top of page

Traffic Aplikasi Makin Besar? Ini Cara Trip.com Tingkatkan Performa Database 3x dengan OceanBase

Traffic Aplikasi Makin Besar? Ini Cara Trip.com Tingkatkan Performa Database 3x dengan OceanBase

Ketika sebuah aplikasi melayani jutaan pengguna dari berbagai negara, performa database bukan lagi sekadar urusan teknis. Database menjadi fondasi utama yang menentukan apakah pengguna bisa mencari hotel dengan cepat, memesan tiket tanpa hambatan, mengakses layanan travel secara real-time, dan tetap mendapatkan pengalaman yang stabil meskipun traffic sedang tinggi.

Hal inilah yang dihadapi Trip.com, salah satu platform travel global yang menyediakan layanan penerbangan, hotel, kereta, dan kebutuhan perjalanan lainnya. Dalam skala bisnis yang besar, Trip.com beroperasi dalam 24 bahasa di 39 negara dan wilayah, dengan jaringan lebih dari 1,7 juta hotel serta penerbangan dari lebih dari 600 maskapai. Artinya, sistem mereka harus mampu menangani transaksi, pencarian, komunikasi, dan update data dalam volume yang sangat besar setiap hari.

Namun, seiring pertumbuhan bisnis dan meningkatnya beban aplikasi, arsitektur database legacy berbasis MySQL mulai menghadapi banyak keterbatasan. Sistem yang sebelumnya cukup untuk mendukung pertumbuhan awal bisnis mulai menjadi bottleneck ketika kebutuhan operasional semakin kompleks.

Ketika Database Legacy Mulai Menjadi Hambatan

Database

Bagi platform seperti Trip.com, downtime atau keterlambatan akses data bisa berdampak langsung pada pengalaman pelanggan. Pengguna yang sedang mencari tiket pesawat, membandingkan harga hotel, atau melakukan pemesanan tentu mengharapkan proses yang cepat dan mulus. Jika database lambat, transaksi bisa terhambat. Jika sistem tidak stabil, kepercayaan pelanggan bisa menurun.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Trip.com adalah proses perubahan schema database yang berisiko tinggi. Pada sistem MySQL yang digunakan sebelumnya, aktivitas seperti menambahkan kolom atau index pada tabel produksi besar bisa memakan waktu berminggu-minggu. Proses ini juga membutuhkan kapasitas storage tambahan lebih dari 120% selama eksekusi. Untuk platform yang harus selalu aktif, perubahan schema seperti ini membawa risiko besar terhadap stabilitas layanan.

Tantangan berikutnya adalah konsistensi data antar node. Replikasi berbasis binlog pada MySQL dapat menimbulkan risiko perbedaan data antara primary dan standby node. Dalam kondisi failover, tim tidak selalu bisa menjamin bahwa replika memiliki data yang benar-benar identik. Pada skala layanan global, situasi seperti ini tentu membutuhkan pengawasan manual yang intensif dan meningkatkan beban operasional tim database.

Selain itu, Trip.com juga menghadapi masalah storage pada tabel besar. Salah satu contohnya adalah tabel group message pada sistem IM yang hampir mencapai batas single-table storage. Ketika tabel semakin besar dan tidak ada jalur skalabilitas yang bersih dari sisi MySQL, pertumbuhan layanan bisa ikut tertahan.

Masalah lain muncul dari alokasi resource yang kurang fleksibel. Beberapa modul bisnis bisa saja memiliki resource berlebih, sementara modul lain kekurangan kapasitas. Pola traffic yang berbeda antar layanan membuat pendekatan resource allocation standar menjadi kurang efisien. Akibatnya, infrastruktur menjadi lebih mahal, lebih sulit dikontrol, dan kurang optimal untuk menghadapi lonjakan traffic.

Membangun Fondasi Database Terdistribusi dengan OceanBase

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Trip.com membutuhkan database yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menangani workload berskala besar dengan konsistensi data yang kuat, skalabilitas fleksibel, efisiensi storage, dan kemampuan high availability.

