top of page

Cara Mudah Buat Form Digital Otomatis untuk Bisnis

Cara Mudah Buat Form Digital Otomatis untuk Bisnis

Banyak perusahaan sudah menggunakan laptop, aplikasi chat, dan spreadsheet. Namun di balik itu, pengumpulan data masih sering berjalan secara manual formulir kertas diedarkan, kandidat mengisi dengan tulisan tangan, data diketik ulang ke sistem, lalu file dikirim bolak-balik lewat chat.

Masalah utamanya bukan hanya kertas. Masalahnya adalah satu informasi yang harus dimasukkan lebih dari sekali. Kandidat sudah menulis data di formulir kedatangan, tetapi HR masih perlu mengetiknya ke database. Sales sudah menerima data calon pelanggan, tetapi harus mencatatnya kembali ke tabel. Tim operasional sudah mengisi checklist lapangan, tetapi tetap perlu membuat rekap terpisah.

Pekerjaan berulang seperti ini memperlambat tindak lanjut, membuat data tersebar di banyak tempat, dan meningkatkan risiko salah input. Bisnis modern membutuhkan form digital yang tidak sekadar mengumpulkan jawaban, tetapi juga memastikan data langsung tercatat, diteruskan ke PIC yang tepat, dan siap diproses tanpa langkah manual tambahan.

Mengapa Form Manual Menghambat Proses Bisnis?

Form manual sering dianggap sebagai bagian kecil dari operasional. Padahal ketika digunakan setiap hari dalam volume tinggi, dampaknya terasa di mana-mana.

Input data berulang membuang waktu produktif.Ā Waktu yang seharusnya dipakai untuk menyeleksi kandidat, menghubungi leads, atau menyelesaikan masalah operasional justru habis untuk administrasi yang sebenarnya bisa diotomasi.

Data tersebar dan sulit ditelusuri.Ā Ketika informasi ada di kertas, chat, spreadsheet, dan email sekaligus, mencari data historis menjadi pekerjaan tersendiri. Tidak ada satu sumber kebenaran yang bisa diandalkan semua tim.

Monitoring menjadi buta.Ā Manajer tidak bisa melihat secara real-time siapa yang sudah mengisi, apakah datanya lengkap, dan siapa yang bertanggung jawab menindaklanjutinya. Tanpa visibilitas ini, follow-up sering terlambat atau terlewat.

Risiko kehilangan data.Ā Formulir fisik bisa hilang, rusak, atau sulit dibaca. Pesan chat bisa tergulir ke atas dan terlupakan. File yang dikirim bolak-balik rentan ter-overwrite tanpa jejak revisi.

Belajar dari Digitalisasi Form Rekrutmen Roscik

Salah satu contoh nyata datang dari Roscik. Sebelumnya, administrasi rekrutmen masih berjalan secara semi-manual. Ketika kandidat datang, tim memberikan lembar kosong untuk diisi sebagai form kedatangan peserta.

Setelah kandidat selesai mengisi, data tersebut belum otomatis masuk ke sistem. Tim HR harus membaca formulir lalu memasukkan kembali informasi kandidat. Artinya, satu data dikerjakan dua kali.

Proses itu kemudian diubah menjadi digital. Form kedatangan dibuat secara online, lalu QR code-nya dicetak dan ditempatkan di lokasi. Kandidat cukup memindai QR code melalui smartphone, mengisi data, dan mengirimkan form.

Informasi yang dikirim langsung tercatat di sistem sehingga tim tidak perlu melakukan input ulang. Menurut Roscik, digitalisasi kemudian diperluas hingga hampir seluruh form yang digunakan oleh tim HRBP. Pengalaman ini menunjukkan bahwa perubahan sederhana dapat membantu mengurangi pekerjaan administratif dan membuat data lebih mudah dikelola.

Panduan Membuat Form Digital Otomatis untuk Bisnis

1. Pilih Proses yang Paling Sering Menimbulkan Input Ulang

Jangan langsung mendigitalisasi seluruh proses perusahaan sekaligus. Mulailah dari satu form yang paling sering digunakan atau paling banyak menghasilkan pekerjaan manual yang sebenarnya bisa dihindari.

