Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang: Cara Menyusun dan Contoh

Laporan arus kas perusahaan dagang adalah ringkasan kas yang masuk dan keluar selama satu periode, dikelompokkan ke aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Bagi perusahaan dagang, laporan ini menjawab pertanyaan yang tidak dijawab laba rugi: ke mana kas pergi ketika penjualan naik tetapi saldo bank justru menipis.
Penyajian laporan ini di Indonesia diatur dalam PSAK 207 Laporan Arus Kas. Menurut pengumuman Ikatan Akuntan Indonesia tentang perubahan penomoran PSAK dan ISAK, nomor yang diawali angka 1 dan 2 merujuk pada IFRS Accounting Standards, dan penomoran baru berlaku efektif 1 Januari 2024.
Artikel ini membahas cara menyusun laporannya, bukan cara menjaga kas tetap sehat. Jika yang Anda cari adalah strategi mengelola kas, baca dulu cara menjaga stabilitas cash flow perusahaan. Virtuenet merupakan partner Oracle NetSuite di Indonesia, sehingga contoh sistem di bagian akhir memakai NetSuite.
Tiga Aktivitas dalam Laporan Arus Kas
Setiap laporan arus kas, termasuk milik perusahaan dagang, memisahkan kas menurut asal kegiatannya. Ringkasan standar IAS 7 Statement of Cash Flows dari IFRS Foundation menjelaskan ketiganya sebagai berikut:
Aktivitas operasi: kegiatan utama penghasil pendapatan, yaitu siklus beli-simpan-jual barang dagangan.
Aktivitas investasi: perolehan dan pelepasan aset jangka panjang seperti gudang dan kendaraan.
Aktivitas pendanaan: perubahan modal dan pinjaman, misalnya kredit bank, setoran modal, dan dividen.

Ketiga bagian itu dijumlahkan menjadi kenaikan atau penurunan kas bersih. Angka akhirnya harus cocok dengan saldo kas dan bank di neraca. Jika tidak cocok, ada transaksi yang salah klasifikasi atau belum tercatat.
Pos Arus Kas yang Khas di Perusahaan Dagang
Perusahaan jasa dan perusahaan dagang memakai struktur yang sama. Perbedaannya ada pada bobot pos operasi. Pada perusahaan distribusi, grosir, atau ritel, modal kerja yang tertanam di persediaan dan piutang sering lebih besar daripada laba sebulan.
Pos | Aktivitas | Catatan untuk perusahaan dagang |
Penerimaan dari pelanggan | Operasi | Penjualan tunai ditambah pelunasan piutang; penjualan kredit yang belum dibayar belum menjadi kas |
Pembayaran ke pemasok | Operasi | Pembelian barang dagangan yang benar-benar dibayar dalam periode itu |
Perubahan persediaan | Operasi | Stok yang naik menyerap kas; stok yang turun melepas kas |
Perubahan piutang dagang | Operasi | Piutang naik berarti penjualan belum tertagih menjadi kas |
Perubahan utang dagang | Operasi | Utang ke pemasok yang naik menahan kas lebih lama di perusahaan |
PPN dan pajak lain | Operasi | Selisih PPN keluaran dan masukan yang disetor, serta pajak lain yang dibayar |
Gudang, kendaraan, rak | Investasi | Pembelian aset tetap keluar sebagai kas investasi, bukan beban operasi |
Kredit modal kerja bank | Pendanaan | Penarikan pinjaman masuk; cicilan pokok keluar |
Dua pos yang paling sering menjelaskan selisih antara laba dan kas adalah piutang dan utang dagang. Pembahasan lebih dalam tersedia di artikel mengatasi piutang yang menumpuk dan otomatisasi accounts payable.
Metode Langsung vs Tidak Langsung
Standar membolehkan dua cara menyajikan arus kas operasi. Metode langsung mengungkapkan kelompok utama penerimaan dan pembayaran kas bruto. Metode tidak langsung berangkat dari laba, lalu menyesuaikannya dengan transaksi nonkas dan perubahan modal kerja.

Kedua metode menghasilkan angka arus kas operasi yang sama. Bagi perusahaan dagang, metode tidak langsung lebih praktis karena bahannya sudah tersedia dari neraca dan laba rugi. Sebaliknya, metode langsung membutuhkan rincian setiap transaksi kas menurut kategorinya, sesuatu yang sulit dikumpulkan dari spreadsheet tetapi lebih mudah ditarik dari sistem yang mencatat setiap penerimaan dan pembayaran.
Aktivitas investasi dan pendanaan disajikan dengan cara yang sama pada kedua metode. Perbedaannya hanya pada bagian operasi.
Cara Menyusun Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang dalam 6 Langkah
Langkah berikut memakai metode tidak langsung, yang paling mudah dijalankan tim finance setiap tutup buku bulanan.

