai 20 Juli.
Namun, penggunaannya dibatasi sebesar 50 persen dari kapasitas normal. Pengumuman ini dirilis pada hari yang sama ketika Kimi K3 berhasil menempati posisi teratas dalam salah satu leaderboard coding utama.
Waktu pengumuman tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan antarperusahaan AI. Ketika satu perusahaan meluncurkan model baru, perusahaan lain perlu segera meningkatkan akses, fitur, atau nilai paket berlangganannya.
AI Semakin Terbuka dan Semakin Dekat dengan Aktivitas Sehari-hari
Perkembangan minggu ini menunjukkan bahwa AI bergerak dalam dua arah sekaligus. Di satu sisi, model AI semakin besar, terbuka, dan kompetitif. Di sisi lain, penerapannya semakin dekat dengan aktivitas nyata manusia.
AI kini dapat dikontrol menggunakan perangkat fisik, membuat scene di Blender, mengatur lemari pakaian, membangun peta 3D, membantu produksi film, hingga mendukung pekerjaan guru.
Hal ini memperlihatkan bahwa persaingan AI berikutnya mungkin tidak hanya berfokus pada siapa yang memiliki model dengan parameter terbesar. Pemenangnya juga akan ditentukan oleh siapa yang mampu membuat AI lebih mudah digunakan, lebih terjangkau, dan lebih relevan untuk menyelesaikan pekerjaan nyata.
Virtuenet membantu bisnis memilih dan mengimplementasikan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan operasional, kolaborasi, keamanan, dan transformasi kerja. Hubungi Virtuenet by PrasetiaĀ untuk mendiskusikan solusi teknologi yang dapat membantu tim bekerja lebih efektif dan terintegrasi.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:
FAQ (Frequently Ask Question)
Apa itu model AI open-source atau open-weight?
Model AI open-source atau open-weight adalah model yang komponen tertentu, terutama bobot modelnya, dapat diakses oleh publik. Developer dan perusahaan dapat mempelajari, menjalankan, menyesuaikan, atau mengembangkan model tersebut sesuai ketentuan lisensinya.
Apakah AI bisa menggantikan penggunaan software seperti Blender?
AI dapat membantu menjalankan berbagai fungsi di dalam Blender melalui instruksi bahasa alami. Namun, pengetahuan tentang desain 3D tetap dibutuhkan untuk mengevaluasi kualitas, memperbaiki kesalahan, dan memastikan hasil akhirnya sesuai kebutuhan.
Mengapa perusahaan teknologi berlomba merilis model AI terbuka?
Model AI terbuka dapat mempercepat inovasi karena developer dan perusahaan dapat mengembangkannya untuk berbagai kebutuhan. Strategi ini juga membantu membangun ekosistem, memperluas adopsi, dan mengurangi ketergantungan pengguna terhadap platform AI tertutup.
%20sponsor.png)

