top of page

KPI Karyawan: Cara Menyusun, Contoh, dan Cara Mengukurnya

3 hari yang lalu
6 menit membaca

Diperbarui: 1 hari yang lalu

Manajer HR dan kepala divisi meninjau KPI karyawan di layar monitor kantor

KPI karyawan adalah ukuran kinerja individu yang dapat dihitung dan diturunkan dari target perusahaan. Ukuran ini menjawab satu pertanyaan sederhana: hasil kerja apa yang diharapkan dari seseorang, dan bagaimana mengukurnya secara adil.


Banyak perusahaan sudah punya KPI, tetapi tidak semuanya berguna. Sebagian hanya disalin dari templat, sebagian lagi baru dibuka saat penilaian tahunan. Artikel ini membahas cara menyusun KPI karyawan dari atas ke bawah, contoh per divisi dalam tabel, cara menghitung skornya, dan cara memantaunya di sistem HR.


Apa Itu KPI Karyawan dan Bedanya dengan OKR?

KPI karyawan diturunkan dari target perusahaan ke target divisi, peran, lalu indikator dengan bobot

Menurut KPI.org, key performance indicator adalah ukuran kuantitatif yang kritis atas kemajuan menuju hasil yang diinginkan. Pada tingkat individu, KPI karyawan menerjemahkan target perusahaan menjadi angka yang bisa dipegang satu orang.


Indikator yang baik biasanya mencampur dua jenis ukuran. Indikator lagging mengukur hasil yang sudah terjadi, misalnya pencapaian penjualan bulan lalu. Sementara itu, indikator leading memberi sinyal lebih awal, misalnya jumlah prospek baru yang ditemui minggu ini.


Istilah KPI sering dicampuradukkan dengan OKR. KPI menjaga kinerja rutin tetap di jalurnya. OKR menetapkan sasaran ambisius untuk satu periode, lalu hasil kunci yang menandai sasaran itu tercapai. Kalau tim Anda sudah memakai OKR, baca juga cara mengelola OKR tim secara real-time.


Cara Menyusun KPI Karyawan dalam 6 Langkah

Urutan penyusunan menentukan kualitas hasilnya. Mulailah dari target perusahaan, bukan dari daftar indikator yang terdengar bagus.


Diagram cara menyusun KPI karyawan dalam 6 langkah dari target perusahaan sampai jadwal review

1. Turunkan target perusahaan

Pilih tiga sampai lima sasaran tahunan yang paling menentukan, misalnya pertumbuhan pendapatan, retensi pelanggan, atau efisiensi biaya. Sasaran ini menjadi induk semua indikator di bawahnya.


2. Tetapkan target divisi

Terjemahkan setiap sasaran menjadi kontribusi divisi. Pertumbuhan pendapatan, misalnya, menjadi target penjualan bagi tim sales dan target waktu penagihan bagi tim finance.


3. Petakan peran dan tanggung jawab

Tentukan hasil yang benar-benar dikendalikan oleh setiap jabatan. Seorang account executive mengendalikan jumlah prospek dan penawaran, bukan kebijakan harga perusahaan.


4. Rumuskan indikator SMART

Setiap indikator harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu. "Meningkatkan kepuasan pelanggan" belum menjadi KPI, sedangkan "skor kepuasan pelanggan minimal 4,5 dari 5 setiap kuartal" sudah memenuhi syarat.


5. Tetapkan bobot dan target

Beri bobot sesuai prioritas, dengan total 100 persen per peran. Ambil target dari data periode sebelumnya, lalu sesuaikan dengan sasaran tahun berjalan agar tidak terlalu mudah ataupun mustahil.


6. Tentukan sumber data dan jadwal review

Catat dari sistem mana angka setiap indikator diambil dan seberapa sering ditinjau. Tanpa sumber data yang jelas, angka indikator hampir pasti berakhir sebagai perkiraan atasan.


Contoh KPI Karyawan per Divisi

Tabel berikut berisi contoh KPI karyawan yang lazim dipakai di enam divisi. Pakai sebagai titik awal, lalu sesuaikan rumus dan targetnya dengan proses di perusahaan Anda.