1. Kumpulkan neraca dan laba rugi
Siapkan neraca awal dan akhir periode, laporan laba rugi periode yang sama, serta rincian mutasi aset tetap dan pinjaman. Semua angka harus berasal dari buku yang sudah ditutup, bukan dari versi kerja yang masih berubah.
2. Mulai dari laba bersih
Ambil laba bersih dari laba rugi, lalu tambahkan kembali beban yang tidak mengeluarkan kas, terutama penyusutan gudang, kendaraan, dan peralatan.
3. Hitung perubahan modal kerja
Bandingkan saldo awal dan akhir untuk persediaan, piutang dagang, utang dagang, dan utang pajak. Kenaikan aset lancar mengurangi kas, sedangkan kenaikan utang lancar menambah kas. Hasilnya adalah arus kas bersih dari aktivitas operasi.
4. Susun arus kas investasi
Catat pembelian dan penjualan aset tetap selama periode. Gunakan nilai kas yang benar-benar dibayar atau diterima, bukan nilai buku.
5. Susun arus kas pendanaan
Masukkan penarikan pinjaman, pembayaran cicilan pokok, setoran modal, dan dividen yang dibayarkan.
6. Cocokkan dengan saldo bank
Jumlahkan ketiga bagian, tambahkan ke kas awal, lalu bandingkan hasilnya dengan saldo kas dan bank di neraca akhir. Selisih sekecil apa pun harus ditelusuri sebelum laporan dikirim ke manajemen.
Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang
Tabel berikut adalah ilustrasi untuk sebuah distributor fiktif selama satu bulan, dalam juta rupiah. Angkanya bukan data perusahaan nyata dan hanya dipakai untuk menunjukkan cara membaca setiap baris. Angka dalam kurung berarti kas keluar.
Pos (ilustrasi, juta rupiah) | Jumlah |
Laba bersih | 420 |
Penyusutan | 60 |
Kenaikan piutang dagang | (180) |
Kenaikan persediaan | (250) |
Kenaikan utang dagang | 150 |
Kenaikan utang PPN | 20 |
Arus kas bersih dari aktivitas operasi | 220 |
Pembelian kendaraan pengiriman | (300) |
Penjualan rak gudang lama | 20 |
Arus kas bersih dari aktivitas investasi | (280) |
Penarikan kredit modal kerja | 200 |
Pembayaran cicilan pokok pinjaman | (50) |
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan | 150 |
Kenaikan kas bersih | 90 |
Kas awal bulan | 1.150 |
Kas akhir bulan | 1.240 |
Cara membacanya: distributor ini mencetak laba 420, tetapi kas operasinya hanya 220. Selisih terbesar tertanam di persediaan dan piutang yang bersama-sama menyerap 430. Utang dagang yang naik 150 menahan sebagian kas tetap di perusahaan.

Pembelian kendaraan pengiriman senilai 300 tidak sepenuhnya dibiayai kas operasi, sehingga perusahaan menarik kredit modal kerja. Pola seperti ini wajar sesekali, tetapi bila berulang setiap bulan, pertanyaannya bergeser ke kebijakan stok dan termin penagihan.
Rekonsiliasi Bank Sebelum Laporan Dikunci
Langkah keenam hanya bermakna jika saldo bank di buku sudah direkonsiliasi. Rekonsiliasi bank mencocokkan setiap mutasi rekening koran dengan transaksi di pembukuan, termasuk biaya administrasi bank, transfer pelanggan yang belum teridentifikasi, dan giro yang belum cair.
Pada perusahaan dagang yang menerima ratusan transfer pelanggan setiap hari, pekerjaan ini sering menjadi penyebab utama tutup buku molor. Urutan yang aman adalah rekonsiliasi bank selesai, jurnal penyesuaian dibukukan, baru laporan arus kas disusun. Urutan lengkapnya dibahas di panduan closing bulanan untuk tim finance.

