Aplikasi CRM: 10 Pilihan Terbaik dan Cara Memilihnya
Diperbarui: 3 hari yang lalu

Aplikasi CRM adalah perangkat lunak untuk menyimpan data pelanggan dan mengelola seluruh interaksi dengan mereka dalam satu tempat: kontak dan riwayatnya, pipeline penjualan dari prospek sampai deal, layanan pelanggan lintas kanal, serta otomasi dan laporan untuk manajemen. Istilah software CRM dan sistem CRM merujuk pada kategori yang sama, dan daftar di bawah mencakup ketiganya.
Artikel ini menyusun 10 aplikasi CRM yang relevan untuk bisnis di Indonesia berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan peringkat. Kelompoknya: tim sales dan layanan pelanggan yang berpusat di WhatsApp, tim sales kecil dengan pipeline visual, tim marketing, perusahaan besar dengan ekosistem ERP, sampai UMKM ritel. Sebagai pengungkapan: Virtuenet by Prasetia adalah partner resmi Mekari dan Qiscus, sehingga Mekari Qontak dan Qiscus dibahas lebih rinci berdasarkan halaman resminya. Produk lain ditulis pada tingkat positioning yang tertulis di situs resminya masing-masing, tanpa harga dan tanpa klaim fitur yang tidak kami periksa.
Jenis Aplikasi CRM dan Fungsinya
Kerangka yang umum dipakai membagi CRM menjadi empat jenis. Pembagian ini membantu membaca brosur vendor, karena hampir semua produk modern memadukan dua sampai empat jenis sekaligus dengan penekanan yang berbeda. Diagram berikut merangkum fungsinya.

CRM operasional. Mengelola proses harian: mencatat kontak, menggerakkan deal di pipeline, dan mengingatkan tindak lanjut. Inilah lapisan yang dipakai tim sales dan layanan pelanggan setiap hari.
CRM analitis. Mengolah data pelanggan menjadi laporan: segmentasi, nilai pelanggan, tren konversi, dan waktu respons. Pemakainya biasanya manajer dan tim marketing.
CRM kolaboratif. Menyatukan sales, layanan pelanggan, dan marketing dalam satu riwayat pelanggan, sehingga tidak ada informasi yang tercecer saat pelanggan berpindah dari satu tim ke tim lain.
CRM percakapan atau omnichannel. Tumbuh dari chat: WhatsApp, Instagram, dan chat web masuk ke satu kotak masuk, lalu percakapan itu langsung menjadi lead atau tiket. Jenis ini yang paling sering menjadi titik masuk di pasar Indonesia.
Dalam praktik, pertanyaannya bukan jenis mana yang terbaik, melainkan jenis mana yang paling mendesak. Tim yang menjual lewat WhatsApp biasanya membutuhkan operasional dan percakapan lebih dulu; tim dengan banyak kampanye membutuhkan analitis lebih awal.
Kapan Spreadsheet dan WhatsApp Pribadi Tidak Lagi Cukup
Sebagian besar tim memulai dengan spreadsheet kontak dan WhatsApp di ponsel masing-masing, dan untuk beberapa puluh pelanggan itu memang cukup. Masalah muncul ketika jumlah prospek, kanal, dan orang bertambah lebih cepat daripada kemampuan satu orang merapikannya. Lima tanda berikut biasanya datang berurutan:
Prospek hilang bersama ponsel karyawan. Percakapan dan nomor pelanggan tersimpan di WhatsApp pribadi; begitu orangnya pindah, relasinya ikut pindah.
Tidak ada yang tahu sampai tahap mana sebuah deal. Status penjualan ditanyakan lewat chat grup, dan jawabannya bergantung pada ingatan masing-masing.
Pelanggan mengulang cerita yang sama. Keluhan masuk lewat Instagram, ditindaklanjuti lewat telepon, lalu ditanyakan lagi lewat email, tanpa satu riwayat yang bisa dibaca semua tim.
Tindak lanjut bergantung pada pengingat manual. Spreadsheet tidak mengingatkan siapa pun; prospek yang minta dihubungi minggu depan sering terlewat.
Laporan penjualan disusun ulang setiap minggu. Angka disalin dari beberapa file ke satu slide, dan sering kali sudah basi saat dipresentasikan.
