Alternatif Google Forms: 8 Pilihan untuk Kebutuhan Bisnis
Diperbarui: 4 hari yang lalu

Alternatif Google Forms yang paling sering dipilih perusahaan adalah Lark Forms, Microsoft Forms, Zoho Forms, Jotform, Typeform, Tally, Formstack, dan Cognito Forms. Pilihan yang tepat tidak ditentukan oleh jumlah fitur, tetapi oleh ke mana data form harus mengalir setelah dikirim.
Google Forms unggul untuk survei cepat. Masalah biasanya muncul ketika jawaban form harus menjadi data kerja: direkap ulang di spreadsheet, diteruskan ke PIC lewat chat, dan dipantau manual. Artikel ini membahas kapan Google Forms mulai tidak cukup, kekuatan delapan alternatifnya, dan cara memilih yang sesuai dengan proses perusahaan Anda.
Ringkasan 8 Alternatif Google Forms untuk Bisnis
Tabel berikut merangkum posisi tiap alat pada tingkat kategori, berdasarkan dokumentasi resmi masing-masing vendor. Detail fitur dan paket berlangganan berubah dari waktu ke waktu, jadi selalu cek ulang ke situs resminya.

Alat | Paling cocok untuk | Ke mana data mengalir |
Lark Forms | Tim yang memakai Lark untuk chat, dokumen, dan database kerja | Langsung tercatat di Lark Base |
Microsoft Forms | Perusahaan yang sudah memakai Microsoft 365 | Ekspor ke Excel, disisipkan ke aplikasi Microsoft 365 |
Zoho Forms | Form yang butuh persetujuan bertingkat | Aplikasi Zoho dan integrasi lain |
Jotform | Tim yang ingin mulai dari template | Integrasi aplikasi pihak ketiga, Workflows |
Typeform | Survei pelanggan dengan pengalaman isi yang interaktif | Integrasi aplikasi pihak ketiga |
Tally | Form ringan yang dibuat secepat menulis dokumen | Integrasi aplikasi pihak ketiga |
Formstack | Organisasi di industri teregulasi | Workflow dan dokumen Formstack |
Cognito Forms | Form dengan perhitungan otomatis | Workflow di dalam Cognito Forms |
Kapan Google Forms Tidak Lagi Cukup untuk Perusahaan?
Sebenarnya, Google Forms tetap punya kelebihan yang nyata: mudah dipakai, familier bagi hampir semua orang, dan cepat dibagikan lewat link. Survei kepuasan acara, pendaftaran webinar, atau kuis internal sekali pakai sering kali sudah cukup dilayani alat ini.
Google Forms dirancang untuk mengumpulkan jawaban. Bagi perusahaan menengah, form jarang berhenti di situ. Jawaban perlu diperiksa, diteruskan, disetujui, lalu dilaporkan. Empat tanda berikut biasanya menjadi pemicu pencarian alternatif:
Data harus diolah ulang. Respons masuk ke spreadsheet, lalu tim menyalinnya ke database lain atau laporan terpisah. Satu data dikerjakan dua kali.
Tindak lanjut bergantung pada chat. PIC baru tahu ada pengajuan setelah seseorang mengirim pesan. Follow-up terlambat atau terlewat.
Kontrol akses longgar. Perusahaan perlu memastikan hanya karyawan yang login yang boleh mengisi, atau justru butuh isian anonim untuk survei internal.
Persetujuan dilakukan di luar sistem. Pengajuan pembelian atau reimbursement dikumpulkan lewat form, tetapi persetujuan atasan tetap lewat chat dan sulit dilacak.
Kalau dua atau lebih tanda ini terasa di tim Anda, masalahnya bukan lagi alat pembuat form. Yang dibutuhkan adalah form yang terhubung ke data dan alur kerja.
8 Alternatif Google Forms dan Kapan Memilihnya
Urutan di bawah ini tidak menunjukkan peringkat. Setiap alat punya kekuatan di kebutuhan yang berbeda.