Tim HR dapat memulai dari form kedatangan kandidat atau form onboarding karyawan baru. Tim operasional dapat memilih checklist inspeksi harian, laporan kerusakan, atau pencatatan stok cabang. Tim sales dapat memulai dari form leads event, permintaan demo, atau laporan kunjungan pelanggan.

Prioritaskan proses yang memenuhi tiga kriteria: volumenya tinggi (sering digunakan), membutuhkan tindak lanjut cepat, dan datanya selama ini masih harus dipindahkan secara manual ke sistem lain. Proses seperti inilah yang paling cepat merasakan dampak digitalisasi.

2. Tentukan Data yang Benar-Benar Dibutuhkan

Form yang terlalu panjang membuat responden malas mengisi sampai selesai. Sebelum membuat form, tentukan terlebih dahulu informasi minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan proses berikutnya.

Pisahkan pertanyaan wajib dan opsional. Gunakan pilihan jawaban (dropdown, checkbox, radio button) ketika data perlu dikelompokkan atau dikategorikan, dan gunakan kolom teks bebas hanya untuk jawaban yang memang membutuhkan penjelasan. Semakin sedikit langkah yang harus dilakukan responden, semakin tinggi tingkat pengisian yang lengkap.

Lark Forms

Lark Forms mendukung berbagai tipe pertanyaan dan dapat disesuaikan untuk survei, registrasi, kuis, maupun pengumpulan informasi bisnis.

3. Buat Form yang Mudah Dipahami

Gunakan judul yang jelas, instruksi singkat di awal, serta urutan pertanyaan yang logis. Letakkan pertanyaan sederhana dan tidak sensitif di awal untuk membangun momentum pengisian, lalu lanjutkan ke informasi yang lebih spesifik.

Perhatikan tampilan di layar smartphone karena sebagian besar responden akan mengisi form dari perangkat mobile. Pastikan ukuran tombol cukup besar, jarak antar pertanyaan nyaman, dan waktu muat halaman cepat.

Lark Forms

Tampilan juga dapat disesuaikan. Lark Forms memungkinkan pengguna menambahkan pertanyaan, memilih tema, dan menggunakan background image.

Untuk form yang panjang, step mode dapat digunakan agar pertanyaan disajikan secara bertahap dan tidak terasa terlalu padat bagi responden.

4. Bagikan Melalui Link atau QR Code

Link cocok dibagikan lewat email, chat, website, dan media sosial. QR code lebih praktis untuk meja registrasi, resepsionis, booth event, toko, gudang, atau ruang interview.

Dokumentasi resmi Lark menjelaskan bahwa formulir dapat dibagikan melalui QR code agar lebih mudah diakses dari perangkat pengguna.

QR Code

Dalam kasus Roscik, QR code memungkinkan kandidat mengisi form kedatangan secara mandiri tanpa harus menerima lembar kertas dari tim HR.

5. Hubungkan Respons dengan Database Kerja

Form digital memberi manfaat lebih besar ketika data tidak berhenti sebagai kumpulan jawaban. Respons perlu masuk ke tempat yang dapat digunakan tim untuk memantau status, mengelompokkan data, dan menjalankan tindak lanjut.

Lark Base

Lark Forms terintegrasi langsung dengan Lark Base. Setiap respons yang masuk dari form otomatis menjadi record baru di tabel Base, tanpa perlu copy-paste manual. Dari sana, data bisa dikelola dengan tampilan yang berbeda sesuai kebutuhan — tampilan tabel untuk overview, tampilan Kanban untuk memantau status proses, tampilan kalender untuk jadwal, atau tampilan form untuk input data baru.

Contoh konkretnya: data kandidat yang masuk dari form rekrutmen dapat dikelompokkan berdasarkan posisi yang dilamar dan status seleksi. Data leads dari event dapat difilter berdasarkan produk yang diminati dan tahap follow-up. Laporan operasional dapat dipantau berdasarkan lokasi, tingkat urgensi, dan PIC yang bertanggung jawab.