Kalau tiga dari lima tanda itu sudah terasa, persoalannya bukan kedisiplinan tim. Tujuh masalah operasional yang mendorong bisnis beralih ke CRM berbasis WhatsApp kami bahas di artikel terpisah, dan cara mengubah data pelanggan menjadi penjualan ada di panduan memanfaatkan data pelanggan untuk meningkatkan penjualan.
Cara Memilih Software CRM: 7 Kriteria
Daftar fitur di situs vendor hampir selalu panjang, dan membandingkannya satu per satu jarang membantu. Tujuh pertanyaan berikut lebih cepat mempersempit pilihan, karena masing-masing menyingkirkan sebagian kandidat yang tidak cocok dengan cara tim Anda bekerja. Bawa daftar ini ke sesi demo.

Kanal utama pelanggan Anda. WhatsApp, telepon, email, atau chat web? CRM yang berangkat dari WhatsApp dan CRM yang berangkat dari email dirancang berbeda, dan memaksakan salah satunya ke kanal yang bukan intinya biasanya berakhir dengan integrasi tambahan.
Ukuran tim sales dan layanan pelanggan. Lima orang dengan satu pipeline membutuhkan alat yang berbeda dari lima puluh orang dengan beberapa cabang. Pilih yang nyaman untuk kondisi dua tahun ke depan, bukan hanya hari ini.
Pipeline dan laporan. Tahap deal harus bisa diatur mengikuti proses Anda, dan dasbor harus menjawab pertanyaan manajemen tanpa ekspor manual ke spreadsheet.
Otomasi dan broadcast. Penugasan lead otomatis, pengingat tindak lanjut, dan pesan massal. Khusus broadcast WhatsApp, pastikan vendornya memakai WhatsApp Business Platform resmi; cara memilih penyedianya kami bahas di panduan memilih BSP WhatsApp Business API.
Integrasi dengan sistem lain. Data pelanggan di CRM perlu bertemu dengan faktur di software akuntansi, stok di ERP, dan formulir di situs web. Periksa apakah integrasinya tersedia tanpa proyek kustom.
Hak akses dan keamanan data. Siapa boleh melihat nomor pelanggan, siapa boleh mengekspor, dan apakah setiap perubahan tercatat. Data pelanggan adalah data pribadi yang diatur UU Perlindungan Data Pribadi, jadi tanyakan lokasi penyimpanan dan kebijakan aksesnya.
Dukungan lokal. Onboarding berbahasa Indonesia dan pendamping implementasi yang bisa dihubungi, terutama di bulan pertama ketika tim masih terbiasa mencatat di ponsel sendiri.
10 Aplikasi CRM Terbaik per Kebutuhan
Urutan di dalam setiap kelompok bukan peringkat. Semua produk di bawah ini kami periksa ke situs resminya pada 10 Oktober 2026; deskripsinya mengikuti cara vendor memposisikan produknya sendiri.
Kebutuhan sales dan layanan pelanggan yang berpusat di WhatsApp
1. Mekari Qontak. Di halaman resmi Mekari Qontak, Mekari memposisikannya sebagai platform customer intelligence dan engagement yang menyatukan omnichannel, CRM, chatbot berbasis AI, dan campaign marketing. Semua kanal disatukan dalam satu dasbor, termasuk Shopee dan Tokopedia, dengan auto-routing ke agen yang tepat dan riwayat chat yang tersimpan otomatis. Pipeline penjualan dan CRM terintegrasi dengan percakapan, layanan pelanggan bisa diotomatisasi, dan campaign marketing dikirim secara terpersonalisasi.
Halaman aplikasi CRM Mekari Qontak menambahkan tiga hal: data prospek sampai pelanggan dari berbagai kanal tersimpan dalam satu basis data, dasbor pelaporan menampilkan performa secara real time, dan order serta tiket diatur dalam satu tampilan yang mengikuti tahapan bisnis. Sertifikasi keamanan ISO 27001 dan WhatsApp bisnis terverifikasi centang biru Meta juga disebut di halaman itu. Pilihan yang masuk akal bagi perusahaan yang ingin sales, layanan, dan marketing bekerja di satu platform; penjelasan lebih dalam ada di bagian khusus di bawah.
