AI Makin Gokil, Claude Jadi Rekan Kerja dan OpenAI Unggul Lagi di Coding!
- Virtuenet

- 3 Jul
- 6 menit membaca

Perkembangan AI semakin cepat dan semakin terasa dekat dengan cara manusia bekerja sehari-hari. Kalau dulu AI lebih sering dipakai sebagai chatbot pribadi untuk menjawab pertanyaan, membuat rangkuman, atau membantu menulis teks, sekarang perannya mulai berkembang lebih jauh. AI mulai masuk ke ruang kerja tim, membantu percakapan lebih natural, mendukung proses coding, bahkan ikut mengubah cara video, logistik, dan chip komputer dikembangkan.
Dalam beberapa update terbaru, terlihat bahwa persaingan antarperusahaan AI besar seperti OpenAI, Anthropic, Google, IBM, hingga perusahaan teknologi dari Jepang dan China semakin intens. Setiap minggu, selalu ada fitur, model, atau teknologi baru yang membuat batas kemampuan AI terus bergeser.
Berikut 10 perkembangan AI terbaru yang menunjukkan bagaimana teknologi ini makin gokil dan makin dekat dengan dunia kerja, bisnis, serta industri kreatif.
āBaca Selengkapnya: AI Semakin Canggih, Developer Bisa Coding dari Smart Glasses!
1. Claude Sekarang Bisa Jadi Rekan Kerja Tim

Anthropic meluncurkan Claude Tag, fitur yang membuat Claude bisa dipanggil langsung di channel Slack menggunakan @mention. Artinya, Claude tidak hanya digunakan sebagai chatbot pribadi, tetapi bisa hadir di tengah percakapan tim.
Dengan fitur ini, Claude bisa membaca percakapan, membantu memahami konteks diskusi, membagi tugas, hingga melakukan follow up pekerjaan. Misalnya, ketika sebuah tim sedang membahas project di Slack, Claude dapat membantu merangkum keputusan, mencatat siapa yang bertanggung jawab atas tugas tertentu, dan mengingatkan langkah berikutnya.
Ini menjadi perubahan penting karena AI mulai bergerak dari sekadar āalat bantu individuā menjadi ārekan kerja bersamaā dalam satu tim. Bagi bisnis, kemampuan seperti ini bisa membantu mengurangi miskomunikasi, mempercepat koordinasi, dan membuat pekerjaan lebih terstruktur.
2. ChatGPT Dikabarkan Menyiapkan Voice Mode Baru yang Lebih Natural

OpenAI kabarnya sedang menyiapkan voice mode baru yang jauh lebih natural. Model suara baru ini disebut GPT-Bidi-1, yang dirancang untuk percakapan dua arah tanpa jeda yang kaku.
Berbeda dari voice assistant biasa yang biasanya harus menunggu pengguna selesai berbicara, GPT-Bidi-1 disebut bisa mendengarkan sambil berbicara. AI ini juga dapat merespons saat dipotong, melakukan terjemahan secara real-time, dan mengingat lebih banyak konteks percakapan.
Jika teknologi seperti ini benar-benar diterapkan secara luas, pengalaman berbicara dengan AI akan terasa jauh lebih manusiawi. Pengguna tidak perlu lagi merasa seperti sedang berbicara dengan sistem yang kaku, tetapi bisa berinteraksi secara lebih natural seperti berbicara dengan rekan kerja atau asisten pribadi.
3. Banyak Bisnis Mulai Memilih Claude Dibanding ChatGPT

Persaingan AI di kalangan bisnis juga semakin menarik. Menurut data Ramp, Anthropic disebut sudah melampaui OpenAI dalam pengeluaran AI bisnis di Amerika Serikat.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan mulai melihat Claude sebagai solusi AI yang relevan untuk kebutuhan kerja mereka. Adopsi Claude yang cepat di kalangan perusahaan juga ikut mendorong pertumbuhan Anthropic, dengan estimasi revenue tahunan mencapai sekitar 30 miliar dolar AS.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa pasar AI enterprise tidak hanya ditentukan oleh popularitas di kalangan pengguna umum. Perusahaan biasanya mempertimbangkan faktor seperti keamanan, kemampuan memahami konteks panjang, integrasi dengan workflow, dan efisiensi untuk tim. Dengan semakin banyak bisnis yang mulai memilih Claude, persaingan antara Anthropic dan OpenAI akan semakin ketat, terutama dalam pasar enterprise.
4. AI Chatbot Disebut Menunjukkan Bias Politik Tertentu