šŸ’¬ Ingin melihat langsung bagaimana Lark Forms dan Base bekerja untuk proses bisnis Anda? Tim Virtuenet siap membantu merancang alur form yang sesuai dengan kebutuhan HR, operasional, atau sales perusahaan Anda.

6. Tentukan Notifikasi dan Tindak Lanjut

Setiap form harus memiliki alur yang jelas setelah responden menekan tombol submit. Tentukan siapa yang menerima informasi tersebut dan tindakan apa yang perlu segera dilakukan.

Form kerusakan fasilitas diteruskan ke tim maintenance. Form leads event ditindaklanjuti oleh sales dalam waktu 24 jam. Form kandidat diperiksa recruiter dan dimasukkan ke tahap berikutnya. Form inspeksi masuk ke dashboard monitoring manajer operasional.

Lark Forms menyediakan fungsi notifikasi untuk mengirim pengingat terjadwal ke responden yang belum mengisi, serta notifikasi real-time ke penerima ketika ada respons baru yang masuk. Lark Base juga memiliki fitur automation misalnya, secara otomatis mengirim pesan ke channel tertentu ketika ada record baru dengan status tertentu, atau mengubah status record setelah tanggal tertentu berlalu.

7. Uji Sebelum Digunakan Secara Luas

Lakukan simulasi bersama beberapa anggota tim. Periksa apakah pertanyaan mudah dipahami, tampilan nyaman di smartphone, data masuk ke kolom yang tepat, dan notifikasi terkirim kepada pihak yang benar.

Setelah digunakan, evaluasi pertanyaan yang sering dikosongkan atau proses tindak lanjut yang masih lambat. Form digital yang efektif perlu diperbaiki berdasarkan kebutuhan pengguna dan perkembangan proses bisnis.

Lark Forms vs Google Forms vs Typeform: Perbandingan Singkat

Sebelum memutuskan platform, penting untuk memahami perbedaan mendasar antar pilihan yang tersedia terutama jika tim Anda sudah terbiasa dengan Google Forms atau pernah mencoba Typeform.

Fitur

Lark Forms

Google Forms

Typeform

JotForm

Harga dasar

Gratis (paket Lark)

Gratis

Gratis (terbatas)

Gratis (terbatas)

Integrasi database bawaan

āœ… Lark Base (no-code)

āŒ Perlu Google Sheets manual

āŒ Perlu Zapier/integrasi pihak ketiga

āŒ Perlu integrasi tambahan

Workflow otomatis

āœ… Automation di Base

āŒ Perlu Google Apps Script

āŒ Perlu integrasi

āš ļø Terbatas di paket berbayar

Notifikasi tim

āœ… Via Lark Messenger

āŒ Email saja

āŒ Email saja

āš ļø Berbayar

Tampilan Kanban / Kalender

āœ… Bawaan di Lark Base

āŒ Tidak ada

āŒ Tidak ada

āŒ Tidak ada

QR Code distribusi

āœ… Bawaan

āš ļø Manual (generate terpisah)

āš ļø Manual

āœ… Ada

Kolaborasi tim

āœ… Real-time di Lark

āš ļø Terbatas

āŒ Berbayar

āš ļø Berbayar

Cocok untuk bisnis

āœ… UKM hingga Enterprise

āœ… UKM / Penggunaan ringan

āœ… Survei & Pengalaman user

āœ… Form kompleks

Kesimpulan perbandingan:Ā Google Forms adalah pilihan yang baik untuk pengumpulan data sederhana tanpa kebutuhan workflow. Typeform unggul dalam pengalaman pengisian yang terasa percakapan. Namun jika kebutuhan bisnis Anda mencakup otomasi data, monitoring status, dan koordinasi tim dalam satu platform, Lark Forms yang terintegrasi dengan Lark Base memberikan nilai yang jauh lebih tinggi tanpa biaya tambahan.

Form Digital untuk Banyak Departemen

Penerapan form digital tidak terbatas pada satu tim saja. Berikut contoh implementasi di berbagai departemen:

Human Resources:Ā Form kedatangan kandidat, pengajuan cuti, onboarding karyawan baru, survei engagement, dan formulir keluhan internal. Data langsung masuk ke Lark Base sebagai database karyawan yang bisa difilter dan dimonitor.