1. Lark Forms
Lark Forms adalah alat pembuat form yang terintegrasi dengan Lark Base, menurut Lark Help Center. Jenis pertanyaannya lengkap: pertanyaan terbuka, pilihan tunggal atau ganda, rating, NPS, lokasi, tanggal, orang, unggah file, angka, dan nomor telepon. Pengaturannya mencakup batas pengisian, pengingat terjadwal, isian anonim, wajib login, dan jeda pengumpulan.
Kekuatan utamanya ada setelah form dikirim. Respons tercatat sebagai record di Base, Analytics membuat dashboard otomatis, dan data bisa diekspor ke Excel atau CSV. Opsi ini paling masuk akal bila tim Anda sudah atau akan memakai Lark untuk komunikasi dan pekerjaan sehari-hari.
2. Microsoft Forms
Microsoft Forms dipakai untuk membuat survei, kuis, dan polling, lalu mengekspor hasilnya ke Excel. Form juga bisa disisipkan ke produk Microsoft 365 lain. Alternatif ini cocok untuk perusahaan yang seluruh akun karyawannya sudah berada di ekosistem Microsoft.
3. Zoho Forms
Zoho Forms menonjol di kebutuhan persetujuan. Zoho menyediakan approval workflow di Zoho Forms sehingga pengajuan bisa melewati beberapa tingkat penyetuju. Zoho Forms relevan bila perusahaan sudah memakai aplikasi Zoho lain.
4. Jotform
Jotform dikenal dengan koleksi template form yang luas. Produknya kini juga mencakup Jotform Workflows dan Jotform Approvals untuk mengatur alur setelah form dikirim. Cocok untuk tim yang ingin cepat mulai tanpa merancang form dari nol.
5. Typeform
Typeform berfokus pada pengalaman pengisian. Pertanyaan disajikan secara interaktif, umumnya satu per satu, sehingga form terasa seperti percakapan. Biasanya dipakai untuk survei pelanggan, riset pasar, dan formulir pemasaran.
6. Tally
Tally menyebut dirinya form builder yang bekerja seperti dokumen: pengguna cukup mengetik dan memakai perintah garis miring untuk menambah elemen. Alat ini cocok untuk form ringan yang perlu dibuat dalam hitungan menit.
7. Formstack
Formstack menargetkan organisasi dengan kebutuhan kepatuhan yang ketat. Situs resminya menawarkan form untuk kebutuhan HIPAA di sektor kesehatan serta fitur approval workflow. Pertimbangkan bila perusahaan Anda bergerak di industri yang teregulasi.
8. Cognito Forms
Cognito Forms memosisikan diri sebagai form builder dengan otomasi workflow. Salah satu kekuatannya adalah kolom kalkulasi, sehingga form bisa menghitung nilai secara otomatis dari jawaban responden, misalnya untuk formulir pemesanan atau estimasi.
Tabel Perbandingan Alternatif Google Forms
Perbandingan berikut membantu menyaring pilihan berdasarkan kebutuhan proses, bukan daftar fitur.
Kebutuhan | Pilihan yang relevan | Catatan |
Data form langsung menjadi database kerja | Lark Forms | Respons tercatat di Lark Base, siap difilter dan dibuat dashboard |
Seluruh tim sudah di Microsoft 365 | Microsoft Forms | Hasil diekspor ke Excel untuk analisis lanjutan |
Persetujuan bertingkat di dalam form | Zoho Forms, Jotform, Formstack | Fitur approval tersedia di produk masing-masing |
Pengalaman isi yang menarik bagi pelanggan | Typeform, Tally | Fokus pada tampilan dan kemudahan pengisian |
Form dengan hitungan otomatis | Cognito Forms | Kolom kalkulasi di dalam form |
Kepatuhan industri teregulasi | Formstack | Cek kesesuaian dengan kebijakan TI dan regulasi Anda |
Form Digital yang Terhubung ke Data dan Approval
Di banyak perusahaan, masalahnya bukan kertas atau aplikasi form. Masalahnya adalah satu informasi yang dimasukkan lebih dari sekali. Kandidat sudah mengisi formulir kedatangan, tetapi HR masih mengetiknya ke database. Tim lapangan sudah mengisi checklist, tetapi tetap membuat rekap terpisah.