Di sisi lain, perkembangan AI juga memunculkan diskusi tentang netralitas dan bias. Dalam sebuah laporan, peneliti menguji beberapa chatbot besar dengan topik yang cukup sensitif dan menemukan bahwa rata-rata jawabannya cenderung condong ke kiri.
Dalam laporan tersebut, ChatGPT disebut memiliki kecenderungan paling kuat, sementara Gemini dinilai paling seimbang karena lebih sering menampilkan dua sisi jawaban. Isu ini penting karena AI semakin sering digunakan untuk mencari informasi, menyusun opini, membuat analisis, hingga mendukung pengambilan keputusan. Jika jawaban AI memiliki kecenderungan tertentu, pengguna perlu memahami bahwa hasil yang diberikan tetap harus dibaca secara kritis.
Bagi perusahaan, hal ini juga menjadi pengingat bahwa penggunaan AI dalam komunikasi, riset, dan pengambilan keputusan perlu disertai review manusia, terutama untuk topik yang sensitif atau berdampak besar.
5. OpenAI Kembali Unggul di Dunia AI Coding

OpenAI kembali menjadi sorotan di dunia AI coding. Beberapa hari setelah Anthropic meluncurkan Mythos, OpenAI merilis GPT-5.6 dan mengklaim berhasil memimpin di salah satu benchmark coding paling sulit.
Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi antara OpenAI dan Anthropic semakin ketat, terutama dalam kemampuan AI untuk menulis, memahami, memperbaiki, dan mengoptimalkan kode.
Di dunia kerja, kemampuan coding AI semakin penting karena banyak developer mulai menggunakan AI untuk mempercepat debugging, membuat dokumentasi, membangun prototype, hingga memahami codebase yang kompleks. Namun, posisi teratas dalam benchmark AI coding kini bisa berubah sangat cepat. Bahkan, persaingan antara OpenAI dan Anthropic disebut bisa berubah hampir setiap minggu. Ini menandakan bahwa inovasi AI coding sedang bergerak dalam kecepatan yang sangat tinggi.
āBaca Selengkapnya: AI Makin Canggih, Sekarang Bisa Bantu Developer Sampai Dunia Medis!
6. Jepang Mulai Serius Masuk ke Persaingan AI

Jepang juga mulai menunjukkan keseriusannya dalam persaingan AI global. Jepang merilis model AI bernama Sakana Fugu, yang dibuat di Tokyo oleh salah satu co-author paper Transformer.
Berbeda dari AI biasa, Fugu bekerja dengan pendekatan yang unik. Model ini menggabungkan beberapa AI sekaligus, lalu memilih model terbaik untuk setiap bagian tugas dan menyatukannya menjadi satu jawaban.
Pendekatan seperti ini menarik karena tidak hanya mengandalkan satu model besar untuk semua kebutuhan. Sebaliknya, sistem dapat memanfaatkan kemampuan beberapa model berbeda agar hasil akhirnya lebih optimal. Konsep ini bisa menjadi arah baru dalam pengembangan AI, terutama untuk tugas kompleks yang membutuhkan kombinasi penalaran, kreativitas, analisis, dan pemahaman konteks.
7. Robot Delivery di China Makin Sering Digunakan

Di China, penggunaan robot delivery semakin meluas. Perusahaan besar seperti JD, Meituan, dan Cainiao mulai memperluas penggunaan robot delivery untuk pengiriman jarak dekat. Lebih dari 10.000 robot delivery disebut sudah membantu proses pengiriman agar lebih cepat, murah, dan otomatis.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya berkembang dalam bentuk chatbot atau software, tetapi juga mulai masuk ke dunia fisik melalui robotika. Dalam konteks logistik, robot delivery dapat membantu mengatasi tantangan last-mile delivery, yaitu proses pengiriman jarak dekat dari pusat distribusi ke pelanggan.
Bagi industri retail, e-commerce, dan logistik, teknologi seperti ini bisa membuka peluang efisiensi yang besar. Pengiriman bisa dilakukan lebih cepat, biaya operasional dapat ditekan, dan proses distribusi menjadi lebih otomatis.
8. Claude Fable 5 Dikabarkan Akan Kembali Minggu Ini