Divisi

Contoh KPI

Rumus

Sumber data

Frekuensi

Sales

Pencapaian target penjualan

Realisasi Ć· target Ɨ 100%

CRM atau sistem penjualan

Bulanan

Sales

Rasio konversi prospek

Prospek menjadi pelanggan Ć· total prospek

CRM

Bulanan

Finance

Ketepatan waktu closing

Hari kerja sampai laporan disetujui

Sistem akuntansi

Bulanan

Finance

Rata-rata umur piutang

Rata-rata hari tagihan terbayar

Sistem akuntansi

Bulanan

HR

Waktu pengisian posisi

Hari dari lowongan dibuka sampai kandidat menerima tawaran

Sistem rekrutmen atau HRIS

Bulanan

HR

Tingkat retensi karyawan baru

Karyawan lolos masa percobaan Ć· total karyawan baru

HRIS

Kuartalan

Operasional/produksi

Output sesuai rencana

Unit diproduksi Ć· rencana produksi

Sistem produksi

Mingguan

Operasional/produksi

Tingkat produk cacat

Unit cacat Ć· total unit

Laporan quality control

Mingguan

Customer service

Waktu respons pertama

Rata-rata menit sampai tiket pertama dibalas

Sistem tiket atau omnichannel

Mingguan

Customer service

Skor kepuasan pelanggan

Rata-rata skor survei setelah layanan

Survei pelanggan

Bulanan

Marketing

Jumlah lead berkualitas

Lead yang memenuhi kriteria sales

CRM dan analitik situs

Bulanan

Marketing

Kontribusi pipeline

Nilai peluang dari lead marketing Ć· total pipeline

CRM

Kuartalan


Perhatikan bahwa setiap baris punya sumber data. Kolom inilah yang paling sering kosong di templat, padahal tanpa itu KPI tidak bisa dihitung secara konsisten dari bulan ke bulan.


Cara Menghitung Skor KPI Karyawan

Skor KPI dihitung per indikator, lalu dijumlahkan. Rumusnya: skor = persentase capaian Ɨ bobot. Persentase capaian sendiri adalah realisasi dibagi target untuk indikator yang makin besar makin baik. Untuk indikator yang makin kecil makin baik, seperti waktu respons, rumusnya dibalik menjadi target dibagi realisasi.


Contoh berikut memakai seorang account executive dengan empat indikator. Angkanya ilustratif.


Indikator

Bobot

Target

Realisasi

Capaian

Skor

Pencapaian target penjualan

40%

100%

90%

90%

36,0

Prospek baru

25%

40 prospek

44 prospek

110%

27,5

Balasan ke prospek ≤24 jam

20%

95%

95%

100%

20,0

Data CRM diperbarui tepat waktu

15%

100%

80%

80%

12,0

Total

100%




95,5


Manajer HR menjelaskan hasil perhitungan skor KPI karyawan kepada rekan kerja

Total 95,5 berarti kinerja sedikit di bawah target secara keseluruhan, meski satu indikator terlampaui. Banyak perusahaan juga memasang batas atas capaian, misalnya 120 persen, agar satu indikator yang sangat tinggi tidak menutupi indikator lain yang tertinggal.


Tentukan pula sejak awal bagaimana skor dibaca. Contohnya, di atas 100 berarti melampaui harapan, 90 sampai 100 memenuhi harapan, dan di bawah 90 perlu rencana perbaikan. Ambang ini harus diketahui karyawan sebelum periode penilaian dimulai, bukan sesudahnya.


Kesalahan Umum Saat Menerapkan KPI Karyawan

Sebagian besar KPI gagal bukan karena indikatornya salah, melainkan karena cara menjalankannya. Lima kesalahan berikut paling sering ditemui:


  • Terlalu banyak indikator. Lebih dari tujuh indikator per peran membuat fokus tersebar dan bobot tiap indikator menjadi terlalu kecil untuk berarti.

  • Indikator tidak terukur. "Berinisiatif" atau "bekerja sama dengan baik" tidak bisa dihitung. Ubah menjadi perilaku yang bisa diamati atau pindahkan ke penilaian kompetensi.

  • Tanpa sumber data. Angka diisi berdasarkan ingatan atasan di akhir periode, sehingga hasilnya mudah diperdebatkan.

  • Peninjauan hanya setahun sekali. Masalah baru ketahuan saat sudah terlambat diperbaiki. Tinjauan bulanan atau kuartalan memberi kesempatan koreksi.

  • Tidak terhubung ke konsekuensi. Kalau skor KPI tidak memengaruhi pengembangan karier, bonus, atau rencana perbaikan, karyawan cepat berhenti memperhatikannya.


Masalah rekap yang berantakan di akhir periode juga dibahas dalam artikel cara agar evaluasi target tim lebih terarah.


Mengukur KPI Karyawan di Sistem HR, Bukan Spreadsheet

Spreadsheet cukup untuk tim kecil dengan beberapa indikator. Masalah muncul ketika jumlah karyawan bertambah: berkas tersebar per divisi, rumus berbeda antar versi, dan data absensi atau insentif harus disalin manual dari sistem lain.


