Laporan Keuangan Lengkap, tapi Sulit Ambil Keputusan? Ini Cara Melihat Kinerja Bisnis Lebih Jelas
- Virtuenet

- 9 Jan
- 5 menit membaca

Dalam praktiknya, banyak perusahaan merasa sudah memiliki laporan keuangan yang lengkap. Laporan keuangan, financial statements, hingga data pendukung lain tersedia secara rutin. Namun, kelengkapan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan kejelasan. Tidak sedikit manajemen yang justru kesulitan memahami kinerja keuangan bisnis secara menyeluruh.
Masalah ini umum terjadi ketika data keuangan tersebar di banyak sistem dan dianalisis secara terpisah. Akibatnya, financial performance perusahaan terlihat fragmentaris. Informasi ada, tetapi sulit dihubungkan menjadi dasar decision making yang solid.
Bagi Owner, Founder, dan CFO, kondisi ini berisiko. Ketika kinerja keuangan perusahaan tidak terlihat jelas, arah bisnis pun menjadi kurang terkontrol.
Kinerja Keuangan Bisnis dalam Konteks Ekonomi dan Bisnis
Dalam dunia ekonomi dan bisnis, kinerja keuangan tidak hanya mencerminkan laba atau rugi. Ia menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola assets, equity, debt, serta resources secara efisien. Banyak penelitian di jurnal ekonomi dan international journal menegaskan bahwa company’s financial performance sangat dipengaruhi oleh kualitas financial management. Dalam hal ini, manajemen keuangan menjadi disiplin kunci dalam mengevaluasi kinerja perusahaan.
Namun, dalam praktik di Indonesia, baik pada perusahaan privat maupun yang terdaftar di Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia, analisis kinerja sering kali belum terintegrasi. Laporan disusun, tetapi belum sepenuhnya mendukung pengambilan keputusan strategis. Studi dan riset dari Fakultas Ekonomi juga menyoroti pentingnya pendekatan analitis yang komprehensif dalam menilai kinerja keuangan bisnis.
Penggunaan analisis rasio, analisis tren laporan keuangan, dan proyeksi arus kas adalah cara efektif untuk mengevaluasi kinerja keuangan bisnis.
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dan Tantangan Praktisnya
Secara teori, analisis kinerja keuangan perusahaan dilakukan untuk menilai company’s ability dalam mencapai tujuan keuangan. Metode seperti analisis laporan keuangan, perhitungan financial ratio, dan evaluasi profitabilitas sering digunakan.
Namun, banyak tim finance menghadapi kendala berikut:
Data berasal dari secondary data yang terpisah
Proses analisis masih manual
Hasil analisis sulit dikaitkan dengan kondisi operasional
Akibatnya, analisis kinerja menjadi aktivitas administratif, bukan alat performance management.
Analisis Kinerja Keuangan dan Financial Ratio
Dalam managerial finance, rasio keuangan digunakan untuk menilai kesehatan bisnis. Profitability ratio, current ratio, hingga equity ratio menjadi indikator penting dalam menilai firm performance. Leverage adalah tingkat utang dibandingkan ekuitas, diukur dengan Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio.
Sayangnya, rasio-rasio ini sering dihitung tanpa konteks. Net profit terlihat positif, tetapi arus kas tertekan. Return on equity meningkat, tetapi risiko leverage juga bertambah. Tanpa sistem yang mampu mengaitkan rasio dengan data operasional, hasil analisis menjadi kurang akurat.
Balance Sheet sebagai Dasar Analisis Laporan Keuangan

Balance sheet merupakan fondasi penting dalam analisis laporan. Ia menggambarkan posisi assets, liabilities, dan equity perusahaan. Rasio seperti current ratio membantu menilai kemampuan perusahaan memenuhi short term obligations, sementara equity ratio menunjukkan struktur pendanaan. Liquidity ratio menilai company's ability untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, sedangkan solvency ratio mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang. Current Ratio sendiri membandingkan current assets dengan current liabilities untuk menilai likuiditas jangka pendek. Return on Equity (ROE) adalah ukuran profitabilitas perusahaan dibandingkan dengan rata-rata ekuitasnya, sedangkan Return on Assets (ROA) mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
Namun, jika balance sheet hanya dilihat sebagai laporan statis, manfaatnya menjadi terbatas. Dibutuhkan pendekatan yang mampu menghubungkan neraca dengan profits, costs, dan forecasting ke depan.
Analisis Laporan Keuangan untuk Decision Making