Oceanbase

Di sinilah OceanBase digunakan sebagai fondasi database terdistribusi untuk menggantikan arsitektur MySQL yang mulai kewalahan. Dengan arsitektur distributed database, Trip.com bisa mendapatkan performa yang lebih baik sekaligus mengurangi kompleksitas operasional yang sebelumnya muncul dari berbagai workaround pada sistem legacy.

Salah satu kemampuan penting yang digunakan Trip.com adalah online DDL. Sebelumnya, perubahan schema pada tabel besar bisa menjadi pekerjaan panjang yang berisiko. Setelah menggunakan OceanBase, proses seperti menambahkan field baru pada tabel besar dapat dilakukan dalam hitungan detik tanpa mengganggu live traffic. Ini sangat penting untuk bisnis digital yang terus berkembang, karena tim bisa melakukan perubahan sistem tanpa harus mengorbankan ketersediaan layanan.

Selain itu, OceanBase membantu Trip.com meningkatkan konsistensi data dan proses failover. Dengan built-in distributed consensus, sistem dapat menjaga konsistensi data secara ketat dan mengotomatisasi proses failover. Hal ini mengurangi kebutuhan intervensi manual saat terjadi gangguan node, sekaligus membuat operasional database menjadi lebih stabil.

Dari sisi efisiensi storage, Trip.com juga mendapatkan manfaat besar. OceanBase menggunakan algoritma encoding dan compression yang membantu menekan kebutuhan penyimpanan. Salah satu contoh yang disebutkan dalam customer story adalah tabel yang sebelumnya berukuran 800 GB di MySQL, lalu menyusut menjadi 200 GB setelah menggunakan OceanBase.

Kemampuan multitenancy juga menjadi bagian penting dari implementasi ini. Dengan multitenancy, Trip.com dapat mengelola beberapa modul bisnis dalam tenant yang berbeda, tetapi tetap berada dalam shared cluster. Pendekatan ini memungkinkan isolasi workload sekaligus pemanfaatan resource yang lebih efisien. Setiap modul bisa diskalakan sesuai kebutuhan tanpa harus membuat infrastruktur menjadi terlalu terfragmentasi.

Tidak hanya itu, OceanBase juga mendukung pendekatan HTAP atau Hybrid Transactional and Analytical Processing. Artinya, workload transaksi dan analitik dapat berjalan dalam satu environment database. Bagi perusahaan dengan kebutuhan real-time seperti Trip.com, kemampuan ini membantu mengurangi ketergantungan pada proses ETL terpisah dan menekan risiko replication lag.

Proses Migrasi Tetap Berjalan Tanpa Gangguan Layanan

OMS

Migrasi database untuk platform berskala besar bukan pekerjaan sederhana. Salah satu risiko terbesar dalam proses migrasi adalah gangguan layanan, data loss, atau inkonsistensi data. Untuk menghindari hal tersebut, Trip.com menggunakan OceanBase Migration Service atau OMS.

Melalui OMS, proses migrasi dari MySQL ke OceanBase dapat dilakukan dengan dukungan full dan incremental data synchronization. Pendekatan ini membantu memastikan konsistensi data selama proses perpindahan, sekaligus menjaga layanan tetap berjalan tanpa downtime dan tanpa kehilangan data.

Bagi bisnis digital, keberhasilan migrasi seperti ini sangat penting. Perusahaan tidak hanya membutuhkan teknologi baru, tetapi juga proses transisi yang aman. Sistem lama tidak bisa langsung dimatikan begitu saja, sementara sistem baru harus siap menampung workload produksi. Dengan proses migrasi yang terencana, perubahan infrastruktur bisa dilakukan tanpa mengganggu pengalaman pengguna.

Keberhasilan Trip.com Setelah Menggunakan OceanBase

Setelah migrasi, Trip.com mencatat peningkatan performa dan efisiensi yang signifikan. Dari sisi performa, Trip.com berhasil mencapai peningkatan write throughput hingga 3x dan peningkatan read performance hingga 2x pada workload produksi. Dampaknya, aktivitas seperti pencarian hotel, pemesanan tiket, dan pertukaran pesan dapat berjalan dengan respons yang lebih cepat.