Pada titik itu, KPI lebih mudah dikelola di sistem HR yang terhubung dengan absensi dan penggajian. Mekari Talenta, misalnya, menyediakan KPI Management Software dengan alur kerja yang dijelaskan di situs resminya:


Alur mengukur KPI karyawan di Mekari Talenta dari goal perusahaan sampai pembayaran insentif

  • Menetapkan goal perusahaan dan tim, lalu membuat dan menugaskan tugas yang selaras dengan goal tersebut.

  • Memperbarui dan memantau tugas, sehingga progres terlihat sepanjang periode, bukan hanya di akhir.

  • Menghitung insentif secara otomatis, karena terintegrasi dengan modul payroll. Capaian yang memenuhi syarat dapat dipakai dalam perhitungan bonus atau komisi.


Di halaman Performance Management Tools, Talenta juga menyebut kemampuan memasukkan data kehadiran dan teguran karyawan sebagai faktor pengurang dalam review kinerja, serta kalibrasi review otomatis agar penilaian konsisten. Versi Indonesianya, aplikasi penilaian kinerja karyawan Mekari, menyediakan metode 360-feedback review, team review, hingga self-review dengan template seperti MBO.


Karena KPI, absensi, dan penggajian berada di satu sistem, tim HR tidak perlu lagi mencocokkan tiga berkas berbeda setiap akhir bulan. Baca juga pembahasan sistem absensi digital, cara mengelola payroll, dan perbandingan software HRIS untuk melihat bagaimana ketiganya saling terhubung.


Virtuenet adalah partner resmi Mekari dan dapat membantu memetakan KPI perusahaan Anda ke Mekari Talenta, mulai dari struktur goal sampai integrasi insentif ke payroll. Pelajari lebih lanjut di halaman solusi Mekari dari Virtuenet.


FAQ seputar KPI Karyawan

Apa itu KPI karyawan?

KPI karyawan adalah ukuran kinerja individu yang dapat dihitung dan diturunkan dari target perusahaan. Setiap indikator punya rumus, target, bobot, dan sumber data, sehingga atasan dan karyawan menilai hasil kerja dengan angka yang sama.


KPI karyawan terdiri dari apa saja?

Satu KPI karyawan terdiri dari nama indikator, rumus perhitungan, target, bobot, sumber data, dan periode peninjauan. Satu peran biasanya memegang tiga sampai tujuh indikator dengan bobot total 100 persen.


Bagaimana cara menghitung KPI karyawan?

Hitung persentase capaian tiap indikator dengan membagi realisasi terhadap target. Kalikan capaian itu dengan bobot indikatornya, lalu jumlahkan semua hasilnya. Untuk indikator yang makin kecil makin baik, seperti waktu respons, rumusnya dibalik menjadi target dibagi realisasi.


Bagaimana contoh tabel KPI untuk karyawan?

Tabel KPI karyawan minimal memuat kolom indikator, bobot, target, realisasi, persentase capaian, dan skor. Contoh lengkap per divisi dan contoh perhitungan skor ada di bagian atas artikel ini.


Apa beda KPI dan OKR?

Secara sederhana, KPI mengukur kinerja rutin yang harus dijaga terus-menerus. OKR menetapkan sasaran ambisius untuk satu periode beserta hasil kunci yang menandai keberhasilannya. Banyak perusahaan memakai keduanya: KPI untuk operasional harian, OKR untuk inisiatif perubahan.


Apa saja contoh KPI untuk tim rekrutmen?

Contoh KPI rekrutmen meliputi waktu pengisian posisi (time to fill), persentase posisi yang terisi sesuai jadwal, tingkat penerimaan tawaran kerja, dan persentase karyawan baru yang lolos masa percobaan.


Mulai dari Satu Divisi

Menyusun KPI karyawan untuk seluruh perusahaan sekaligus jarang berhasil. Mulailah dari satu divisi yang datanya paling rapi, jalankan selama satu kuartal, lalu perbaiki indikator yang terbukti sulit diukur sebelum memperluasnya. Untuk mendiskusikan penerapan KPI dan sistem HR di perusahaan Anda, hubungi tim Virtuenet.


Tim meninjau grafik KPI karyawan di layar sebelum memperluas penerapan ke divisi lain


Joe Martiar Simatupang — Head of Marketing, Virtuenet by Prasetia


Mendampingi perusahaan di Indonesia memilih dan menerapkan sistem bisnis untuk skala menengah hingga enterprise.


Virtuenet IG Background 01.jpg
lark lets get started.jpg

Hubungi kami sekarang!

Thanks for submitting!

bottom of page