2. Qiscus (QCRM). Qiscus memposisikan diri sebagai agentic customer engagement platform, dan QCRM adalah sales CRM yang tumbuh dari chat tim: leads, accounts, dan opportunities dikelola dalam satu pipeline, dengan setiap deal terlacak tahap dan nilainya. Alurnya berjalan dari percakapan masuk, penugasan ke sales, konversi menjadi peluang, sampai deal tertutup, dan relasi pelanggan tetap menjadi milik perusahaan, bukan milik ponsel karyawan.
QCRM berjalan di atas Qiscus Omnichannel Chat, yang menyatukan WhatsApp dan 20+ kanal lain dalam satu platform berteknologi AI, dengan distribusi chat merata, analitik layanan, dan integrasi yang fleksibel. Qiscus sendiri adalah WhatsApp Business Solution Provider resmi dan Official Meta Business Partner.
Kebutuhan tim sales kecil-menengah dengan pipeline visual
3. Pipedrive. Lewat situsnya, Pipedrive memposisikan diri sebagai CRM yang mudah dan efektif untuk menutup deal, dengan pipeline visual sebagai pusatnya, meeting intelligence di setiap deal, dan marketplace integrasi. Cocok untuk tim sales yang menjual lewat telepon dan email, dan ingin alat yang langsung terpakai tanpa konfigurasi panjang.
4. Freshsales. Bagian dari Freshworks. Vendornya, lewat halaman Freshsales, menekankan CRM berbasis AI untuk menangkap lead dan menutup deal lebih cepat, dengan slogan menjual lebih cerdas. Kuat untuk tim sales yang ingin telepon, email, dan pipeline dalam satu layar dengan masa belajar yang singkat.
Kebutuhan marketing dan inbound
5. HubSpot CRM. HubSpot menyebut produknya customer platform yang menyatukan marketing, sales, layanan pelanggan, dan konten, dengan CRM gratis sebagai pintu masuk untuk startup dan bisnis kecil. Paling kuat bagi tim yang menarik prospek lewat konten, formulir, dan email, lalu ingin pipeline sales terhubung ke sumber lead-nya.
6. Zoho CRM. Lewat situs berbahasa Indonesia, Zoho CRM diposisikan sebagai aplikasi CRM berbasis AI untuk meningkatkan penjualan: mengelola leads, mengotomatiskan proses sales, dan memberi tampilan 360 derajat pelanggan untuk seluruh tim yang terlibat. Bagian dari ekosistem aplikasi Zoho yang luas, sehingga menarik bagi perusahaan yang ingin satu vendor untuk banyak kebutuhan.
Kebutuhan enterprise dan ekosistem ERP
7. Salesforce. Pemain terbesar di kategori ini. Khusus kawasan Asia Pasifik, Salesforce memposisikan produknya sebagai agentic CRM yang menyatukan sales, service, marketing, commerce, dan data dalam satu platform. Pilihan korporasi besar yang membutuhkan kustomisasi mendalam dan ekosistem aplikasi pihak ketiga; untuk tim kecil, strukturnya sering terasa terlalu berat.
8. Microsoft Dynamics 365. Microsoft menggambarkan Dynamics 365 sebagai aplikasi bisnis CRM dan ERP yang menghubungkan tim, proses, dan data, dengan agen AI di dalam proses bisnisnya. Pilihan alami bagi perusahaan yang sehari-hari sudah bekerja di Microsoft 365 dan Teams, dan ingin CRM yang satu keluarga dengan ERP-nya.
9. Odoo CRM. Modul CRM di dalam rangkaian ERP sumber terbuka Odoo. Halaman Odoo CRM menekankan pelacakan peluang, pengingat tindak lanjut, penawaran dalam dua klik, dan laporan yang terhubung ke modul lain. Relevan bagi perusahaan yang ingin CRM, penjualan, stok, dan akuntansi dalam satu sistem; perbandingan ERP yang lebih luas ada di artikel lima software ERP terbesar.
Kebutuhan UMKM dan ritel yang berpusat di kasir
10. Majoo. Buatan Indonesia untuk UMKM. Pada halaman aplikasi CRM Majoo, fokusnya adalah meraih keuntungan dari loyalitas pelanggan: data pelanggan terintegrasi dalam satu dasbor bersama sistem kasirnya, ditambah program loyalitas. Cocok untuk toko, kafe, dan ritel yang transaksinya terjadi di kasir, bukan di pipeline sales.