Sales & Marketing:Ā Form leads event atau webinar, permintaan demo produk, laporan kunjungan pelanggan, brief campaign, dan survei kepuasan klien. Tim sales dapat melihat status follow-up setiap leads secara real-time dari tampilan Kanban.

Operasional:Ā Checklist inspeksi cabang harian, laporan kerusakan fasilitas, pencatatan stok, form permintaan pengadaan barang, dan pelaporan insiden. Laporan yang masuk bisa langsung diprioritaskan berdasarkan urgensi dan diteruskan ke PIC yang tepat secara otomatis.

Administrasi & Finance:Ā Form permintaan pembelian, pengajuan reimbursement, pendataan tamu kantor, dan form peminjaman aset. Approval flow dapat dikonfigurasi sehingga pengajuan otomatis diarahkan ke atasan yang berwenang tanpa perlu chat manual.

Hal terpenting bukan jumlah form yang dibuat, melainkan bagaimana setiap form terhubung ke proses berikutnya. Ketika form, database, notifikasi, dan monitoring berjalan dalam satu ekosistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengurangi pekerjaan administratif sekaligus mempercepat koordinasi antar-tim.

Mulai Digitalisasi Form Bersama Virtuenet

Masih menggunakan form kertas, mengumpulkan data lewat chat, atau melakukan input informasi dua kali?

Virtuenet dapat membantu bisnis merancang form digital dan workflow yang sesuai untuk kebutuhan HR, operasional, sales, marketing, maupun proses kerja lainnya menggunakan Lark Forms dan Lark Base.

Konsultasikan kebutuhan digitalisasi bersama VirtuenetĀ dan temukan solusi yang paling sesuai untuk perusahaan Anda.





Temukan insight lainnya dari solusi Virtuenet:

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Apa Perbedaan Form Digital Biasa dengan Form Digital Otomatis?

    Form digital biasa umumnya hanya digunakan untuk mengumpulkan respons. Form digital otomatis dirancang agar data dapat masuk ke database, diteruskan kepada PIC, memicu notifikasi, atau menjadi bagian dari workflow berikutnya.

  2. Apakah Lark Forms Hanya Cocok untuk Kebutuhan HR?

    Tidak. Form dapat digunakan untuk inspeksi operasional, pengumpulan leads, registrasi event, permintaan internal, survei, feedback pelanggan, laporan kunjungan, dan berbagai kebutuhan bisnis lainnya.

  3. Apakah Pengguna Harus Menginstal Aplikasi untuk Mengisi Form?

    Metode akses bergantung pada pengaturan dan cara form dibagikan. Form dapat dibagikan melalui link atau QR code agar responden dapat membukanya melalui perangkat yang digunakan. Sebelum dipublikasikan, tim sebaiknya menguji akses sesuai skenario pengguna.

  4. Apa bedanya Lark Forms dengan Google Forms?

    Keduanya bisa membuat dan mendistribusikan form secara online. Perbedaan utamanya ada di integrasi pasca-pengisian: Google Forms memerlukan langkah tambahan (seperti Google Sheets atau Zapier) untuk menghubungkan data ke workflow tim. Lark Forms terintegrasi langsung dengan Lark Base, yang memungkinkan data masuk otomatis ke database, dikelola dalam berbagai tampilan (tabel, Kanban, kalender), dan memicu automation semuanya dalam satu platform yang sama.

  5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat dan mengaktifkan form digital pertama?

    Form sederhana dengan 5–10 pertanyaan bisa dibuat dalam 15–30 menit menggunakan Lark Forms. Termasuk konfigurasi koneksi ke Lark Base dan pengaturan notifikasi dasar, proses awal biasanya selesai dalam satu sesi kerja. Untuk workflow yang lebih kompleks dengan automation dan approval flow, tim Virtuenet dapat membantu merancang dan mengonfigurasinya sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Sumber Artikel


Virtuenet IG Background 01.jpg
lark lets get started.jpg

Hubungi kami sekarang!

Thanks for submitting!

bottom of page