Claude Fable 5 juga menjadi salah satu kabar menarik dalam perkembangan AI terbaru. Setelah Fable 5 dan Mythos 5 sempat ditarik offline, pemerintah AS dikabarkan mulai melonggarkan pembatasan.
Mythos 5 disebut akan kembali untuk partner yang disetujui, sementara Fable 5 kemungkinan bisa tersedia lagi secepatnya minggu ini. Kabar ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh regulasi, kebijakan pemerintah, dan kontrol akses terhadap model tertentu.
Dalam industri AI, model yang sangat kuat sering kali perlu melewati pertimbangan keamanan, penggunaan yang bertanggung jawab, serta potensi dampak terhadap pasar dan masyarakat. Karena itu, ketersediaan model AI tertentu bisa berubah tergantung situasi regulasi dan kebijakan.
9. IBM Menembus Batas Chip Sub-1nm

Perkembangan AI juga sangat bergantung pada kemajuan hardware. IBM memperkenalkan teknologi chip 0,7nm yang menyusun transistor secara vertikal, bukan hanya mengecilkan ukurannya.
Teknologi ini diklaim bisa memuat hampir 100 miliar transistor dalam chip seukuran kuku, dengan performa lebih tinggi dan efisiensi energi yang lebih baik. Ini menjadi kabar penting karena kebutuhan komputasi AI semakin besar. Model AI yang semakin canggih membutuhkan chip yang lebih kuat, lebih hemat energi, dan mampu memproses data dalam jumlah besar.
Jika teknologi chip seperti ini terus berkembang, dampaknya bisa sangat besar bagi industri AI, data center, perangkat mobile, hingga sistem komputasi masa depan. AI yang lebih kuat tidak hanya membutuhkan model yang pintar, tetapi juga infrastruktur hardware yang mampu mendukungnya.
10. Cara Membuat Video Bisa Berubah Total

Dunia kreatif juga ikut terdampak oleh perkembangan AI. Seorang animator Jepang menggunakan Seedance untuk membuat anime dari model 3D sederhana. Prosesnya dimulai dengan membuat preview 3D terlebih dahulu. Setelah itu, Seedance membantu merendernya menjadi anime lengkap, sambil tetap mempertahankan gerakan dan kontrol kamera.
Ini menunjukkan bahwa AI dapat mengubah cara produksi video dan animasi. Animator tidak lagi harus memulai semuanya dari nol. Dengan bantuan AI, proses visualisasi, rendering, dan pengembangan gaya visual bisa menjadi lebih cepat.
Bagi industri kreatif, teknologi seperti ini membuka peluang besar. Pembuatan konten video, animasi, iklan, hingga visual storytelling dapat menjadi lebih efisien, tanpa menghilangkan peran manusia sebagai pengarah konsep, cerita, dan kreativitas utama.
Ke depan, persaingan AI akan semakin cepat dan semakin menarik untuk diikuti. Siapa yang unggul hari ini belum tentu tetap berada di posisi teratas minggu depan. Karena itu, bisnis dan profesional perlu terus mengikuti perkembangan terbaru agar tidak tertinggal dalam perubahan besar yang sedang terjadi. Virtuenet by PrasetiaĀ akan terus membagikan insight terbaru seputar teknologi, AI, dan transformasi digital agar bisnis Anda bisa lebih siap menghadapi perubahan yang semakin cepat.
Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:
FAQ (Frequently Ask Question)
Apa perkembangan AI paling menarik minggu ini?
Salah satu yang paling menarik adalah Claude Tag, fitur yang membuat Claude bisa dipanggil langsung di Slack sebagai rekan kerja tim, bukan hanya chatbot pribadi.
Kenapa OpenAI dan Anthropic sering dibandingkan?
Keduanya sama-sama memimpin pengembangan AI generatif, terutama untuk chatbot, enterprise AI, dan AI coding. Persaingan mereka semakin ketat karena masing-masing terus merilis model dan fitur baru.
Apa dampak perkembangan AI untuk bisnis?
AI dapat membantu bisnis meningkatkan produktivitas, mempercepat koordinasi tim, mendukung coding, mengotomatisasi proses kerja, hingga membuka peluang baru dalam operasional dan konten kreatif.
%20sponsor.png)