Tabel Perbandingan 10 Aplikasi CRM
Tabel ini merangkum positioning tiap produk tanpa harga, karena skema langganan berubah dan bergantung pada jumlah pengguna serta fitur yang dipilih. Kolom kanal hanya memuat yang disebut vendor di halaman resminya.
Aplikasi | Cocok untuk | Kanal dan omnichannel | Pipeline dan laporan | Catatan |
Mekari Qontak | Sales, layanan, dan marketing di satu platform, WhatsApp-first | Semua kanal dalam satu dasbor, termasuk Shopee dan Tokopedia | Pipeline terintegrasi percakapan, dasbor real time | Chatbot AI, campaign, ekosistem Mekari |
Qiscus (QCRM) | Tim sales yang menjual lewat chat | WhatsApp dan 20+ kanal via Omnichannel Chat | Leads, accounts, opportunities dalam satu pipeline | Official Meta Business Partner, AI agent |
Pipedrive | Tim sales kecil-menengah, telepon dan email | Email dan telepon, integrasi via marketplace | Pipeline visual, meeting intelligence | Paling cepat dipakai |
Freshsales | Tim sales yang ingin satu layar | Email dan telepon bawaan | Pipeline dengan bantuan AI | Bagian dari Freshworks |
HubSpot CRM | Marketing dan inbound, startup | Email, formulir, live chat | Pipeline terhubung ke sumber lead | Customer platform, CRM gratis sebagai pintu masuk |
Zoho CRM | Perusahaan yang ingin satu vendor banyak aplikasi | Email, telepon, media sosial | Tampilan 360 derajat, otomasi sales | Berbasis AI, situs berbahasa Indonesia |
Salesforce | Korporasi besar, kustomisasi mendalam | Sales, service, marketing, commerce | Laporan dan data terpadu | Agentic CRM, ekosistem terluas |
Microsoft Dynamics 365 | Pengguna Microsoft 365 dan Teams | Lewat ekosistem Microsoft | CRM dan ERP satu keluarga | Agen AI di proses bisnis |
Odoo CRM | CRM di dalam ERP sumber terbuka | Email, integrasi modul | Peluang, penawaran, laporan | Terhubung stok dan akuntansi |
Majoo | UMKM ritel dan kafe | Kasir dan dasbor pelanggan | Data pelanggan dan loyalitas | Buatan Indonesia |
Mekari Qontak untuk Bisnis di Indonesia
Kekuatan Mekari Qontak untuk pasar Indonesia terletak pada satu hal: percakapan pelanggan, data CRM, dan kampanye marketing hidup di sistem yang sama. Chat yang masuk dari WhatsApp, Instagram, atau marketplace langsung menjadi kontak dengan riwayat, diteruskan ke agen yang tepat, dan bisa berlanjut menjadi deal di pipeline tanpa pindah aplikasi.
Enam alasan memilih Qontak tertulis di halaman resminya: keamanan berstandar internasional, sistem yang scalable dari usaha mikro sampai large enterprise, integrasi yang fleksibel lewat API, layanan after-sales dengan SLA yang jelas, solusi terkustomisasi, dan program pemberdayaan lewat komunitas. Industri yang paling cepat merasakan manfaatnya sudah kami bahas di lima industri yang wajib punya omnichannel CRM dan cara bisnis F&B dan ritel berhemat dengan CRM omnichannel.
Bagi tim yang kebutuhannya lebih ke pipeline sales berbahasa Inggris, daftar client management system terbaik melengkapi artikel ini. Bagi yang masih di tahap awal, bacaan tentang transformasi digital bisnis di Indonesia membantu menempatkan CRM dalam peta yang lebih besar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Aplikasi CRM
Apa itu aplikasi CRM?
Aplikasi CRM (Customer Relationship Management) adalah perangkat lunak untuk menyimpan data pelanggan dan mengelola seluruh interaksi dengan mereka, mulai dari prospek pertama, proses penjualan, sampai layanan setelah membeli. Fungsi dasarnya mencakup basis data kontak, pipeline penjualan, riwayat percakapan, tiket layanan, serta laporan untuk manajemen. Istilah software CRM dan sistem CRM merujuk pada kategori yang sama.