Tujuan utama analisis laporan keuangan bukan sekadar memenuhi kebutuhan pelaporan, melainkan mendukung decision making. Manajemen perlu memahami bagaimana perubahan biaya, utang, atau investasi memengaruhi company’s financial position.
Tanpa sistem yang terintegrasi, proses ini memakan waktu dan berisiko menimbulkan kesalahan. Di sinilah banyak perusahaan mulai menyadari perlunya pendekatan financial performance management yang lebih modern.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan
Dalam melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan, penting untuk memahami bahwa kinerja keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berada di luar kendali perusahaan. Faktor-faktor eksternal ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap analisis kinerja keuangan, baik untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia maupun yang beroperasi di sektor lain.
Salah satu faktor eksternal utama adalah kondisi ekonomi makro, seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Perubahan pada indikator ekonomi ini dapat memengaruhi daya beli konsumen, biaya produksi, serta akses perusahaan terhadap sumber pendanaan. Misalnya, kenaikan inflasi dapat meningkatkan biaya bahan baku dan operasional, sehingga menekan margin laba dan memengaruhi hasil analisis kinerja keuangan perusahaan.
Selain itu, perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor eksternal yang harus diperhatikan dalam analisis kinerja keuangan. Regulasi baru di bidang perpajakan, lingkungan, atau ketenagakerjaan dapat berdampak langsung pada struktur biaya dan strategi bisnis perusahaan. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia harus selalu memantau perubahan regulasi agar dapat menyesuaikan kebijakan internal dan tetap kompetitif di pasar.
Solusi: Performance Management Terintegrasi dengan Jedox

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan membutuhkan platform yang mampu menghubungkan financial planning, budgeting, forecasting, dan reporting dalam satu proses. Pendekatan ini diwujudkan melalui solusi Enterprise Performance Management seperti Jedox.
Jedox dirancang untuk membantu perusahaan mengelola kinerja keuangan bisnis secara terstruktur, konsisten, dan relevan bagi manajemen.
Menyatukan Data Keuangan dan Financial Statements
Jedox memungkinkan konsolidasi financial statements dari berbagai sumber ke dalam satu sistem. Dengan satu sumber data yang konsisten, finance dan manajemen dapat melakukan analisis kinerja keuangan tanpa perbedaan versi data.
Pendekatan ini membantu meningkatkan efisiensi proses, mengurangi risiko kesalahan, dan memperkuat control terhadap data keuangan.
Analisis Kinerja Keuangan yang Lebih Kontekstual
Dengan Jedox, analisis kinerja keuangan perusahaan tidak berhenti pada angka. Rasio seperti profitability ratios, current ratio, dan equity ratio dapat dianalisis bersama data operasional dan biaya.
Perlu diketahui bahwa company's financial performance dapat dipengaruhi secara signifikan oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan peristiwa global, misalnya pandemi COVID-19. Selama pandemi COVID-19, company's financial performance di sektor food and beverage mengalami fluktuasi akibat dampak pada rantai pasok dan pola konsumsi. Namun, pada tahun 2023, sektor food and beverage mulai pulih dengan berfokus pada inovasi produk, keberlanjutan, dan peningkatan efisiensi operasional untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
Hasilnya, manajemen dapat assess kinerja secara lebih akurat dan memahami hubungan antara costs, profits, dan efisiensi penggunaan resources.
Budgeting, Financial Planning, dan Forecasting yang Adaptif
Jedox mendukung budgeting dan financial planning yang lebih fleksibel. Perubahan asumsi bisnis dapat langsung dianalisis dampaknya terhadap laba, arus kas, dan financial goals.
Selain itu, fitur forecasting dan scenario planning membantu perusahaan mengelola risks dan menyiapkan strategi alternatif sebelum keputusan diambil.
Dari Reporting ke Pengendalian Kinerja Keuangan
Dengan mengintegrasikan proses analysis, budgeting, forecasting, dan reporting, Jedox membantu perusahaan beralih dari sekadar pelaporan menuju performance management yang berkelanjutan.
Pendekatan ini memungkinkan manajemen track progress, menilai benefits dari setiap keputusan, dan meningkatkan value bisnis secara keseluruhan.
Mengelola Kinerja Keuangan sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis
Kesulitan melihat kinerja keuangan bisnis bukan sekadar masalah laporan, tetapi tantangan strategis. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kualitas decision making, mengelola risiko, dan menjaga profitabilitas.
Sebagai partner implementasi Virtuenet, kami membantu perusahaan di Indonesia menerapkan solusi EPM seperti Jedox agar financial management benar-benar mendukung arah dan pertumbuhan bisnis.
Hubungi tim Virtuenet untuk mendiskusikan bagaimana solusi ini dapat membantu Anda melihat dan mengelola kinerja keuangan perusahaan secara lebih terstruktur dan strategis.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:




