top of page

Seriusan, Video Viral Ini Ternyata Dibuat Pakai AI?

Seriusan, Video Viral Ini Ternyata Dibuat Pakai AI?

Dulu, video buatan AI masih gampang ditebak. Gerakannya kaku, wajahnya aneh, dan detailnya sering terlihat tidak natural. Tapi sekarang, kondisinya mulai berubah. AI sudah bisa membuat video yang terlihat realistis, mengubah gambar menjadi video, membantu mengoperasikan komputer, membuat desain dalam hitungan detik, sampai menggerakkan robot untuk bermain sepak bola secara mandiri.

Bukan cuma itu, perkembangan AI juga mulai memunculkan pertanyaan baru di dunia bisnis: apakah penggunaan AI sudah benar-benar efektif, atau justru mulai membuat biaya perusahaan membengkak?

Berikut 10 berita AI terbaru yang menarik untuk Anda ikuti.

1. HeyClicky, AI Mac yang Bisa Mengoperasikan Komputer

HeyClicky

HeyClicky memperkenalkan konsep asisten AI untuk Mac yang bisa memahami tampilan layar dan menjalankan perintah lewat suara. Jadi, AI ini bukan hanya menjawab pertanyaan seperti chatbot biasa. Ia bisa membantu membuka aplikasi, klik bagian tertentu, membaca konteks layar, dan menjalankan tugas langsung di komputer.

Teknologi seperti ini memberi gambaran bahwa cara kita menggunakan laptop ke depan bisa berubah. Tidak selalu harus mengetik atau klik manual, cukup beri instruksi suara, lalu AI membantu menjalankan prosesnya.

2. Perusahaan Dilaporkan Habiskan $500 Juta untuk Claude

Claude

Ada laporan yang menyebut sebuah perusahaan menghabiskan sekitar $500 juta untuk penggunaan Claude dalam satu bulan. Masalah utamanya bukan karena AI-nya mahal saja, tapi karena akses diberikan tanpa batas penggunaan yang jelas. Padahal, AI agent bisa memakai token jauh lebih banyak dibanding chatbot biasa.

Ini jadi pengingat penting untuk perusahaan. AI memang bisa mempercepat pekerjaan, tapi tetap perlu aturan, limit, monitoring, dan evaluasi biaya. Tanpa kontrol yang baik, penggunaan AI bisa berubah dari solusi produktivitas menjadi sumber pemborosan besar.

3. Video AI Makin Realistis dan Sulit Dibedakan

Gemini OMNI

Inilah poin yang paling nyambung dengan judul artikel ini. Sekarang, AI video generatif bisa membuat video dari teks, gambar, atau audio. Hasilnya bisa terlihat sangat realistis, bahkan kadang seperti video asli yang direkam kamera.

Di satu sisi, teknologi ini sangat membantu kreator, marketer, dan brand dalam membuat konten lebih cepat. Tapi di sisi lain, risiko deepfake juga semakin besar. Video palsu bisa dibuat seolah-olah seseorang sedang melakukan atau mengatakan sesuatu, padahal itu tidak pernah terjadi. Karena itu, kita perlu lebih hati-hati saat melihat video viral. Tidak semua yang terlihat nyata benar-benar terjadi.

4. Claude Opus 4.8 Makin Kuat untuk Coding

Claude Opus 4.8

Claude Opus 4.8 disebut membawa peningkatan dibanding versi sebelumnya, terutama untuk coding, debugging, dan pekerjaan kompleks.

Salah satu hal menarik adalah kemampuan Claude untuk lebih baik dalam menemukan kesalahan pada kode yang dibuatnya sendiri. Selain itu, Claude juga mulai mendukung cara kerja dengan sub-agent, sehingga tugas besar bisa dibagi menjadi beberapa bagian kecil.

Bagi developer dan tim teknologi, ini bisa sangat membantu. Namun, hasil kerja AI tetap perlu dicek manusia, terutama jika berkaitan dengan keamanan, data, dan sistem penting perusahaan.

5. NVIDIA Bikin World Model yang Bisa Jalan di PC

NVIDIA

NVIDIA memperkenalkan model AI yang bisa mengubah satu gambar dan arah kamera menjadi video berdurasi hingga 60 detik dengan resolusi 720p. Yang menarik, versi ringannya disebut bisa menghasilkan video satu menit hanya dalam waktu sekitar 34 detik menggunakan satu RTX 5090.

Ini penting karena pembuatan video AI dan simulasi dunia biasanya membutuhkan komputasi besar. Jika model seperti ini semakin ringan, maka industri seperti game, film, arsitektur, otomotif, dan digital twin bisa semakin terbantu.

6. AI Sekarang Bisa Mendesain Parking Lot dalam Detik

Robotics

AI juga mulai masuk ke pekerjaan teknis seperti desain area parkir. Dengan bantuan AI, layout parking lot bisa dibuat lebih cepat berdasarkan bentuk lahan, kapasitas kendaraan, akses jalan, dan efisiensi ruang.