Aplikasi CRM apa saja yang banyak dipakai di Indonesia?
Nama yang paling sering muncul antara lain Mekari Qontak, Qiscus, Salesforce, HubSpot, Zoho CRM, Pipedrive, Freshsales, Microsoft Dynamics 365, Odoo CRM, dan Majoo untuk segmen UMKM. Dua nama pertama buatan Indonesia dan dirancang di sekitar WhatsApp, kanal yang paling banyak dipakai pelanggan di sini. Kesepuluhnya dibahas per kebutuhan di artikel ini.
Apa saja 4 jenis CRM?
Kerangka yang umum dipakai membagi CRM menjadi empat: operasional (proses harian: kontak, pipeline, tugas), analitis (data menjadi laporan dan segmentasi), kolaboratif (satu riwayat untuk sales, layanan, dan marketing), serta percakapan atau omnichannel (tumbuh dari chat seperti WhatsApp). Produk modern biasanya memadukan beberapa jenis sekaligus dengan penekanan yang berbeda.
Apakah ada aplikasi CRM gratis?
Sebagian vendor menyediakan paket gratis atau masa uji coba dengan batasan tertentu, misalnya jumlah pengguna, jumlah kontak, atau fitur otomasi. Ketentuannya berubah dari waktu ke waktu, jadi periksa langsung halaman resmi masing-masing. Ketika tim sudah menangani ratusan percakapan pelanggan per hari, paket berbayar umumnya lebih hemat daripada waktu yang hilang karena lead tercecer.
Apa beda aplikasi CRM dan software omnichannel?
Perbedaannya ada di titik berangkat. Software omnichannel berangkat dari percakapan: menyatukan WhatsApp, Instagram, email, dan chat web dalam satu kotak masuk agar tim bisa membalas cepat. Aplikasi CRM berangkat dari data pelanggan dan pipeline: siapa prospeknya, sampai tahap mana, dan apa tindak lanjutnya. Produk seperti Mekari Qontak dan Qiscus menggabungkan keduanya, sehingga percakapan langsung menjadi lead dan tiket.
CRM mana yang cocok untuk bisnis kecil?
Tim kecil yang menjual lewat WhatsApp sebaiknya memilih CRM yang kanal utamanya memang WhatsApp, seperti Mekari Qontak atau Qiscus, karena tidak perlu integrasi tambahan. Tim yang menjual lewat telepon dan email akan lebih cepat terbiasa dengan Pipedrive atau Freshsales. Ritel dan UMKM yang berpusat di kasir bisa melihat Majoo, yang menggabungkan CRM dengan sistem kasirnya.
Apa itu Mekari Qontak?
Mekari Qontak adalah platform customer intelligence dan engagement dari Mekari yang menyatukan omnichannel, CRM, chatbot berbasis AI, dan campaign marketing dalam satu sistem. Positioning resminya: Qontak dipakai untuk mengelola semua interaksi pelanggan, mengotomatisasi proses penjualan, dan memberi insight pelanggan berbasis AI untuk bisnis dari skala kecil sampai enterprise.
Mulai dengan Mekari Qontak atau Qiscus Bersama Virtuenet
Sebagai partner resmi Mekari dan Qiscus, tim Virtuenet by Prasetia memetakan kanal pelanggan, struktur tim sales dan layanan, serta sistem yang sudah dipakai perusahaan Anda lebih dulu, lalu merekomendasikan Mekari Qontak atau Qiscus sesuai peta itu. Kontak dari spreadsheet dan WhatsApp pribadi ikut dipindahkan agar penjualan yang sedang berjalan tidak terganggu. Hubungi tim Virtuenet untuk diskusi kebutuhan, demo sesuai proses penjualan Anda, dan informasi terkini termasuk soal paket dan biaya.
Sumber dan Referensi Resmi
Positioning dan fitur setiap aplikasi pada artikel ini merujuk pada halaman resmi berikut, diakses 10 Oktober 2026:
Joe Martiar Simatupang ā Head of Marketing, Virtuenet by Prasetia
Mendampingi perusahaan di Indonesia memilih dan menerapkan sistem bisnis untuk skala menengah hingga enterprise.
%20sponsor.png)