Dari Spreadsheet ke ERP: Laporan Arus Kas yang Terbentuk dari Jurnal
Selama data penjualan, pembelian, stok, dan bank tersebar di beberapa berkas, laporan arus kas disusun ulang secara manual setiap bulan. Masalahnya membesar ketika perusahaan punya beberapa gudang, cabang, atau entitas yang harus digabung, seperti dibahas di artikel konsolidasi keuangan multi-cabang.
Sistem ERP mencatat setiap transaksi sebagai jurnal, sehingga laporan arus kas terbentuk dari saldo akun yang sama dengan neraca dan laba rugi. Dokumentasi resmi Oracle NetSuite tentang Cash Flow Statement menjelaskan hal berikut:
Aspek | Yang tertulis di dokumentasi NetSuite |
Struktur | Aktivitas operasi dimulai dari laba bersih yang dirujuk dari laporan laba rugi, lalu disesuaikan dengan perubahan saldo akun yang memengaruhi kas (metode tidak langsung) |
Baris penyesuaian standar | Antara lain Accounts Receivable, Inventory Asset, Accounts Payable, dan Sales Tax Payable, yaitu pos yang khas di perusahaan dagang |
Penyesuaian format | Lewat Financial Report Builder: baris bisa ditambah dan diurutkan ulang, serta dikelompokkan per class, department, location, dan subsidiary pada NetSuite OneWorld |
Dasbor | KPI Net Cash Flow dan Operating Cash Flow dapat ditampilkan di dasbor |
Satu catatan penting: format Statement of Cash Flow versi FASB di NetSuite dirancang khusus untuk subsidiary di Amerika Serikat. Untuk negara lain, termasuk Indonesia, tata letak laporan standar disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan lokal lewat Financial Report Builder.
Langkah keenam, mencocokkan kas dengan bank, juga bisa dipercepat. Halaman NetSuite Cash Management menyebut fitur Banking Integration, Automated Reconciliation, dan Auto-Post Journal Entries, dengan manfaat proses close yang lebih cepat karena transaksi bank direkonsiliasi secara rutin. Pembahasan lain ada di artikel NetSuite untuk cash management.
Bila perusahaan Anda masih membandingkan beberapa sistem, daftar software akuntansi untuk perusahaan Indonesia bisa menjadi titik awal. Untuk melihat bagaimana NetSuite dipakai di perusahaan distribusi, kunjungi halaman solusi Oracle NetSuite dari Virtuenet.
FAQ seputar Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang
Apa saja isi laporan arus kas perusahaan dagang?
Isinya terbagi menjadi tiga bagian: arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, ditutup dengan kenaikan atau penurunan kas bersih serta saldo kas awal dan akhir periode. Pada perusahaan dagang, bagian operasi memuat pos yang khas seperti penerimaan dari pelanggan, pembayaran ke pemasok, perubahan persediaan, piutang dagang, utang dagang, dan PPN.
Bagaimana cara membaca laporan arus kas?
Mulailah dari arus kas operasi dan bandingkan dengan laba bersih. Jika laba besar tetapi kas operasi kecil atau negatif, cari penyebabnya di perubahan persediaan dan piutang. Setelah itu lihat apakah belanja aset di bagian investasi dibiayai dari kas operasi atau dari pinjaman di bagian pendanaan.
Apa beda laporan arus kas perusahaan dagang dan perusahaan jasa?
Strukturnya sama, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan. Bedanya ada di pos operasi: perusahaan dagang memiliki persediaan barang dagangan dan utang dagang ke pemasok dalam jumlah besar, sehingga perubahan modal kerja jauh lebih menentukan. Perusahaan jasa umumnya tidak memiliki persediaan barang dagangan yang berarti.
Metode mana yang dipakai perusahaan dagang untuk laporan arus kas?
Standar membolehkan dua metode untuk aktivitas operasi: metode langsung yang menampilkan penerimaan dan pembayaran kas bruto, dan metode tidak langsung yang berangkat dari laba lalu menyesuaikannya. Metode tidak langsung lebih praktis karena datanya tersedia dari neraca dan laba rugi, sedangkan metode langsung memperlihatkan sumber kas secara lebih gamblang.
Apakah perusahaan dagang wajib membuat laporan arus kas?
Bagi entitas yang menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK Indonesia, penyajian laporan arus kas diatur dalam PSAK 207 Laporan Arus Kas. Kewajiban menyusun laporan keuangan sendiri bergantung pada bentuk usaha dan ketentuan yang berlaku bagi perusahaan Anda, jadi pastikan dengan akuntan atau auditor Anda.
Bagaimana laporan arus kas dibuat otomatis di sistem ERP?
Sistem ERP mencatat setiap transaksi penjualan, pembelian, penerimaan, dan pembayaran sebagai jurnal. Laporan arus kas lalu terbentuk dari saldo akun tersebut tanpa disalin ke spreadsheet. Di Oracle NetSuite, laporan Cash Flow Statement standar berangkat dari laba bersih dan menyesuaikan perubahan saldo akun seperti piutang, persediaan, utang usaha, dan utang pajak penjualan.
Mulai dari Satu Periode Tutup Buku
Jangan menunggu sistem baru untuk mulai menyusun laporan arus kas. Susun satu bulan dengan enam langkah di atas, catat pos mana yang paling lama dikumpulkan, dan jadikan itu daftar kebutuhan saat menilai sistem. Untuk mendiskusikan penyusunan laporan keuangan otomatis di perusahaan Anda, hubungi tim Virtuenet.
Joe Martiar Simatupang ā Head of Marketing, Virtuenet by Prasetia
Mendampingi perusahaan di Indonesia memilih dan menerapkan sistem bisnis untuk skala menengah hingga enterprise.
%20sponsor.png)