Contoh nyata datang dari Roscik, perusahaan F&B dengan 170 gerai di Jabodetabek dan Bandung serta lebih dari 700 karyawan. Setelah memakai Lark, terutama Lark Base, proses rekrutmen menjadi lebih praktis: kandidat cukup memindai QR code dan datanya otomatis masuk ke sistem.

Di Lark, alurnya terdiri dari tiga lapis yang masing-masing terdokumentasi resmi:
Pengumpulan data. Lark Forms dibagikan lewat link, QR code, atau undangan. Responden bisa diwajibkan login, atau dibiarkan anonim untuk survei internal.
Database kerja. Setiap respons tercatat di Lark Base, sehingga data bisa dikelompokkan per status, lokasi, atau PIC tanpa salin-tempel.
Tindak lanjut. Workflow di Lark Base dapat dipicu saat record baru ditambahkan, lalu menjalankan aksi seperti mengirim pesan Lark, membuat tugas Lark, atau memperbarui record.

Untuk pengajuan yang membutuhkan persetujuan resmi, seperti cuti, perjalanan dinas, atau reimbursement, Lark menyediakan Lark Approval. Approval punya formulir dan alur persetujuan sendiri yang bisa disesuaikan, dan terintegrasi dengan Base untuk sinkronisasi data. Pembagian perannya sederhana: Lark Forms untuk mengumpulkan data, Lark Approval untuk keputusan yang butuh tanda setuju atasan. Alasan mengapa persetujuan sebaiknya tidak lagi lewat chat dibahas di artikel alasan proses approval harus dibuat otomatis.
Pola yang sama berlaku di banyak departemen. HR memakai form untuk kedatangan kandidat, onboarding, dan survei engagement.
Sales mengumpulkan leads dari event dan laporan kunjungan pelanggan. Bagian operasional mengisi checklist inspeksi cabang dan laporan kerusakan fasilitas. Finance dan administrasi menerima permintaan pembelian serta pendataan aset. Nilainya bukan pada jumlah form yang dibuat, melainkan pada seberapa rapi setiap form tersambung ke proses berikutnya.
Langkah praktis untuk memulai:
Pilih satu form prioritas. Mulailah dari form yang paling sering dipakai dan paling banyak menimbulkan input ulang.
Tentukan data minimum. Pisahkan pertanyaan wajib dan opsional. Gunakan pilihan jawaban bila data perlu dikelompokkan.
Tetapkan tindak lanjut. Putuskan siapa yang menerima informasi setelah form dikirim dan apa yang harus ia lakukan.
Uji sebelum diperluas. Simulasikan bersama beberapa pengguna, cek tampilan di ponsel, dan pastikan data masuk ke kolom yang benar.
Cara Memilih Form Builder untuk Perusahaan
Sebelum membandingkan fitur, jawab enam pertanyaan berikut. Jawabannya biasanya langsung mempersempit pilihan menjadi dua atau tiga alat.
Data mengalir ke mana? Ke spreadsheet, database kerja, atau aplikasi lain seperti CRM dan ERP.
Siapa yang boleh mengisi? Publik, hanya karyawan yang login, atau responden anonim.
Apa yang terjadi setelah submit? Notifikasi, tugas untuk PIC, atau persetujuan atasan.
Ekosistem apa yang sudah dipakai? Microsoft 365, Google Workspace, Lark, Zoho, atau campuran.
Bagaimana data diamankan? Kontrol akses, kebutuhan regulasi, dan lokasi penyimpanan data.