Bagi industri properti, ritel, konstruksi, dan fasilitas publik, ini bisa menghemat banyak waktu. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan banyak revisi manual kini bisa dibantu otomatis oleh sistem. Ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya berguna untuk membuat konten, tapi juga untuk mendukung perencanaan operasional.

7. Robot Booster di Beijing Bisa Main Bola Sendiri

Booster Robotics

Di Beijing, robot humanoid dari Booster Robotics menarik perhatian karena bisa bermain sepak bola secara otonom. Artinya, robot tersebut tidak terus-menerus dikendalikan manusia. Mereka bisa bergerak, membaca situasi, menjaga keseimbangan, dan mengambil keputusan sendiri di lapangan.

Mungkin gerakannya belum sempurna seperti manusia. Tapi perkembangan ini menunjukkan bahwa AI mulai masuk lebih jauh ke dunia fisik, bukan hanya dunia digital. Ke depannya, teknologi seperti ini bisa berdampak pada industri manufaktur, logistik, kesehatan, hingga pekerjaan lapangan yang berisiko tinggi.

8. 4D Gaussian Splatting Bikin Video Jadi Scene 3D

4D Gaussian Splatting

4D Gaussian Splatting adalah teknologi yang memungkinkan video atau scene dinamis direpresentasikan dalam bentuk ruang 3D yang memiliki dimensi waktu.

Sederhananya, video tidak hanya dilihat sebagai gambar bergerak datar, tapi bisa diproses menjadi scene yang terasa lebih hidup dan bisa dieksplorasi. Teknologi ini punya potensi besar untuk film, game, VR, AR, real estate, hingga digital twin.

Bayangkan video properti, training simulasi, atau visual produk yang bisa dilihat dari berbagai sudut secara lebih interaktif.

9. Uber Mulai Mempertanyakan Biaya AI Tokenmaxxing

Tokenmaxxing

Istilah ā€œtokenmaxxingā€ mulai muncul untuk menggambarkan penggunaan token AI secara besar-besaran. COO Uber disebut menyoroti bahwa biaya penggunaan AI semakin sulit dibenarkan jika tidak ada hasil bisnis yang jelas.

Ini menjadi sinyal bahwa perusahaan mulai masuk ke fase yang lebih realistis. Sebelumnya, banyak bisnis ingin semua tim memakai AI. Sekarang, pertanyaannya berubah menjadi: apakah AI benar-benar meningkatkan produktivitas, efisiensi, atau revenue?

AI tetap penting, tapi penggunaannya harus punya tujuan yang jelas dan terukur.

10. Anthropic Makin Bernilai di Industri AI

Anthropic

Anthropic, perusahaan di balik Claude, terus menjadi salah satu pemain besar di industri AI. Dengan pertumbuhan yang cepat dan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap AI enterprise, Anthropic disebut menjadi salah satu perusahaan AI paling bernilai di dunia.

Ini menunjukkan bahwa persaingan AI tidak lagi hanya soal chatbot paling pintar. Perusahaan AI kini bersaing di area coding, keamanan, enterprise workflow, agentic AI, dan kepercayaan pengguna bisnis.

Bagi perusahaan, ini berarti pilihan solusi AI akan semakin banyak. Tapi memilih teknologi yang tepat juga menjadi semakin penting.

Apa Benang Merah dari 10 Berita AI Ini?

Kalau dilihat, semua berita ini punya satu pola besar AI mulai bergerak dari sekadar menjawab menjadi benar-benar bertindak. AI sekarang bisa membantu mengoperasikan komputer, membuat video realistis, menulis kode, mendesain layout, membuat simulasi, sampai menggerakkan robot. Namun, semakin besar kemampuan AI, semakin besar juga risikonya.

Perusahaan perlu mulai memikirkan tiga hal penting: keamanan, biaya, dan kontrol penggunaan. Karena memakai AI tanpa strategi bisa berbahaya. Biaya bisa membengkak, data bisa berisiko, dan output AI bisa salah jika tidak ada proses pengecekan.

Jika perusahaan Anda ingin mulai membangun sistem kerja digital yang lebih efisien, aman, dan siap menghadapi perkembangan AI, Virtuenet by PrasetiaĀ dapat membantu Anda memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.





Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:

FAQ (Frequently Ask Question)

  1. Apa itu video AI?

Video AI adalah video yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan artificial intelligence. Video ini bisa dibuat dari teks, gambar, audio, atau prompt tertentu.

  1. Kenapa perusahaan perlu mengikuti perkembangan AI?

Karena AI sekarang tidak hanya digunakan untuk membuat teks, tapi juga membantu coding, desain, video, otomasi, analisis, dan pekerjaan operasional. Perusahaan yang memahami AI lebih awal bisa lebih siap menghadapi perubahan cara kerja.

  1. Apa risiko terbesar dari penggunaan AI di perusahaan?

Risiko terbesarnya adalah biaya yang tidak terkontrol, kebocoran data, output yang tidak akurat, dan penggunaan AI tanpa aturan yang jelas. Karena itu, perusahaan perlu memiliki AI governance, monitoring, dan proses approval yang baik.

Virtuenet IG Background 01.jpg
lark lets get started.jpg

Hubungi kami sekarang!

Thanks for submitting!

bottom of page