Dari sisi storage, penggunaan OceanBase membantu Trip.com mengurangi storage footprint sekitar 66% dibandingkan dengan MySQL. Pengurangan storage ini bukan hanya berdampak pada penghematan kapasitas, tetapi juga pada efisiensi biaya infrastruktur secara keseluruhan.

Keberhasilan lainnya adalah kemampuan zero-downtime operation. Perubahan schema, scaling node, hingga maintenance data center dapat dilakukan tanpa berdampak pada layanan. Bagi platform travel global, kemampuan ini sangat krusial karena pengguna bisa mengakses layanan kapan saja dari berbagai zona waktu.

Trip.com juga mendapatkan efisiensi infrastruktur yang lebih baik melalui multitenancy dan HTAP. Modul bisnis dapat dikelola dengan lebih fleksibel, resource bisa dialokasikan sesuai kebutuhan, dan workload analitik real-time dapat berjalan berdampingan dengan transaksi operasional. Ini membuat database tidak hanya menjadi sistem penyimpanan data, tetapi juga fondasi untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Apa yang Bisa Dipelajari Bisnis dari Trip.com?

Kisah Trip.com menunjukkan bahwa pertumbuhan aplikasi harus diikuti dengan fondasi database yang tepat. Ketika traffic makin besar, transaksi makin banyak, dan kebutuhan real-time semakin tinggi, database legacy bisa menjadi penghambat pertumbuhan.

Banyak perusahaan mungkin awalnya merasa sistem database mereka masih cukup. Namun, tanda-tanda seperti query yang mulai lambat, perubahan schema yang berisiko, storage yang cepat membengkak, failover yang masih manual, dan biaya infrastruktur yang makin tidak efisien bisa menjadi sinyal bahwa bisnis membutuhkan pendekatan database yang lebih modern.

Dengan OceanBase , Trip.com berhasil membuktikan bahwa migrasi dari MySQL ke distributed database dapat memberikan dampak nyata: performa lebih cepat, storage lebih hemat, operasional lebih stabil, dan sistem lebih siap menghadapi pertumbuhan global.

Bangun Infrastruktur Database yang Lebih Siap untuk Pertumbuhan Bisnis

Jika perusahaan Anda mulai menghadapi tantangan seperti aplikasi yang semakin berat, transaksi yang terus meningkat, performa database yang menurun, atau kebutuhan high availability yang lebih tinggi, sekarang saatnya mengevaluasi kembali fondasi data infrastructure Anda.

Virtuenet by Prasetia dapat membantu bisnis memahami kebutuhan teknologi, memilih solusi yang tepat, dan merancang implementasi database yang lebih scalable untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Ingin tahu bagaimana OceanBase dapat membantu bisnis Anda membangun database yang lebih cepat, stabil, dan efisien seperti Trip.com? Hubungi Virtuenet by Prasetia untuk konsultasi dan diskusi solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.





Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:

FAQ (Frequently Ask Question)

  1. Apa benefit utama OceanBase untuk Trip.com?

    Benefit utamanya adalah peningkatan performa database, efisiensi storage, dan operasional yang lebih stabil. Trip.com mencatat 3x peningkatan write throughput, 2x peningkatan read performance, serta sekitar 66% pengurangan storage setelah migrasi dari MySQL ke OceanBase.

  2. Mengapa Trip.com mengganti MySQL dengan OceanBase?

    Trip.com menghadapi tantangan seperti perubahan schema yang memakan waktu lama, risiko inkonsistensi data pada replikasi, keterbatasan storage pada tabel besar, dan alokasi resource yang kurang efisien. OceanBase membantu mengatasi tantangan tersebut melalui distributed architecture, online DDL, automated failover, compression, multitenancy, dan HTAP.

  3. Apakah OceanBase cocok untuk semua perusahaan?

    OceanBase sangat relevan untuk perusahaan dengan kebutuhan transaksi besar, aplikasi yang harus selalu aktif, workload real-time, dan kebutuhan skalabilitas tinggi. Contohnya termasuk travel platform, e-commerce, fintech, super app, SaaS, dan bisnis digital dengan pertumbuhan data yang cepat.

Virtuenet IG Background 01.jpg
lark lets get started.jpg

Hubungi kami sekarang!

Thanks for submitting!

bottom of page