Siapa yang mengelola? Tim bisnis tanpa coding, atau perlu dukungan tim TI.

Setelah daftar menyempit, lakukan uji coba singkat dengan form nyata dari tim Anda, bukan form contoh. Libatkan orang yang akan mengisi dan orang yang akan menindaklanjuti. Perhatikan berapa langkah yang dibutuhkan dari jawaban masuk sampai PIC bertindak, karena di situlah perbedaan antaralat paling terasa.
Satu catatan penting: hindari memilih alat form secara terpisah dari alat kerja lainnya. Kalau tim Anda juga sedang mencari pengganti spreadsheet, pertimbangkan keduanya bersamaan. Pembahasannya ada di artikel alternatif Excel untuk tim.
FAQ seputar Alternatif Google Forms
Apa alternatif Google Forms untuk perusahaan?
Delapan pilihan yang sering dipertimbangkan perusahaan adalah Lark Forms, Microsoft Forms, Zoho Forms, Jotform, Typeform, Tally, Formstack, dan Cognito Forms. Pilihan terbaik bergantung pada ke mana data form harus mengalir, siapa yang boleh mengisi, dan tindak lanjut apa yang dibutuhkan setelah form dikirim.
Apakah perusahaan perlu meninggalkan Google Forms sepenuhnya?
Tidak selalu. Google Forms tetap cukup untuk survei singkat dan pendaftaran sederhana. Alternatif mulai dibutuhkan ketika jawaban form harus menjadi data kerja yang dipantau, ditindaklanjuti oleh PIC tertentu, atau dibatasi hanya untuk karyawan yang login.
Apakah Lark Forms terhubung dengan database?
Ya. Menurut Lark Help Center, Lark Forms terintegrasi dengan Lark Base dan setiap respons tercatat di sebuah base. Dari sana data bisa difilter, dianalisis lewat dashboard otomatis, atau diekspor ke Excel dan CSV.
Bisakah respons form memicu tindak lanjut otomatis di Lark?
Bisa melalui Workflow di Lark Base. Pemicu "record baru ditambahkan" dapat menjalankan aksi seperti mengirim pesan Lark, membuat tugas Lark, atau memperbarui record. Untuk persetujuan berjenjang, Lark menyediakan aplikasi Lark Approval dengan formulir dan alur persetujuannya sendiri.
Form builder mana yang cocok untuk alur approval?
Beberapa form builder menyediakan alur persetujuan di dalam produknya, misalnya Zoho Forms, Jotform, dan Formstack. Di ekosistem Lark, pengajuan yang butuh persetujuan atasan lebih tepat dibuat di Lark Approval, sedangkan Lark Forms dipakai untuk mengumpulkan data ke Base.
Bagaimana cara memulai migrasi dari Google Forms?
Mulailah dari satu form yang paling sering dipakai dan paling banyak menimbulkan input ulang, misalnya form kedatangan kandidat atau laporan kerusakan. Uji bersama beberapa pengguna, pastikan data masuk ke kolom yang benar, lalu perluas ke form lain setelah alurnya terbukti.
Mulai dari Satu Form yang Paling Sering Dipakai
Mengganti Google Forms tidak harus dimulai dengan proyek besar. Pilih satu proses, hubungkan form-nya ke database kerja, lalu ukur berapa banyak input ulang yang hilang. Untuk merancang alur form, database, dan persetujuan di Lark sesuai kebutuhan HR, operasional, atau sales Anda, hubungi tim Virtuenet atau pelajari solusi Lark di Virtuenet.

Referensi dan Sumber Resmi
Sumber resmi yang dipakai dalam artikel ini:
Joe Martiar Simatupang ā Head of Marketing, Virtuenet by Prasetia
Mendampingi perusahaan di Indonesia memilih dan menerapkan sistem bisnis untuk skala menengah hingga enterprise.
%20sponsor.png)





